King System

King System
Episode 104



Terlihat kevin dan tetua yen sedang berdiri di atas benteng kota guang.


"Pasukan wata akan datang dari arah gerbang utama dan jumlah pasukan mereka ada 75.000 ribu dari informasi yang ku dapatkan. Dan saat ini kita hanya memiliki dua ribu lebih orang oleh karena itu aku ingin membuat sebuah jebakan yang dapat mengurangi pasukan mereka" ucap kevin sembari menujuk ke arah hutan di hadapan nya.


"Kevin aku melihat ribuan pasukan berkuda yang datang ke arah kita" ucap tetua yen sembari menujuk pasukan yang mengarah ke kota guang.


"Sepertinya benar. Tapi mereka bukan para bandit dan aku bisa merasakan kalau mereka tidak memiliki niat yang buruk pada kita" jawab kevin.


"Baiklah kita fokus ke masalah pertama kita. Aku ingin para murid menggali lubang dan membuat parit yang mengelilingi benteng kota kita. Parit itu harus selebar 5 meter dan sedalam sepuluh meter" ucap kevin.


"Itu bukan masalah yang besar tapi kenapa kita tidak membuat parit yang lebih dalam?" tanya tetua yen.


"Karena agar menghemat waktu" jawab kevin.


"Aku akan membuat sebuah tombak yang akan ku taruh di bawah parit yang terbuat dari besi. Setelah itu aku akan membuat parit ini menjadi menghilang dengan arai ku. Setelah itu para murid akan memanas para bandit saat para bandit panik karena teman mereka tiba tiba menghilang" gumam kevin yang kini berdiri di bawah.


Terlihat pasukan berkuda telah berada di dekat kevin.


"Apa yang kalian ingin kan" tanya tetua yen.


"Saudara ku apa kau sudah melupakan diri ku" ucap jenderal yang sembari turun dari kuda dan membuka topeng yang ia kenakan.


"Saudara ku" ucap tetua yen sembari memeluk jenderal yang.


"Kenapa kau membawa puluhan ribu pasukan ini" tanya kevin sembari berjalan mendekat.


"Tuan kevin saya di perintahkan kaisar untuk membantu karena saya mendapatkan kabar kalau pasukan wata akan menyerang kota ini" jawab jenderal yang.


"Berapa banyak yang kau bawa" tanya kevin.


"Saya membawa 10.000 pasukan elit kekaisaran" jawab jenderal yang.


"Baiklah bolehkah aku meminta tolong" tanya kevin.


"Tentu saja kami sekarang berada di bawah perintah mu" jawab jenderal yang.


"Baiklah suruh mereka menggali parit sedalam 10 meter dan selebar 5 meter" ucap kevin sembari mengeluarkan tumpukan sekop.


"Apa kau bercanda memerintahkan pasukan terbaik kekaisaran hanya untuk menggali patit" ucap seorang pemuda yang berada di atas kuda.


"Siapa dia?" tanya kevin.


"Aku wakil jenderal umur ku 38 tahun aku berada di ranah raja bintang dua dan aku memimpin 20.000 pasukan elit kekaisaran nama ku bai yun aku merupakan keponakan kaisar" ucap bai sembari turun dari kuda dengan sombong.


"Berhenti lah bai kau jangan bersikap seperti itu di depan tuan kevin" ucap jenderal yang, terlihat marah.


"Memang Kenapa apa kau ingin menghukum ku apa kau berani hah" ucap bai sembari melepaskan topeng nya.


"Terserah aku tidak ingin berdebat dengan orang seperti mu. Jenderal yang bawalah pasukan mu ke dalam" ucap kevin sembari berjalan meninggalkan mereka di ikuti tetua yen yang terlihat sangat kesal dengan sikap sombong bai.


"Hei beraninya kau tidak hormat kepada ku" ucap bai sembari berlari ke arah kevin.


"Aku tidak peduli kau itu siapa ku peringatkan sekali lagi kau tidak menghormati orang lain maka akan ku penggal kepala mu" ucap kevin yang tiba tiba muncul di samping bai.


"Berhenti lah kaisar akan marah jika tau ka melakukan hal yang ceroboh" ucap jenderal yang sembari memegang tangan bai.


"Tunggu bukanya tadi dia berada di samping ku kenapa sekarang dia berada di depan sana dal sekejap" gumam bai yang terlihat kebingungan.


Lalu bai pun naik ke atas kudanya dan pergi masuk ke dalam kota di ikuti 10.000 prajurit dan jenderal yang.


"Baiklah kita lanjutkan rencana kita tadi" ucap kevin yang berdiri di samping benteng di temani tetua Yo.


...****************...


Saat di malam hari terlihat kevin, tetua yo, tetua yen, serta para guru lainya sedang duduk di atas benteng sembari minum teh dan makan.


"Jadi besok kita akan mulai melakukan penggalian dan aku harap kita selesai sebelum matahari terbenam" ucap kevin sembari memegang cangkir teh dan duduk bersandar di tembok atas benteng.


"Tapi sebenar nya kita memiliki masalah yang besar" ucap tetua yen.


"Memang apa masalahnya" tanya tetua Yo.


"Para prajurit kekaisaran lah masalahnya" jawab tetua yen.


"Kenapa bisa begitu?" tanya dolan guru murid dalam.


"Itu karena prajurit yang di bawa oleh jenderal yang berada di bawah kendali si bai yun dan itu akan membuat kita kesulitan karena dalam satu kelompok hanya bisa ada satu pemimpin" jawab tetua yen.


"Tap tap" suara langkah kaki.


"Ketua sekte Aldi dan Jun wang akan di penggal oleh para prajurit elit" ucap seorang murid yang datang dengan terburu buru.


"Apa!" ucap kevin yang terlihat terkejut dan marah lalu ia berdiri dan terbang ke arah para kerumunan.


"Dasar sialan" ucap kevin sembari memakai mempo.


"Ayo cepat kita pergi" teriak tetua yen sembari berdiri.


"Baiklah" jawab semua orang sembari berdiri.


Lalu tetua yen dan tetua Yo serta beberapa guru terbang mengikuti kevin.


Terlihat di alun alun para prajurit berkumpul di dekat api unggun yang besar. Terlihat Aldi dan Jun wang sedang di ikat dengan tubuh penuh luka.


"Apa yang kalian lakukan" Teriak kevin yang turun dari atas.


Seketika para prajurit mental karena angin yang di keluarkan kevin saat mendarat.


"Ketua" teriak Aldi dan Jun wang.


"Apa yang terjadi pada kalian" tanya kevin sembari melepaskan ikatan yang mengikat Aldi dan Jun wang.


"Hei bajingan apa yang mau kau lakukan pada dua penjahat itu!" Teriak bai sembari berjalan ke arah kevin.


"Apa kau yang melakukan ini" tanya kevin.


"Iya memang kenapa" jawab bai.


"Apa kesalahan mereka" tanya kevin.


"Ketua orang itu dan para prajurit mencoba melecehkan liona dan para wanita di kota ini!" teriak Jun wang.


"Kami mencoba menghentikan mereka dan kami malah di kroyok mereka dan beberapa murid terluka dan bahkan ada yang mati!" teriak Aldi.


"Apa itu benar" tanya kevin.


"Memang Kenapa mereka itu mencoba menggangu kesenangan para prajurit kekaisaran dan bahkan mereka berani memprofokasi ku" jawab bai dengan wajah meremehkan.


"Sekarang para wanita dan murid ada di mana?" tanya kevin.


"Mereka sedang di siksa di dalam gudang situ" jawab Jun wang sembari menujuk ke arah gudang yang terdengar suara teriakan wanita dan juga pria.


Seketika terjadi gempa saat kevin menggenggam tangannya.


...****************...


Bersambung.


Mampir ke novel gua yang baru novel nya menceritakan tentang Torin yang dapat berpindah dua dunia di bantu System pahlawan .


Cek aja di profil gua kalo gak cari penguasa dua dunia. Jangan lupa mampir ok