
"Oh iya ini ku bawakan ikan tuna seperti yang jemarin" ucap kevin sembari memberikan ikan sebesar tubuh orang dewasa serta air.
"Pangeran kenapa kau memberitahu kakek dulu bukanyanglainya" tanya naina.
"Ya karena aku merasakan ada ikatan yang sangat erat dari kami walaupun kami baru bertemu 4 hari yang lalu" jawab kevin.
"Oh ya kami pergi dulu ya" ucap kevin.
"Baiklah datang lagi ya" jawab putih dengan mulut penuh makanan.
"System kirim kami" ucap kevin sembari merangkul pinggang naina.
Kemudian mereka pun di kirim tepat di samping meja makan. Terlihat semua orang kebingungan karena kevin tiba-tiba muncul sembari merangkul pinggang naina.
"System kenapa kau mengirimkan kami di sini" gumam kevin dengan wajah yang memerah.
Lalu naina pun berjalan tanpa berkata apa-apa dengan wajah yang memerah.
"Ehm ayo lanjut makan" ucap kevin.
kemudian mereka pun melanjutkan makan mereka dan kevin langsung duduk di kursi milik nya.
"Oh jadi naina itu kekasihnya pangeran. Menurutku naina memang sangat cocok karena wajah dan tubuhnya yang cantik serta suara yang lembut" gumam bog sembari memakan makanan nya.
"Ya sepertinya hubungan mereka semakin dekat" gumam paman Qiu.
"Senang rasanya melihat pangeran seperti itu" gumam gusmo.
"Ya aku berharap mereka akan selalu bersama" gumam mugi.
"Sepertinya anakku dan pangeran saling mencintai" gumam gusi.
"Cantik kenapa wajahmu memerah" tanya kevin mengunakan telepati.
"Tunggu suara ini adalah suara pangeran kevin " gumam naina sembari menoleh ke arah kevin dengan wajah yang memerah.
"Iya itu memang suara ku" ucap kevin mengunakan telepati.
"Tapi kenapa bisa bukanya pangeran hanya diam saja" gumam naina.
"Ya ini yang di namakan telepati" ucap kevin menggunakan telepati.
Singkat cerita di siang harinya.
Terlihat kevin dan gusi sedang berdiri memantau pembangunan benteng.
"Hmm menurutku kita hanya perlu waktu dua minggu lagi untuk menyelesaikan benteng ini" ucap gusi.
"Iya Baiklah agar lebih cepat aku akan mengeluarkan prajurit baruku" ucap kevin.
"System transfer pengetahuan tentang konstruksi pembangunan benteng ke prajurit mayat hidup baruku" gumam kevin.
[Transfer berhasil memotong 200 coin jiwa]
"Baiklah semua cepat bekerja" terikat kevin ke arah prajurit barunya.
Lalu mereka pun bekerja sangat cepat.
"System perlu berapa lama untuk membangun benteng ini" gumam kevin.
[7 hari]
"Wah jadi begitu" ucap kevin.
"Paman gusi tolong panggil pekerja keras sini" ucap kevin.
"Siap tuan" jawab gusi.
Beberapa saat kemudian.
"Baiklah apa semua orang sudah berkumpul" tanya kevin.
"Ya tuan semua orang sudah berkumpul" tanya kevin.
"Iya tuan" jawab gusi.
"Baiklah dengan 400 orang ini aku bisa membangun kota lebih cepat" gumam kevin.
"Baiklah semuanya aku akan memberikan tugas memperbaiki rumah rumah di kota serta membangun jalan yang baru" Teriak kevin.
"Apa kalian keberatan" teriak kevin.
"Tidak tuan" jawab mereka.
"Baiklah aku sudah menyiapkan bahan bahan nya jadi kalian hanya tinggal bekerja" ucap kevin.
"Baiklah aku hanya ingin mengatakan itu silahkan bekerja" teriak kevin.
"Siap"
Kemudian mereka pun mulai mengambil gerobak dan mulai mengangkut bata dan semen dan mereka langsung berkeliling untuk memperbaiki rumah.
"Baiklah paman Aku akan ke istana dulu" ucap kevin.
"Baiklah serahkan semua pada hamba" jawab gusi.
"Ok" ucap kevin sembari menaiki pedang terbang menuju ke istana.
Sesampainya kevin di istana.
"Paman bog apa kau akan pulang hari ini atau kau akan menginap beberapa hari" tanya kevin.
"Ini kemarin aku lupa untuk memberikan nya" ucap kevin sembari memberikan cincin ruang.
"Baiklah tuan terima kasih" jawab bog.
"Baiklah aku akan pergi ke sekolah dulu ya" ucap kevin sembari berjalan.
"Iya" ucap bog dan paman Qiu.
Saat di sekolah.
Kevin menggunakan jurus langkah bayangan dan ia muncul di belakang naina.
"Suuut" ucap kevin memberi menaruh jari telunjuk di bibir nya.
Lalu kevin pun menutup kedua mata naina mengunakan tangan.
"Tebak siapa aku" ucap kevin dengan suara yang di buat buat.
"Hei lepaskan pangeran tolong lepaskan" ucap naina sembari mencoba melepas tangan kevin yang menutup matanya.
"Hahahahahahaa" ucap para murid.
"Kenapa kau bisa tau jika aku yang menutup mata mu" tanya kevin.
"Ya karena wangi dari tubuh pangeran" jawab naina.
"Oh jadi begitu" ucap kevin.
"Baiklah anak anak kali ini aku akan menceritakan sebuah cerita" ucap kevin.
"Cerita apa pangeran" ucap para murid.
"Cerita ini berjudul malin kundang" jawab kevin.
Beberapa menit kemudian.
Terlihat semua murid menangis.
"Jadi pesan yang bisa kita ambil dari cerita tersebut adalah" ucap kevin.
"Jangan durhaka pada orang tua" jawab para murid sembari menangis.
"Naina kenapa kau menangis" tanya kevin.
"Aku tidak tega ibunya di perlakukan seperti itu" ucap naina.
"Sudah jangan bersedih lagi pula itu sudah berlalu" ucap kevin sembari menghapus air mata naina mengunakan kain putih.
"Terima kasih" ucap naina.
"Ok anak anak kalian harus ingat jika kalian ingin menjadi orang yang berhasil di masa depan maka kalian harus menyayangi orang tua kalian karena orang tua kalian telah membesarkan kalian sampai hari ini" ucap kevin.
"Iya tuan" jawab mereka.
"Apa kalian janji" tanya kevin.
"Iya" jawab mereka.
"Baiklah kalian boleh pulang" ucap kevin.
Kemudian mereka pun pulang ke rumah dan di ruang kelas hanya tinggal kevin dan naina.
"Naina ayo kita jalan jalan" ucap kevin.
"Jalan jalan kemana" tanya naina.
"Entah aku juga tidak tahu tapi aku merasa ingin di dekat mu" jawab kevin.
"Pangeran jendral don sedang menunggu tuan di aula istana" ucap gusmo.
"Oh Baiklah aku akan ke sana" jawab kevin.
"Ayo naina" ucap kevin.
"Tapi aku tidak pantas menemui seorang jendral terkuat di kerajaan ini" jawab naina.
"Apa yang kau bicarakan. Kau adalah calon istri ku mana mungkin kau tidak pantas menemui jendral" ucap kevin
"Ayo" ucap kevin dengan tiba tiba menggendong naina.
"Baiklah tuan aku akan ikut tapi turun kan aku" ucap naina.
"Baiklah ayo" ucap kevin.
"Iya" ucap naina sembari memerangi tangan kevin.
"Uhuk ayo cepat jendral tidak memiliki waktu yang banyak untuk menunggu kalian pacaran" ucap gusmo.
"Heheh baiklah" jawab kevin.
Sesampainya mereka di aula.
"Salam pangeran" ucap jendral don sembari menundukkan kepala.
"Halo Kekek don lama tak berjumpa" ucap kevin.
"Hahahaha tak ku sangka pangeran telah tumbuh sebesar ini" ucap jendral sembari memeluk kevin.
"Hei don lama tak jumpa" teriak paman Qiu dari kejauhan.
"Sudah tujuh tahun kita tak bertemu" ucap paman Qiu.
"Ya kau tau lah aku selalu berperang" jawab jendral don.
"Oh iya kenapa kau datang ke sini" tanya paman Qiu.
"Tentu saja aku ingin memberikan selamat atas kemenangan kalian di kota soba" ucap jendral don.
"Janc*k don" teriak bog dari kejauhan.
...****************...
...****************...
Bersambung.
Nama: don hun
umur: 50th
ranah: tetua bintang tiga
status: jendral terkuat di kerajaan agraris