King System

King System
Episode 304 Pangeran Razin



Terlihat Kilauan cahaya yang sangat terang berasal dari gua tempat pangeran Razin berada.


"Benar-benar seorang jenius sejati, hanya dalam waktu beberapa tahun saja ia mampu menaikan ranah nya ke ranah kaisar, aku bahkan memerlukan hampir 45 tahun untuk naik ke ranah kaisar dan itu juga di bantu oleh yang mulia Kevin" gumam paman Qiu yang telah berada di mulut gua ia terlihat terkejut bercampur kagum.


"Sepertinya benar apa yang sedang terjadi, pangeran Razin naik ke ranah kaisar ku pikir hanya candaan dari Las" ucap Qi yu yang baru tiba.


"Tuan Razin memiliki darah dari yang mulia Kevin serta roh penjaga nya yang merupakan salah satu roh penjaga legendaris yang bahkan tidak ada satu orang pun di dunia ini yang dapat mengalahkan roh penjaga itu" ucap Chen yu yang tiba-tiba muncul di samping Qi yu.


"Cucu ku memang hebat aku sangat bangga memiliki dua cucu yang sangat berbakat dan baik seperti mereka" ucap Turgut.


"Apa yang kalian lakukan di sini.. Cepat buat pelindung di sekitar gua agar tidak merusak hutan ini, kita juga perlu melindungi pangeran Razin dari serangan dari luar" ucap Huang sembari mendarat.


"Serahkan kepada ku" ucap paman bog.


Terlihat paman bog duduk sembari mengeluarkan sebuah kertas lalu ia menulis di atas kertas itu.


"Jimat pelindung aktifkan" ucap paman bog sembari memegang kertas yang sebelumnya ia tulis menggunakan dua jari nya.


Perlahan kertas itu terbakar lalu muncul sebuah perisai berbentuk tempurung kura-kura yang menutupi seluruh gua tempurung itu berwarna emas.


"Razin...! kau harus berhasil melewati ujian ini agar kita dapat lebih cepat bertemu dengan ayah..!" teriak niana yang tiba bersama dengan las.


...****************...


Sementara itu di alam atas.


Terlihat Kevin yang tengah duduk di bawah pohon tersenyum.


"Tuan apa yang membuat mu tersenyum?" tanya jenderal yu Bai yang tengah duduk di hadapan Kevin ia terlihat kebingungan dan takut.


"Apa yang membuat yang mulia tersenyum aku merasa takut dengan melihat nya" gumam jenderal yu Bai.


"Anak itu memang berkah dari langit hanya dalam waktu 5 tahun ia berhasil naik ke ranah kaisar sungguh anak yang sangat berbakat, alam atas dan alam bawah memiliki waktu yang berbeda alam bawah memiliki waktu yang lebih cepat di sana telah berjalan beberapa tahun namun di alam atas hanya beberapa bulan, hal ini baru saja terjadi di karenakan robekan ruang yang di buka dengan paksa saat aku naik ke alam atas" gumam Kevin.


"Dalam waktu 5 tahun lagi Razin akan segera naik ke alam atas bersama yang lainya ku harap ia dapat naik ke ranah emperor lebih cepat agar ia dapat naik ke alam atas secepatnya dan dapat bertemu dengan ku" gumam kevin.


"Aku hanya sedang bahagia jangan takut" jawab Kevin sembari tertawa kecil.


"Huusp syukurlah jika begitu anda membuat saya takut setengah mati" ucap jenderal yu Bai sembari menghela nafas dan mengelus dada.


"Jika boleh tahu apa yang membuat anda begitu bahagia yang mulia, maaf jika pertanyaan hamba ini lancang. Dan hamba menyinggung perasaan anda maafkan hamba" ucap jenderal yu Bai.


"Tidak, pertanyaan mu tidak menyinggung ku, aku akan memberitahu alasan aku bahagia. Semua yang ku dapatkan di alam ini akan di pegang oleh satu orang dan itu bukan aku" jawab Kevin sembari menyalakan cerutu.


"Hah..? lalu siapa yang akan mengambil alih?" tanya jenderal yu Bai yang terlihat semakin kebingungan.


"Akan muncul seorang pemuda ia hanya berumur belasan tahun namun memiliki kekuatan setara dengan raja dan kaisar di alam ini, ia mampu menghancurkan gunung hanya dengan satu gerakan nya saja dan pemuda ini akan menjadi simbol perdamaian di semua tempat yang ia injak, dengan mata yang sejernih kristal setajam belati, alis tegas bibir tipis, tulang pipi yang menonjol serta rambut berwarna perak. Hanya dengan suaranya ia dapat membuat singa berlutut, hanya dengan tatapan nya dapat membuat orang merasa gentar, hanya dengan hembusan nafas nya ia dapat membuat orang-orang jahat ketakutan" ucap Kevin.


"Siapa dia..?" ucap jenderal yu Bai menyela perkataan Kevin.


"Hehehe... dialah Razin anak pertama ku" jawab Kevin sembari tersenyum.


"Anda telah memiliki anak? bukankah Anda masih berumur 24 tahun?" tanya jenderal yu Bai.


"Aku memiliki 2 anak yang pertama bernama Eira ia kini berumur 16 tahun ia juga anak yang berbakat bagaikan salju yang dingin bagaikan air yang memandang api ia merupakan penenang, lalu anak ku yang ke dua bernama Razin aku pergi meninggalkan nya saat ia masih berumur 4 tahun, ia memiliki karakter yang keras ia tidak mentolerir kejahatan layaknya berlian yang sulit untuk di hancurkan begitulah ia" jawab Kevin.


"Jadi begitu menurut anda berapa banyak anak yang akan anda miliki?" tanya jenderal yu Bai.


"Aku akan memiliki 9 dan sembilan anak ini akan menjadi orang-orang yang hebat" gumam Kevin.


"Kemungkinan aku akan memiliki 9" jawab Kevin.


"Wah hamba akan sangat senang melayani pangeran dan putri di masa depan, tuan saya akan menjaga pangeran Razin ketika ia datang ke alam atas hamba tak akan membiarkan pangeran Razin terluka" ucap jenderal yu Bai sembari bersujud.


"Jangan pernah lakukan itu, luka adalah kenangan yang dapat membuat kita belajar jika Razin selalu di lindungi ia tak akan bisa bertumbuh" ucap Kevin yang tiba-tiba memasang wajah datar.


"Maaf kan hamba yang mulia" jawab jenderal yu Bai.


"Lupakan mari kita lanjut melakukan pembangunan" ucap Kevin sembari berdiri.


"Siap yang mulia" jawab jenderal yu Bai.


...****************...


Di saat malam hari di alam bawah.


"Heiiii horee...!" terdengar teriakan gembira di seluruh penjuru alam bawah.


malam yang seharusnya gelap kini di penuhi cahaya yang terang.


Perayaan ada di mana-mana membuat suasan menjadi sangat ramai.


Di istana kekaisaran Indo.


Di meja makan.


Terlihat semua orang tengah berkumpul untuk makan.


"Anak ku ibu sangat bangga" ucap niana sembari memeluk Razin yang duduk di samping nya.


"Ibu berhenti memperlakukan ku seperti bayi aku telah dewasa" ucap Razin sembari berusaha melepaskan diri dari niana.


"Diam kau aku tidak bisa bernafas tolong" ucap Razin yang terlihat kesal.


"Cucu ku.. kau harus menikmati nya selagi bisa, sekarang kau telah menjadi kuat besok aku akan mengetes kemampuan mu" ucap


Turgut yang terlihat sangat bahagia.


"Akhirnya aku di lepaskan" ucap Razin sembari menghela nafas.


"Mohon perhatian nya semuanya aku ingin menyampaikan sesuatu" ucap Razin yang tiba-tiba berdiri.


Seketika suasana yang awalnya ramai menjadi sepi dalam seketika.


"Katakanlah anak ku" ucap niana sembari tersenyum.


Terlihat semua orang menatap ke arah Razin dengan wajah datar terlihat menakutkan.


"Setelah berunding selama 2 bulan dengan paman huang aku memutuskan untuk pergi ke gua setan" ucap Razin.


"Tidak..!" teriak niana.


Seketika suasana menjadi tegang.


"Kau tau tempat itu adalah tempat yang sangat berbahaya. Huang sialan kau mempengaruhi anak ku" teriak niana.


"Treet..!" suara kursi yang di geser ke belakang oleh Huang yang berdiri.


Seketika semua orang menatap ke arah Huang.


"Maaf sebelumnya yang mulia ratu, Razin memang sangat berbakat dalam berkultivasi namun ia memiliki pengetahuan yang sangat minim dalam pertarungan yang sebenarnya, dan satu-satunya tempat yang paling cocok adalah gua setan" ucap Huang sembari menunduk.


"Tempat itu begitu berbahaya, gua setan adalah tempat pembuangan monster dan juga roh para penjahat dan pemberontak yang di buang oleh Kevin dan di segel di dalam sana, bagaimana bisa aku membiarkan putra ku masuk ke dalam tempat terkutuk itu, lebih baik ia berlatih di istana agar lebih aman" ucap niana yang terlihat marah.


"Ibu.. anak mu telah dewasa dan tumbuh besar" ucap Razin.


"Ahahahahahahaaaaaa...!" tawa paman bog sangat keras.


"Kakek Bog kenapa kau tertawa..! aku telah serius mengatakan ini" teriak Razin yang terlihat kesal.


"Lihatlah pangeran telah tumbuh besar" ucap paman bog sembari tertawa.


"Ahahahahahahaaaaaa" tawa semua orang.


"Menjengkelkan aku hanya kurang tinggi dengan anak-anak seumuran ku kenapa kalian selalu mengejek kuuu...!" teriak Razin.


"Kak lihat mereka" ucap Razin dengan nada manja.


"pft.... mereka tidak salah adik" jawab Eira sembari menahan tawa.


"Kau sama saja" ucap Razin yang terlihat semakin kesal.


"Semuanya berhenti...!!" teriak Razin sangat keras.


Bersamaan dengan itu meja makan pun terbang ke dan hancur di udara.


Terlihat rambut Razin mulai terangkat.


"Berhenti mengejek tinggi badan ku dan dengarkan apa yang ingin ku katakan" ucap Razin.


terlihat semua orang diam.


"Yang tidak menyetujui aku pergi angkat tangan" ucap Razin yang terlihat mulai tenang.


Terlihat semua orang mengangkat tangan kecuali Huang.


"Apa alasan kalian tidak mengizinkan aku untuk pergi?" tanya Razin.


"Anda masih terlalu lemah pangeran untuk memasuki gua setan, setidaknya anda harus memiliki pengalaman bertarung secara nyata setara dengan prajurit elit kekaisaran" jawab paman Qiu.


"Begini saja, kakek akan mengizinkan kau untuk pergi ke gua setan jika kau berhasil membuat kami mundur dengan satu gerakan mu" ucap Turgut.


"Benarkah..?" ucap Razin yang terlihat antusias.


"Benar..!" jawab semua orang kecuali niana dan Eira.


"Baiklah aku akan mencoba siapa yang lebih dulu?" tanya Razin yang terlihat sangat bersemangat.


"Aku akan maju duluan" jawab las sembari berdiri.


"Baiklah mari kita coba" ucap Razin.


Terlihat semua orang berdiri dan mundur.


"Jika anda berhasil menggerakkan tubuh kami walau hanya satu inci maka anda akan di perbolehkan untuk masuk ke dalam gua setan sendiri" ucap las.


"Baiklah aku ingin mencoba" jawab Razin sembari berjalan mendekati las yang tengah berdiri di tengah.


...****************...


Bersambung