King System

King System
duel malapetaka 2



"Kenapa pedang ini datang ke tangan ku" gumam kevin sembari memegang pedang naga api di tanga kanannya.


"Nak pedang itu menghampiri mungkin karena kau telah di akui sebagai tuan nya yang baru. Asal kau tau pedang ini adalah pedang yang ku bawa mengelilingi alam semesta bersama saudara saudara ku. Selain pedang ini kau nanti akan di minta untuk mencari senjata milik saudara ku agar bisa di satuan menjadi senjata dewa milik ayah" ucap Red dalam fikiran kevin.


"Maksudmu milik kakek yu" gumam kevin.


"Ya" jawab Red dalam fikiran kevin.


"Bagaimana aku berikan kesempatan terakhir kau mau atau tidak" ucap fak.


"Jangan mimpi. Kau telah membunuh salah satu anggota keluarga ku. Selain itu kau juga telah melukai yang lain. Aku akan membunuh mu" jawab kevin dengan ekspresi kebencian yang terlihat bagaikan seorang monster.


"Baiklah jika kau meminta hal itu" ucap fak.


" Seribu pedang" teriak kevin sembari terbang ke arah fak.


Terlihat pedang bayangan kevin berubah yang awalnya berwarna emas kini berwarna merah dengan corak api dan lava selain itu jumlah bayangan pedang yang di keluarkan kevin kini berjumlah ribuan.


"Tubuh anak ini terasa sangat panas seakan tubuh ku akan meleleh" ucap fak sembari menahan aura yang di keluarkan kevin.


Seketika dahi kevin muncul tato matahari yang berwarna merah keemasan. Serta matanya berubah menjadi merah dan mengeluarkan api.


"Anak ini sudah menguasai teknik pedang naga api hanya dalam waktu 5 hari. Bahkan dulu aku perlu waktu 25 tahun untuk menyempurnakan teknik buatan ku ini" gumam Red.


"Taaaaaang" suara pedang yang beradu.


"Apa kau tidak tau jika tangan ku bisa berubah menjadi apapun yang ku ingin kan" ucap fak sembari menahan serangan kevin menggunakan kedua tangannya yang berubah menjadi pedang.


"Sungguh tenaga ini sangat kuat" gumam fak dengan wajah berkeringat.


"Apa kau sudah tidak tahan" ucap kevin dengan suara yang besar seakan seperti harimau.


"duss" seketika fak terlempar sangat jauh karena ia tidak bisa menahan serangan kevin.


"Hanya begitu kau sudah terpental" ucap kevin.


"Nak kau jangan membuang buang waktu kau hanya punya waktu 3 menit lagi untuk bertahan" ucap Red di dalam alam bawah sadar kevin.


"Baiklah aku akan lebih cepat lagi" jawab kevin sembari terbang ke arah fak yang masih terlempar.


"Sungguh kekuatan bocah itu sangat kuat. Bahkan Kekuatannya setara dengan mahluk kutukan tingkat prajurit" gumam fak yang masih terlempar.


(Mahluk kutukan di bagi menjadi 8 level yaitu.


1.Biasa


2.Menengah


3.tinggi


4.prajurit


5.elit


6.raja


7.kaisar


8.imortal.


Level mahluk kutukan tidak sama dengan ranah kultivasi. Makhluk kutukan sangat kuat mereka memiliki kekuatan berkali kali lipat dari kultivator biasa.)


"Duak" suara kevin yang memukul wajah fak sangat keras hingga membuat fak terlempar lebih cepat.


"Duak duak" suara kevin yang terus memukul fak hingga terlihat kevin seperti sedang bermain tenis.


"Jika aku terus di pukul seperti ini maka aku akan mati dalam hitungan beberapa menit saja. Aku harus lepas" gumam fak.


"Ayo cepat lah mati dasar mahluk menjijikan" gumam kevin sembari terus memukul wajah fak sangat keras.


"Saat ini aku harus berpindah ke tubuh Huang ling" gumam fak yang wajahnya sudah hancur karena di pukul kevin.


"Krak" suara kepala yang hancur.


"Akhirnya kau mati juga" ucap kevin sembari menarik tangannya yang sudah di penuhi darah berwarna hijau.


"Maksudmu gimana bukanya kepalanya sudah hancur" jawab kevin.


"Dia belum mati hanya saja dia berpindah tubuh" ucap Red dalam fikiran kevin.


"System di mana fak berada?" gumam kevin sembari berbalik.


"TuaaaaaaaaaĆ aaaaaaaaaaaaaaaaan awas" teriak Huang yang sedang terbang ke arah kevin.


"Kenapa huang berteriak" ucap kevin.


"Cruk" suara tusukan pedang yang mengenai perut kevin.


[Fak ada di hadapan anda]


"Tuaaaaaaan" teriak Huang.


"Cih System sialan kau terlalu lambat seperti biasanya" ucap kevin sembari mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Kau tidak mengira ini bukan hehehehe" ucap fak yang kini berada di tubuh Huang ling sembari ia memegang pedang yang menusuk kevin.


"Memang kau kira pedang mu ini bisa melukai ku" ucap kevin sembari menatap tajam ke arah fak.


"Duaaaak" suara tendangan yang sangat keras hingga membuat fak terlempar ke arah pagoda suci yang telah hancur meninggalkan satu pilar besar di sana.


"Uhuk bocah itu masih memiliki kekuatan yang besar setelah aku menusuk nya dengan pedang yang ku berikan kutukan" ucap fak yang sedang ber sender di pilar.


"Kau sungguh membuatku sangat marah. Dasar kau makhluk laknat" teriak kevin yang kini berada di hadapan fak.


"Hei nak bagaimana jika aku memberikan pusaka dan kau hanya perlu memberikan kebebasan kepada ku" ucap fak.


"Aku tidak peduli kau telah membunuh anggota keluarga ku yang berharga. Dan juga kau sudah melukai yang lainya" ucap kevin sembari meneteskan air mata.


"Selain itu kau telah banyak membunuh orang bahkan kau mengorbankan anak anak hanya untuk mendapatkan sebuah mutiara yang bisa membuat awet muda" ucap kevin.


"Kenapa!" teriak kevin sembari memukul wajah fak.


"Kenapa kau melakukan itu. Gusmo memiliki sifat yang baik dia selalu menolong ku setiap saat dan kau telah membunuh nya" ucap kevin sembari terus memukul wajah fak sangat keras.


"Nak kau hanya memiliki waktu 1 menit" ucap Red dalam fikiran kevin.


"Sepertinya tuan sangat marah" gumam huang sembari mengawasi kevin dari belakang di ikuti paman Qiu,bog,mugi,tiger,rian, dan empat penjaga.


"Teknik pedang naga api" teriak kevin sembari mengayunkan pedangnya ke arah fak.


"Duaaaaar" suara ledakan yang berasal dari tebasan pedang kevin yang sangat dahsyat bahkan pilar yang di sandari fak juga ikut terpotong.


Tiba tiba muncul sebuah portal yang sangat besar di hadapan kevin.


"Itu portal menuju benua tengah" ucap huang.


"Portal ini menghisap ku ke dalam" gumam kevin sembari menahan tubuhnya menggunakan pedangnya yang di tancap kan di tanah.


"Tuan itu adalah portal menuju benua tengah. Tuan tidak akan bisa menahan kekuatan hisapan portal itu karena tuan sudah berada di ranah penguatan jiwa dana roh" teriak Huang.


"Sepertinya memang aku harus pergi ke benua tengah" gumam kevin.


"Huang aku titip yang lainya saat yang lainya sudah berada di ranah penguatan jiwa dan roh maka datanglah ke benua tengah" teriak kevin aku.


"Tuan kami akan datang menemui mu saat kami sudah kuat tuan" teriak semua orang sembari berlutut.


"Ambil ini" teriak kevin sembari melempar mutiara kehidupan.


Kemudian kevin pun masuk ke dalam portal.


"Tuan aku pasti akan merindukan mu" gumam paman Qiu sembari meneteskan air mata.


...----------------...


...****************...


Bersambung.