
Keesokan harinya.
Terlihat Kevin tengah duduk bersila di tempat biasa, di sampingnya Xiao Lang tengah duduk.
Terlihat mereka tengah bermain catur.
"Permainan ini sangat menarik, yang mulia anda sangat hebat di dalam permainan ini aku bahkan tak dapat melihat celah sedikitpun di setiap gerakan anda" ucap Xiao Lang yang terlihat kebingungan.
"Untuk menang di dalam permainan catur, kau hanya memerlukan dua hal yang pertama mau paham peraturan dan yang kedua kau tau pola gerak nya, itu menurut ku" jawab Kevin setelah itu ia menghisap cerutu di tangannya.
"Pola..? apa yang anda maksud yang mulia" tanya Xiao Lang yang tengah kebingungan sembari ia menjalankan kuda miliknya.
"Seperti yang kau lakukan, itu adalah pola setiap kita ingin jalan atau kita mendapat giliran kita hanya dapat menjalankan bidak sesuai polanya, seperti misalnya kuda hanya dapat berjalan membentuk pola L, lalu benteng yang hanya dapat berjalan di garis lurus, ini yang di sebut pola" jawab Kevin sembari menggerakkan ratu memakan kuda milik Xiao Lang.
"Maaf yang mulia aku masih tidak memahaminya" Tanya Xiao Lang yang terlihat semakin bingung.
"Bidak hanya dapat bergerak dengan pola nya kau tak dapat menggerakkannya dengan pola yang berbeda karena itu peraturannya, kau tak dapat menggerakkan menteri dengan pola kuda begitu juga sebaliknya. namun kau dapat mengarahkan kemana ia bergerak" jawab Kevin.
"Yang mulia aku masih tidak mengerti" ucap Xiao Lang.
"Suatu saat nanti kau akan mengerti, biarkan waktu yang memahamkan mu" jawab Kevin sembari tersenyum.
"Tap..tap..tap" suara langkah kaki yang ramai.
Terlihat Huantou dan kepala keluarga Wei tengah berjalan bersama menuju ke arah Kevin dan Xiao Lang.
"Mereka datang juga" ucap Kevin.
"Sesuai prediksi anda yang mulia" ucap Xiao Lang.
"Salam yang mulia" ucap kepala keluarga Wei sembari memberi hormat kepada Kevin, di ikuti oleh Suantou.
"Salam, kepala keluarga Wei dan juga tamu" jawab Kevin sembari berdiri, di ikuti Xiao Lang.
"Ada keperluan apa hingga kalian menemui yang mulia secara langsung di sini?" tanya Xiao Lang.
"Maaf sebelumnya penasihat Xiao, teman saya ingin bertemu dengan yang mulia karena penasaran dan memiliki pertanyaan" jawab kepala keluarga Wei.
"Yang mulia bagaimana?" tanya Xiao Lang.
"Silahkan duduk semuanya, kalian boleh bertanya apapun kepada ku" jawab Kevin sembari duduk.
"Sebelumnya izinkan saya untuk memperkenalkan diri, nama saya adalah Suantou, saya merupakan salah satu petinggi di sekte Holy fire, saya memiliki pertanyaan apakah benar anda yang telah menyembuhkan penyakit kepala keluarga Wei?" tanya Huantou dengan nada renda penuh dengan rasa hormat.
"Benar atau tidak nya kau dapat bertanya kepada kepala keluarga Wei karena dia yang di sembuhkan" jawab Kevin sembari menyalakan cerutu.
"Ternyata benar orang ini yang menyembuhkan kepala keluarga Wei, aku tak dapat melihat ranah yang ia miliki sepertinya ia menggunakan semacam senjata sihir untuk menutupinya, mata dewa ku tak mungkin bisa di tipu dengan teknik penghilang aura" gumam Huantou.
"Apa anda telah puas berusaha melihat ranah yang ku miliki?" tanya Kevin dengan tatapan tajam.
"Bush..!" suara angin yang berhembus kencang ke arah Huantou membuat rambutnya yang penjaga terbang ke belakang bahkan tubuh nya hampir terpental, akibat angin yang muncul seketika saat Kevin menatap tajam ke arahnya.
Seketika Huantou tertunduk.
"Maafkan saya yang mulia atas kelancangan yang hamba lakukan" ucap Huantou yang terlihat ketakutan, keringat mulai bercucuran, terlihat kaki nya gemetar.
"Dia berusaha mengorek informasi dari yang mulia, sungguh naif" gumam Xiao Lang.
"Paman...!" teriak Eirantou dari kejauhan menyapa Huantou.
Terlihat juga Wei an berjalan di belakangnya.
"Huantou, jaga sikap mu jangan berbuat ceroboh, aku tak dapat berbuat apa-apa jika yang mulia marah dan membunuh kalian, bahkan kekuatan sekte kalian tak akan mampu menahan kemarahan yang mulai, ku harap kau memperingatkan Eirantou soal ini" ucap kepala keluarga Wei menggunakan telapati.
"Baiklah saudara ku" jawab Huantou menggunakan telapati.
"Paman Wei an mengatakan jika ada yang menyembuhkan kepala keluarga Wei aku ingin menemui orang itu" ucap Eirantou yang terlihat sangat bersemangat.
"Eiran diam orang yang kau maksud ada di hadapan mu sekarang" bisik Wei an mencubit baju Eirantou.
"Hah..? siapa, apa lelaki itu, tidak mungkin seorang lelaki yang lebih muda dari paman yang menyembuhkan kepala keluarga Wei apa kau berhalusinasi?" ucap Eirantou.
"Sepertinya aku sekarang paham mengapa kau tidak menyukai gadis itu" ucap Dujuan yang tengah duduk di atas pohon memantau Kevin dan yang lainya.
"Syukurlah kau mengerti sekarang" ucap Wei dong yang tengah berbaring di samping Dujuan dengan santai.
"Menurut mu apa yang akan di lakukan yang mulia?" tanya Dujuan.
"Yang mulia mengatakan jika ia ingin berperan menjadi seorang pemimpin yang berdarah dingin dan di takuti serta di segani, kemungkinan besar beliau akan menunjukan kekuatan nya kepada gadis bodoh itu seperti sebelumnya kepada Huantou" jawab Wei dong.
"Hei terlalu kasar untuk menghina Eirantou dengan sebutan bodoh, walau sikap nya buruk tapi, tak dapat di pungkiri ia termasuk keindahan dunia jangan terlalu kasar kepada wanita" ucap Dujuan.
"Baiklah maafkan aku, kau pasti memiliki alasan lain selain itu" ucap Wei dong.
"Aku hanya tak ingin ras ibu ku di sakiti" Jawab Dujuan.
"Yang kau maksud para woman?" tanya Wei dong.
"Benar, hati nurani ku melarang diri ku menghina atau menyakiti wanita selagi ia tak keterlaluan" jawab Dujuan.
"Bukanya yang mulia hanya ibu mu, mengapa kau juga menjaga para wanita yang bahkan tak peduli pada mu, mereka adalah mahkluk yang paling berbahaya di dunia bahkan melebihi iblis" ucap Wei dong.
"Hei kita terlahir dari rahim seorang wanita dengan kita tak menghormati mereka dan tak menjaga mereka maka di masa depan tak ada lagi yang namanya kasih sayang dan juga rasa kasihan" ucap Dujuan.
"Ku tebak yang mulia yang mengatakan itu" ucap Wei dong.
"Kau benar, seburuk-buruk nya seorang wanita mereka juga memiliki hati oleh karena itu mereka di berikan berkah untuk dapat mengandung, oleh karena itu kita harus melindungi mereka agar generasi kedepannya tidak rusak" ucap Dujuan.
"Tapi yang mulia juga mengatakan senjata paling berbahaya di miliki oleh wanita" ucap Wei dong.
"Yang mulia juga mengatakannya, jika senjata paling berbahaya adalah air mata seorang wanita karena dapat mengubah seorang lelaki" ucap Dujuan.
"Yap kau benar" ucap Wei dong.
Sementara itu di tempat Kevin.
"Eiran cukup" ucap Huantou dengan nada tinggi.
Terlihat Eirantou terdiam mendengar ucapan Huantou.
"Sebelumnya paman belum pernah meneriaki ku, apa jangan-jangan dia memang orang yang di maksud, tapi tidak mungkin ia terlihat sangat muda seperti seorang yang berumur 20 tahun" gumam Eirantou yang terlihat kesal.
"Yang mulia maafkan kesalahan Eiran, dia selalu di manja dan juga terlalu sering di sanjung oleh karena itu ia menjadi besar kepala, mohon maafkan kesalahannya" ucap Huantou yang terlihat panik.
"Yang mulia, ku pikir kita harus memenggal kepala nya" ucap Xiao Lang.
...****************...
Bersambung...