
Di aula kekaisaran Sulan terlihat banyak orang berkumpul.
"Aku akan memperkenalkan seseorang yang akan menjadi partner kita mulai sekarang" ucap kaisar Harald.
Terlihat seorang pria dengan kumis cumi cumi berjalan dari belakang singgasana kaisar Harald.
"Salah semuanya aku adalah jenderal belius aku adalah salah satu petinggi dari klan Tokor yang akan membantu kalian mulai sekarang" ucap Belius alias pria berjanggut cumi.
...****************...
Sementara itu di tempat Kevin terlihat Kevin sedang duduk di atas atap sembari meminum kopi dan melihat matahari terbenam.
"Matahari terbenam memang sangat indah" ucap Kevin.
"Besok aku akan mulai melakukan perbaikan. Aku telah mendapatkan cara agar sembuh dari penyakit TBC pro max. Yaitu dengan cara naik ranah maupun menjadi kultivator. Karena saat tubuh naik ranah imun serta kekuatan alam bertambah dan karena awalnya tubuh ada sebuh kecacatan maka itu akan sembuh" gumam Kevin.
"Dan orang yang telah sembuh kini memiliki kekebalan atas virus TBC pro max" gumam Kevin.
[Mendeteksi terdapat klan Tokor di benua ini. Tuan harus segera membunuhnya sebelum mereka bangkit.]
"Klan Tokor apa itu?" tanya Kevin.
[Klan Tokor adalah tempat para ras siluman pengerat serta siluman ikan bersatu. Gerbang laut kematian telah terbuka dan pra ras siluman ikan telah lepas. Di sarankan agar tuan mempersiapkan diri karena ras manusia ikan memiliki kekuatan tubuh serta senjata yang sangat canggih.]
"Apa kelemahan dari ras ini?" tanya Kevin.
[Belum di ketahui karena level system terlalu rendah.]
"Sepertinya aku harus lebih berhati hati mulai sekarang" gumam Kevin sembari turun ke bawah.
"Aku harus pergi ke gerbang untuk menambah pertahanan" gumam Kevin sembari terbang sangat cepat ke arah gerbang kota.
...****************...
Sesampainya di sana.
"Aku harus membuat pertahanan udara jadi aku akan membuat pelindung di atas kota Guang" gumam Kevin.
[Tuan ras ikan dapat berpindah tempat menggunakan air selama sumber air itu ada di darat. System memberi saran agar tuan membuat pulau terapung.]
"Berapa uang yang ku miliki sekarang" tanya Kevin.
[Tuan memiliki cukup uang untuk membuat kota Guang terapung dan juga tuan masih memiliki 100.000 sisa kristal sihir jika di gunakan membangun pulau terapung.]
"Jika aku membuat kita Guang terapung maka inti aura akan tertinggal dan kami tidak akan mendapatkan keuntungan sama sekali" ucap Kevin.
[Tuan dapat membuat formasi pengumpul aura tingkat 5 yang mana akan mengumpulkan aura satu benua ke pulau terapung milik tuan.]
"Baiklah tapi aku akan pergi memberitahu seluruh warga agar mereka bersiap suap terlebih dahulu. Aku takut nanti ada yang tertinggal" ucap Kevin.
"Oh iya bagaimana dengan istana emas" tanya Kevin.
[Tuan dapat menjual itu ke system dan System akan membeli dengan harga 300.000 kristal sihir tingkat tinggi.]
"Baiklah aku setuju aku akan menjual istana emas ke pada mu" ucap Kevin sembari mendarat ke arah tetua Yen yang sedang berkumpul makan makam dengan yang lainya.
"Salam semuanya. Tolong beritahu semua warga untuk membawa semua barang atau kerabat yang berada di luar kota" ucap Kevin.
"Memang apa yang mau kau lakukan menantuku" tanya kaisar Turgut sembari merangkul Kevin.
"Aku akan mengangkat kota ini menjadi kota terapung" jawab Kevin.
"Tunggu bagaiman bisa kau melakukan itu" ucap kaisar Turgut.
"Jangan meremehkan menantu mu. Aku bisa melakukan segalanya kecuali menjadi tuhan" ucap Kevin.
"Hahahaha itu baru seorang pria" ucap kaisar Junet.
"Mari minum bersama ku" ucap kaisar Junet yang terlihat mabuk berat.
"Tidak terima kasih aku masih ada banyak pekerjaan" jawab Kevin.
Lalu Kevin pun pergi ke kamarnya.
"Blak" suara pintu kamar yang di buka Kevin.
Terlihat niana sedang mengikat rambut Eira di depan cermin.
"Papa" ucap Eira.
"Halo Eira yang cantik dan pintar" ucap Kevin sembari mengelus rambut Eira dan mengecup kepalanya.
"Eira apa kau ingin melihat kota terapung" tanya Kevin.
"Tentu saja Eira mau memang di mana kota terapung itu" jawab Eira yang terlihat sangat senang.
"Sebentar lagi kota kita akan menjadi kota terapung ke lima di benua ini" ucap Kevin.
"Benarkah wah papa hebat sekali" ucap Eira.
"Di pulau terapung nanti akan ada dua bidadari cantik" ucap kevin.
"Benarkah di mana apa Eira boleh menemuinya?" tanya Eira.
"Dua bidadari itu ada di hadapan papa sekarang yang satu bidadari kecil dan yang satu" ucap Kevin sembari menatap ke arah niana dan seketika ia menghilang sebelum ia menyelesaikan kata katanya.
Terlihat niana tersenyum sembari terus menguncir rambut Eira.
"Kak niana siapa bidadari yang di maksud papa tadi?" tanya Eira.
"Itu adalah kamu" jawab niana sembari tersenyum.
"Lalu siapa yang kedua" tanya Eira.
"Aku juga tidak tau" jawab niana.
...****************...
Saat malam hari terlihat semua orang telah berkumpul di alun alun kota.
"System buat kota ini terapung" gumam Kevin sembari menatap ke arah langit yang di penuhi bintang sembari menggendong Eira.
[Membuat kota Guang yang seluas 52 km² memotong 50.000 kristal sihir. Memasang pelindung memotong 20.000 kristal sihir tingkat tinggi.]
Tiba tiba kota Guang terangkat ke atas langit dengan kecepatan tinggi.
"Apa kita akan baik baik saja" tanya niana yang berdiri berdempetan dengan Kevin.
"Tentu saja kita baik baik saja" jawab Kevin sembari merangkul niana.
"Aku telah meminta tolong pada Qi yu, Chen yu, dan Bogu yu untuk menjemput semua keluarga Asep dan yang serta Budi dan juga Tenggor serta Las" gumam Kevin.
"Budak budak yang telah ku beli juga kini telah beradaptasi bahkan sulit membedakan yang mana warga dan juga mantan budak" gumam Kevin.
Tiba tiba kota berhenti terbang ke atas.
[Sekarang tuan berada di ketinggian 35.677 km² di atas permukaan laut dan juga pulau terapung ini menjadi yang tertinggi dari pulau lainya.]
"Sekarang kita telah berada di atas kalian bisa melihat ke bawah tapi kalau terjatuh aku tak tanggung jawab. Dan kalian jangan khawatir aku telah membuat pelindung yang dapat menghalangi apapun yang akan jatuh ke bawah" ucap Kevin.
"Eira apa kau tidak mengantuk sekarang sudah malam. Apa kau mau tidur bersama papa" tanya Kevin.
"Tidak Eira mau tidur di kamar Eira sendiri. Jika Eira tidur bersama papa nanti berisik" ucap Eira sembari turun dari gendongan Kevin dan ia berlari ke arah tetua Yen.
Terlihat semua orang sangat kagum melihat pemandangan bintang yang sangat indah karena di lihat dari dekat menjadi sangat jelas.
"Aku akan pergi ke kamar" ucap Kevin.
...****************...
Bersambung.