King System

King System
Episode 130



Di sebuah dunia yang berwarna putih dengan lantai basah dengan air yang menggenang setinggi mata kaki.


"Hah di mana ini" ucap Kevin yang tiba tiba bangun.


"Tunggu kenapa kami bisa di sini" gumam Kevin sembari memandang ke arah niana yang tengah terbaring dengan sembari berpegangan tangan dengan Kevin.


"Apa yang terjadi di sini" ucap niana sembari membuka mata.


"Aku juga tidak tau" jawab Kevin.


"Tunggu kenapa kau bisa di sini apa yang kau lakukan pada ku!" teriak niana sembari menutupi dadanya dengan tangan.


"Berhentilah bersikap seperti orang yang bodoh. Aku tidak melakukan apa pun pada mu" ucap Kevin sembari berdiri.


"Aneh di sini aku tidak merasakan efek dari pentakit (TBC pro max)" gumam Kevin sembari menggenggam tangan nya.


"Bagaimana mana ini aku telah di nodai oleh seorang kakek tua" ucap niana yang terlihat sangat ketakutan.


"Berhentilah mengatakan itu aku ini masih muda bukan seorang kakek kakek" teriak Kevin sembari menunjuk ke arah niana.


"Buktinya kau berteman dengan ayah ku" teriak niana.


"Jika aku berteman dengan ayah mu bukan berarti aku ini adalah kakek kakek" teriak Kevin sembari berjalan ke arah niana dengan wajah kesal.


"Apa apa kau mau memukul seorang wanita dasar kau kakek cabul" teriak niana sembari mundur perlahan.


"Tunggu aku tersandung sesuatu" gumam Kevin yang terjatuh.


"Byur" suara air yang tertimpa tubuh Kevin.


"Apa yang kau lakukan" ucap niana dengan wajah merah sembari memandang wajah Kevin yang sedang menimpa nya.


"Tunggu aku tidak sengaja" jawab Kevin dengan wajah merah sembari memandang wajah niana di bawahnya.


"Prok prok prok kisah cinta yang indah. Hati hati nanti kebablasan" ucap seorang kakek tua yang tiba tiba muncul di samping Kevin yang tengah menahan tubuhnya agar tidak meniduri niana.


"Siapa kau" teriak Kevin sembari melompat dengan memasang kuda kuda bertahan.


"Hahahaha tenang tenang aku di sini ingin membantu kalian" ucap kakek itu yang sedang duduk di atas bunga teratai yang sangat besar.


"Niana kau tetap di belakang aku akan menahan orang ini" ucap Kevin.


"Aku tidak akan menyakiti kalian" ucap kakek itu.


"Kau berbohong" ucap Kevin.


"Aku akan memperkenalkan diri ku terlebih dahulu. Nama ku tresno aku merupakan golden immortal terkuat yang pernah ada di alam semesta. Aku di sini akan memberitahu kalau kalian telah di jodohkan sejak kalian masih menjadi ****** dan aku di sini di utus untuk menikahkan kalian" jawab kakek itu.


"Tunggu aku telah memiliki istri" ucap Kevin.


"Lalu apa masalahnya kebanyakan penguasa memiliki banyak istri dan selir" ucap kakek itu.


"Meski seperti itu aku masih tidak mau menikahinya"ucap Kevin.


"Aku juga tidak mau menikahi seorang kakek tua" teriak niana sembari berdiri.


"Nak kalian dengarkan aku terlebih dahulu. Niana memiliki tubuh suci tertinggi tiada tanding yang sering di panggil dengan tubuh suci bidadari emas yang mana bisa membuat pemilik tubuh ini berkultivasi sangat cepat, tahan semua penyakit, serta dapat membantu pasangannya" ucap kakek itu.


"Aku tidak peduli dengan hal itu" ucap Kevin.


"Aku juga tidak mau dengan seorang kakek tua. Aku hanya ingin menikahi seseorang yang sangat berbakat dan baik hati tidak seperti dia yang selalu berteriak kepada ku dari tadi" ucap niana.


"Apa kau yakin tidak mau menikahi seseorang yang akan memimpin dunia mu lagi pula umur kalian itu sama 18 tahun" ucap tresno.


"Mana mungkin orang yang masih muda memiliki rambut putih itu" ucap niana.


"Asal kau tau dia adalah keturunan dari seorang naga dan juga memiliki jiwa kera emas yang mana merupakan hal yang sangat luar biasa kau harusnya merasa bangga bisa menikah dengan nya" ucap tresno.


"Dan Kevin kau harus menikahinya agar kau bisa menjadi penerus kekaisaran basman. Aku adalah pendiri kekaisaran basman dan aku akan memberikan tahtaku pada mu dengan syarat kau harus menikahi niana" ucap tresno.


"Ingat kakek mu Tobi dia menaruh kepercayaan yang besar terhadap mu. Jika kau mati karena penyakit maka semua usaha mu akan sia sia" ucap tresno.


"Berikan aku waktu untuk berfikir" ucap Kevin.


"Bagaimana dengan mu niana" tanya tresno.


"Aku masih tidak mau menikahi orang yang baru aku temui" jawab niana.


Tiba tian tresno menyentuh dahi niana.


"Apa kau melihat itu jika kau tidak menikahinya" ucap tresno.


Seketika menetes air mata niana.


"Apa itu benar benar nyata" tanya niana.


"Benar itu semua nyata dan jika kau tidak menikahinya maka hal itu akan terjadi dan mungkin akan lebih buruk" jawab tresno.


"Darah, mayat, teriakan, langit menjadi merah dengan darah semua itu akan terjadi jika aku tidak menikahinya" gumam niana.


"Kalian bisa memutuskannya nanti dan jika kalian telah memutuskan bisa menemui ku" ucap tresno.


Seketika mereka pun menghilang dan di kirim ke sebuah hutan.


"System di mana aku berada" gumam Kevin.


[Tuan berada di sebuah dunia yang di buat oleh kaisar agung tresno dunia ini hanya busa di masuki oleh jiwa yang memiliki ikatan dengan kaisar tresno]


"Di mana ini" tanya niana sembari berdiri.


"Dunia ini bukan dunia tempat kita tinggal sebelumnya" jawab Kevin.


[Di sini tuan hanya bisa menggunakan kekuatan fisik saja dan juga tuan tidak bisa membeli item dari toko karena item yang berada di toko semua itu adalah benda nyata yang mana tidak bisa di bawa ke dalam dunia jiwa.]


"Di sini banyak monster dan kita tak bisa memakai kekuatan Qi kita hanya bisa memakai kekuatan fisik saja" ucap Kevin.


"Kalian ku beri waktu sampai kapan pun waktu dunia ini berjalan dua kali lebih lambat dari dunia kalian. Jadi fikirkan keputusan kalian dengan matang matang" suara kaisar tresno.


"Cepat ikuti aku jika kau tidak mau di makan monster" ucap Kevin.


"Baiklah aku akan mengikuti mu demi bertahan hidup" jawab niana sembari berjalan mengikuti Kevin.


"Aku harus mencari sesuatu yang spesial dari Kevin" gumam niana.


"Ku harap kami akan baik baik saja" gumam Kevin.


Kemudian mereka pun masuk ke dalam hutan.


"Duak" suara batu yang di hancurkan Kevin.


"Batu ini terlihat lumayan tajam" gumam Kevin sembari memegang batu dengan ujung tajam.


Lalu ia mengambil sebuah dahan kayu yang kokoh.


"Kreek" suara Kevin merobek bajunya.


"Apa yang kau lakukan kenapa kau melepaskan baju mu" teriak niana sembari menutup matanya dengan wajah merah.


"Aku hanya melepas baju bukan celana. Dan juga aku perlu memakai baju ku untuk mengikat batu ini ke dahan agar bisa menjadi kapak" ucap Kevin sembari mengikat batu ke kayu dengan robekan bajunya.


...****************...


bersambung.