
Di pagi hari yang cerah.
"Ah kepalaku" ucap kevin sembari membuka matanya.
"Loh kenapa aku di kamar" ucap kevin sembari melihat sekeliling.
"Tangan ku di perban kepala ku juga" ucap kevin sembari melihat tangannya kirinya sekaligus meraba kepalanya.
"Dah aku mau tidur lagi" ucap kevin.
"Clik" suara pintu terbuka.
"Siapa itu yang datang" gumam kevin.
"Tunggu aroma ini seperti aroma tubuh naina" gumam kevin.
"Pangeran kapan kau akan sadar ini sudah satu minggu kau tidak sadar" ucap naina sembari memegang tangan kevin tanpa sadar air mata nya mengalir.
"Sebelumnya kau sibuk mengurus prajurit lalu kau menghilang selama 1 bulan dan sekarang kau tidak sadar selama satu minggu. Bukanya kau berjanji akan membawaku berbelanja" ucap naina dengan air mata yang terus menetes membasahi wajah naina.
"Naina kenapa kau menangis" tanya kevin sembari memegang pipi naina.
"Pangeran" ucap naina lalu ia memeluk kevin.
"au kau terlalu erat tubuhku sakit" ucap kevin.
"Maaf" ucap naina.
"Memang apa yang terjadi kepada mu sampai kau menangis seperti ini" tanya kevin sembari mencoba duduk.
"Hati hati" ucap naina.
"Cepat ceritakan apa yang terjadi kepada mu" tanya kevin.
"Tunggu aku tadi membawakan bubur untuk mu" ucap naina.
"Tunggu apa kau tau jika aku akan bangun hari ini" tanya kevin.
"Tidak sebenarnya aku membawakan makanan setiap jam berharap tuan bangun dan langsung makan" jawab naina.
Tiba tiba kevin memegang kepala naina lalu ia mencium kening naina.
"Terima kasih ya karena kau sudah perhatian kepada ku" ucap kevin.
"Tidak yang lain juga sangat perhatian contohnya tuan Qiu tuan bog tuan mugi dan tuan gusmo mereka selalu datang bergilir untuk menjaga tuan" jawab naina dengan wajah yang memerah.
"Tolong suapi aku badan ku sangat lemas" ucap kevin.
"Sungguh harum rambut naina" gumam kevin sembari terus memandang wajah naina.
"Baiklah tuan" jawab naina sembari mengambil piring berisi bubur.
"Jangan panggil aku tuan saat sedang berdua panggil saja nama ku jika tidak aku tak akan berbicara pada mu" ucap kevin.
"Kenapa sikap pangeran seperti anak anak" gumam naina.
"Baiklah kevin" ucap naina.
"Nah begitu dong Oh iya cepat cerita masalah yang kau alami" ucap kevin.
"Jadi lima hari yang lalu ibu tiri serta kakak tiri ku datang ke kota" ucap naina sembari menyuapi kevin.
"Terus apa masalahnya" tanya kevin.
"Aku marah pada mereka karena saat ayah di asing kan ibu tiri ku malah menikah lagi dengan mantan sahabat ayah ku saat menjadi bangsawan. Dan sekarang tiba tiba mereka datang ke sini" jawab naina.
"Hei anak pelacur apa yang kau lakukan di kamar pangeran" ucap seorang seorang wanita yang tiba tiba masuk.
"Hei dasar anak pelacur" teriak wanita itu saat di dalam.
"Siapa yang kau sebut pelacur" teriak kevin sangat keras dengan wajah yang sangat marah tanpa sadar ia telah mengarahkan aura nya.
"Tuuaaaan maaf kan hamba" ucap wanita itu dengan suara seperti orang tercekik.
"Tuan tuan berhenti" ucap naina.
Namun kevin hanya diam saja dan ia melainkan memunculkan pedang miliknya.
Mendengar teriakan kevin semua orang di istana terkejut dan mereka langsung datang ke dalam kamar kevin.
"Tuan naina apa yang terjadi" tanya paman Qiu.
"What kenapa ini" ucap mugi yang datang lewat balkon.
"Mugi apa yang terjadi" tanya gusmo yang berada tepat di bawah balkon kamarnya kevin.
"Aku juga tidak tau" jawab mugi.
Tanpa kevin sadari semua orang telah berkumpul.
"Nia kamu kenapa" ucap seorang ibu ibu yang tak lain adalah Margaret ibu tiri naina.
"Nia naina apa yang terjadi" tanya gusi.
"Nia dia datang ke kamar pangeran dan memanggil ku anak pelacur" jawab naina.
"Jadi ini semua gara gara kami dasar anak lacur" teriak Margaret.
"Berhenti Margaret apa yang ingin kau lakukan kepada anak ku" ucap gusi sembari menahan tubuh margaret
"Aku ingin membunuh anak pelacur itu" jawab Margaret.
"Apa dia bodoh berani menghina naina" ucap bog sembari memakan satu mangkok buah anggur.
"Oh iya menurutmu apa yang akan terjadi kepada dua wanita itu" jawab paman Qiu yang sedang ber sender di dinding dekat pintu sembari mengambil anggur milik Bog.
"Mungkin wanita muda itu wajahnya akan di serut" ucap don yang muncul dari belakang Bog.
"Tidak mungkin menurutku dua wanita itu akan terus di pukul dan saat mereka sekarat baru di berikan ramuan penyembuh dan terus di pukul sampai mereka mati saat tua" ucap bog.
"Kalian salah naina tak akan membiarkan hal itu terjadi bagai mana jika kita taruhan aku pasang pedang suci milik ku ini" ucap paman Qiu.
"Aku pasang satu kristal sihir tingkat tinggi ini" ucap don.
"Yah aku akan bertarung kalung pelindung ini" ucap bog.
"Kevin tolong hentikan ini dia juga merupakan saudari ku" ucap naina sembari meneteskan air mata.
"Tapi dia menghina mu" ucap kevin.
"Tidak apa apa aku memaafkan dia" ucap naina.
"Baiklah maaf kan aku karena membuat mu sedih" ucap kevin sembari menghapus air mata naina.
"Yes semua ini milik ku" ucap paman Qiu sembari memegang kristal sihir di tangan kirinya dan kalung di tangan kanan nya.
"Dah lah bubar" ucap bog sembari berjalan pergi.
"Cih dasar peramal padahal itu gaji seumur hidup ku" ucap don sembari berjalan keluar.
"Hahaha" ucap paman Qiu sembari pergi.
"Dah yu pergi" ucap gusmo yang berada di balkon.
"Gas" jawab mugi.
Dan akhirnya yang tersisa hanya kevin naina gusi Margaret dan nia.
"Nia apa kau tidak apa apa" ucap Margaret sembari membantu nia bangun.
"Maaf ya paman gusi" ucap kevin.
"Ini memang kesalahan mereka seharusnya saya yang minta maaf" ucap gusi.
"Tolong bawa mereka wanita itu ke rumah sakit" ucap kevin.
"Baiklah tuan aku akan mengantar nia ke rumah sakit" ucap naina.
"Tidak kau tetap disini sini aku masih belum kenyang" ucap kevin.
"Baiklah tuan hamba akan mengantar Putri hamba" ucap gusi.
"Lihat saja kau naina aku akan membalas hal ini" gumam nia sembari menatap tajam ke arah naina.
Lalu mereka pun pergi.
"Naina jika mereka mengganggu mu lagi kau bisa bilang kepada ku maka aku akan membunuh mereka" ucap kevin.
"Jika kau melakukan itu aku akan pergi dari kota dan tak akan menemui mu lagi" jawab kevin.
"Baiklah aku tak akan melakukan itu" ucap kevin.
"Oh iya raja memberikan undangan untuk datang ke ibu kota karena minggu depan akan ada pesta" ucap naina.
"Oh jadi begitu nanti aku janji akan mengajak mu membeli semua yang kau ingin kan bahkan jika itu membeli satu benua maka aku akan melakukan hal itu" ucap kevin.
"Aku tidak menginginkan harta aku hanya menginginkan tuan selalu bersama ku" jawab naina.
"Baiklah aku akan berjanji" ucap kevin.
...****************...
lima hari kemudian.
Terlihat kevin sedang berlatih pedang di taman. Setelah ia tertidur selama lima hari karena peningkatan System.
"Hari ini adalah hari di mana putih akan bebas karena saat aku pingsan paman Bog telah menjual lebih dari ratusan ribu senjata dan beberapa jimat" gumam kevin sembari terus mengayunkan pedang.
"Kevin ini teh dai air yang kau minta tadi" ucap naina sembari mendorong kereta makanan.
Kemudian kevin dan naina pun duduk di tempat duduk di taman.
"Naina apa kau akan terus bersama ku" tanya kevin sembari meminum air putih.
"Tentu saja aku janji akan selalu bersama mu walaupun kau menjadi budak menjadi penjahat aku akan selalu bersama mu" jawab naina.
"Naina hari ini kita akan membebaskan putih" ucap kevin.
"Benarkah kakek akan bebas hari ini" ucap naina penuh semangat.
"Dasar anak pelacur lihat saja nanti" gumam nia dari kejauhan.
"Ya Ia akan bebas hari ini apa kau mau ikut" tanya kevin.
"Tentu saja aku mau iku" jawab naina.
"Baiklah apa kita pergi sekarang" tanya kevin.
"Iya ayo kita pergi" ucap naina.
"System kirim kami ke tempat putih" ucap kevin.
[Teleportasi berhasil memotong 2 coin roh]
...****************...
Bersambung.
nama: Margaret gen
umur: 45 tahun
ranah: pengumpulan Qi.
status: mantan istri gusi. serta bangsawan dari kerajaan gord
Nama: nia gen
umur: 19 tahun
ranah: penguatan tubuh.
status: kakak tiri naina. Bangsawan dari kerajaan gord