
Singkat cerita siang harinya terlihat rumah-rumah para penduduk telah berdiri dengan kokoh dan terlihat lebih layak serta indah saat di pandang.
Terlihat Kevin tengah duduk bersemedi di bawah pohon apel yang rindang serta memiliki buah yang lebat.
Terlihat satu buah apel jatuh ke arah kepala Kevin.
"Crak!" suara apel yang terbelah sempurna saat mendekati kepala Kevin, lalu Kevin menangkap dua potong apel tersebut.
"Lumayan dapat apel" gumam Kevin sembari memakan apel tersebut.
"Sepertinya aku harus mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Karena setelah mengamati pergerakan orang-orang di sekitar sini mereka lebih memilih uang dibandingkan kultivasi. Dan jika aku memiliki uang yang banyak maka akan mudah bagiku menaklukan dunia ini. Pay to win" gumam Kevin sembari memakan apel.
Terlihat dari kejauhan Luo yi, tetua harimau, tetua gajah. tengah terbang membawa kotak kecil.
"Akhirnya mereka datang. Aku tidak akan menunggu para warga pergi ke kota Loseng, karena aku akan meminta Luo yi untuk memandu jalan ku agar lebih mudah sampai system bangun kembali" gumam Kevin.
"Salam tuan, kami telah membawa setengah harta milik sekte kami, selain itu kami juga membawa peta dunia ini" ucap Luo yi yang baru datang dan langsung berlutut di ikuti tetua harimau dan juga tetua gajah, mereka memegang kotak kecil.
"Berapa jumlah yang kalian bawa?" tanya Kevin.
"Kami membawa 45 juta kristal sihir tingkat tinggi serta 150 juta koin emas" jawab tetua harimau.
"Guma memiliki 456 juta kristal sihir, apa sekte ini sangat miskin sungguh kasihan" gumam Kevin.
"Baiklah taruh kotak itu di depan ku" ucap Kevin sembari menunjuk ke arah meja di depannya.
Kemudian mereka melakukan perintah dari Kevin.
"Aku memiliki sedikit permintaan apa kau ingin menurutinya?" tanya Kevin.
"Tentu saja selagi saya sanggup untuk memenuhinya" jawab Luo yi.
"Bahkan jika memberikan tubuh ku aku rela melakukannya" gumam Luo yi.
"Aku ingin kau Luo yi memandu ku ke kota Loseng selama dua minggu, setelah itu kau boleh pergi" ucap Kevin.
"Tuan saya ingin melakukan hal tersebut, namun sekte saya memiliki beberapa masalah dengan pemimpin kota Loseng terutama dengan putranya" jawab Luo yi.
"Kau jangan khawatir aku akan membantu mu menyelesaikan masalah asal kau mau mau membantu ku menjadi pemandu. Aku adalah pendatang dan kau adalah seorang yang memiliki wawasan luas tentang dunia ini. Pada awalnya aku ingin meminta salah satu warga untuk menemani ku namun menurut ku itu bukan ide yang bagus" ucap Kevin.
"Jika tua telah berkata begitu, saya bersedia menjadi pemandu anda selama yang tuan inginkan" jawab Luo yi.
"Baiklah persiapkan barang-barang mu, kita akan segera berangkat sekarang. Aku tidak ingin membuang waktu" ucap Kevin sembari berdiri.
"Tuan saya telah siap, tidak perlu berkemas saya selalu membawa perlengkapan di dalam cincin penyimpanan" jawab Luo yi.
"Ke mana arah kota Loseng?" tanya Kevin.
"Di utara, kita memerlukan dua sampai tiga jam untuk sampai ke sana" jawab Luo yi.
Tiba-tiba Kevin memegang pundak Luo yi dengan lembut.
"Apa yang akan dia lakukan, apa ciuman pertama ku akan ia ambil, atau dia akan memeluk ku, atau dia ingin membuka baju ku, aku tidak bisa berfikir dengan jernih" gumam Luo yi yang terlihat malu hingga wajahnya memerah.
...****************...
Di depan gerbang yang sangat besar bahkan manusia terlihat seperti semut jika berada di dekat benteng tersebut.
Terlihat Kevin dan Luo yi tiba-tiba muncul di tengah jalan yang sangat ramai oleh orang-orang yang lalu lalang menggunakan kereta kuda, gerobak, beberapa ada yang berjalan kaki atau menaiki kuda.
"Hei apa yang kau pikirkan, kita telah sampai cepat bergerak masuk ke dalam kota aku sudah mengatakan kalau tidak ingin membuang-buang waktu" ucap Kevin.
"Hah... hah baiklah-baiklah" jawab Luo yi yang terlihat bingung sembari menoleh sekeliling.
"Bagaimana mungkin hanya dalam sekejap kami telah berada di depan gerbang kota longseng. Bukanya tadi kami masih berada di desa" gumam Luo yi yang terlihat kebingungan sembari mengikuti Kevin masuk ke dalam kota longseng.
"Ada 3000 prajurit di ranah grand master yang berjaga di benteng, sepertinya kami harus melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum memasuki kota longseng" gumam Kevin.
"Tuan saya akan memimpin karena saya memiliki token ketua sekte yang dapat membuat kita masuk tanpa di kenakan biaya" ucap Luo yi menghentikan jalan Kevin.
"Baiklah" jawab Kevin yang tiba-tiba berhenti.
"Pemeriksaan sangat ketat, bahkan para penjaga tidak segan melepas pakaian seorang pria di depan sana" gumam Kevin sembari memandang seorang pria yang tengah di periksa.
"Sepertinya di alam atas kesejahteraan bagi ras selain manusia masih belum terlaksana. Selama ini aku hanya dapat melihat manusia saja dan belum melihat siluman, elf, atau ras selain manusia" gumam Kevin.
"Luo yi di mana para siluman berada?" tanya Kevin.
"Para siluman berada di benua hijau. Mereka mendirikan kerajaan dan mengisolasi diri dari dunia luar. Bahkan saya hanya pernah melihat siluman beberapa kali saat pergi ke ibu kota di toko budak" jawab Luo yi.
"Sudah ku duga, bagaimana dengan ras elf?" tanya Kevin.
"Mereka berada di kerajaan song di bagian barat, di dekat istana kekaisaran kaisar awan berkabut" jawab Luo yi.
"Baiklah" ucap Kevin.
Sesampainya mereka di depan gerbang.
"Aku adalah ketua sekte Huantian aku ada kepentingan untuk ke kota, di belakang ku adalah salah satu guru di sekte ku" ucap Luo yi sembari menaruh token berwarna emas memiliki ukiran bentuk bulu merak.
"Baiklah kau boleh masuk, namun lelaki itu tidak boleh kami menaruh curiga terhadapnya" ucap seorang penjaga yang duduk di meja.
"Aku hanya seorang guru biasa untuk apa menaruh kecurigaan terhadap ku" ucap Kevin sembari berjalan mendekati penjaga tersebut.
Tiba-tiba penjaga itu jatuh saat Kevin melewatinya.
"Kau ingin bermain dengan seorang yang tidak bisa kau tangani, lebih baik kerjakan pekerjaan dengan sepenuh hati" ucap Kevin.
Kemudian Kevin dan Luo yi melanjutkan perjalanan mereka.
"Tempat apa yang sangat terkenal di kota longseng?" tanya Kevin.
"Kota longseng terkenal akan kualitas serta keindahan pakaian, perhiasan, dan juga parfum yang memiliki kualitas yang sangat bagus. Tak hanya itu kota longseng juga memiliki tempat pelelangan yang cukup terkenal walau tidak seterkenal yang berada di ibu kota" jawab Luo yi.
"Saat ini aku hanya memiliki pakaian yang bagus, aku tidak ingin terlihat mencolok aku akan membeli baju yang biasa namun nyaman saat di pakai" gumam Kevin.
"Antarkan aku ke toko pakaian paling terkenal aku ingin membeli baju" ucap Kevin.
"Baiklah tuan saya akan mengantar kan anda ke toko baju yang yang" jawab Luo yi.
"Aku tidak mengetahui alasan Luo yi selalu memakai cadar tersebut, mungkin dia tidak ingin menunjukan wajahnya kepada orang lain" gumam Kevin sembari mengikuti Luo yi.
"Kota ini memiliki banyak sekali toko, namun aku belum menemukan toko atau tempat penempa" gumam Kevin.
"Luo yi apa di sini ada toko penempa atau penjual senjata?" tanya Kevin.
"Di bagian timur tempat kita sekarang hampir semua penjualan senjata di monopoli oleh sekte stone hammer, mereka memiliki senjata yang berkualitas tinggi dan juga bagus" jawab Luo yi.
"Apa kau memiliki hubungan yang baik dengan sekte stone hammer?" tanya Kevin.
"Sekte Huantian hanya lah sekte tingkat tiga yang tidak akan sebanding dengan sekte tingkat 1. Sekte tingkat satu hanya ada satu di setiap daerah, di bagian timur sekte stone hammer, di bagian barat sekte heavenly sword, di bagian selatan holy fire, di bagian Utara bloody mountain" jawab Luo yi.
"Apa kau mengetahui tentang keluarga yu?" tanya Kevin.
"Tentu saja keluarga yu merupakan salah satu dari empat keluarga besar di dunia ini , bahkan kedudukan mereka tak jauh dari kedudukan sebuah kekaisaran. keluarga yu berada di barat, mereka adalah satu-satunya keluarga berdarah suci yaitu naga. mereka memiliki bisnis yang sangat besar mereka menjual jimat roh, senjata, Pill, serta jasa pemasangan formasi. Aku sangat ingin pergi ke kediaman keluarga yu dan bertemu dengan tuan muda Zhang yu" jawab Luo yi yang terlihat sangat terkesan setelah menceritakan hal tersebut.
...****************...
Bersambung.