King System

King System
Episode 271 melanjutkan perjalanan



"Yu Zhong aku ingin pergi ke kota Samanda, aku sangat penasaran dengan kota yang kau bangun selama ini" ucap Kevin.


"Baiklah di dekat sini ada portal penghubung ke kota Samanda, salah satu anak buah ku membuatnya agar memudahkan akses kami saat ingin keluar kota membeli sesuatu, kau pasti akan kecewa karena kota yang ku pimpin sangat kacau, di sana berisi semua ras, siluman, elf, raksasa, dan lain-lain" jawab yu Zhong.


"Aku menyukai perbedaan dan juga menyukai keberagaman, karena menurut ku itu adalah hal yang indah, lebih baik melihat sesuatu yang beragam di bandingkan sesuatu yang sama saja" ucap Kevin.


"Kau tidak pernah berubah, bahkan tim kita dulu juga memiliki asal usul yang berbeda-beda, Eka yang merupakan keturunan orang hitam, Satya yang keturunan China, lalu aku keturunan Dayak. Kau sengaja memilih kami padahal banyak orang-orang yang berasal dari tanah Jawa yang memenuhi kriteria untuk memasuki tim mu, namun kau memilih kami" ucap yu Zhong.


"Aku hanya merasa kedekatan di antara kita saat pertama kali bertemu, kalian adalah kombinasi yang sempurna untuk menjadi pendamping ku" ucap Kevin.


"Kevin aku menemukan token ini saat membantu tuan yu Zhong, token itu berada tak jauh dari tempat ia terluka" ucap Dujuan sembari memberikan token emas berukir palu yang memancarkan aura merah.


"Itu adalah token guru sekte stone hammer, di perlukan seorang kultivator ranah golden emperor untuk mendapatkan posisi tersebut" ucap system yang tiba-tiba muncul di samping Kevin.


"Apa dalam penyerangan mu ada campur tangan dari sekte stone hammer?" tanya Kevin.


"Aku tidak bisa mengidentifikasi mereka, karena saat aku di sergap saat itu sangat gelap karena malam, aku hanya mendengar dua jenderal kekaisaran timur yang membeberkan status mereka kepada ku" jawab yu Zhong.


"Apa alasan mu hingga bisa di buru oleh hampir seluruh kekaisaran di dunia ini?" tanya Kevin.


"Aku tidak bersalah, aku hanya membawa putri kaisar timur, karena kami saling jatuh cinta, karena tidak di berikan izin untuk menikahi putri nya, aku akhirnya membawa putri pergi bersama ku ke kota Samanda, dan kami kini telah hidup bahagia, kejadian itu masih baru-baru ini baru 5 bulan berlalu" jawab yu Zhong.


"Oh jadi begitu, ku pikir rumor tentang anda yang menculik tuan putri salah, putri yang anda culik adalah tunangan dari tuan muda keluarga yu, yaitu yu Zhang, yu Zhang memerintahkan seluruh dunia untuk membawa kepala anda dengan bayaran 2 juta kristal sihir tingkat tinggi" ucap Dujuan.


"Kau mengetahui nya, ku pikir kau hanya badut bodoh yang hanya tau makan" ucap yu Zhong.


"Seharusnya kau sadar, jika apa yang kau lakukan dapat membahayakan kekasih mu, kenapa kau tidak memikirkan hal itu?" tanya Kevin.


"Aku telah buta oleh cinta, rasa sayang ku terhadap putri Vivian tidak bisa terelakkan, bahkan aku bersedia menyerahkan seluruh dunia demi menikah dengan nya, aku tidak akan membiarkan ia menikah dengan bajing*n yu Zhang" jawab yu Zhong.


"Tpi seharusnya kau bisa berpikir dewasa, Jika apa yang kau lakukan berdampak sangat buruk, kau pikir dengan ranah ku sekarang kau tidak terkalahkan. Di atas langit masih ada langit kau harus paham itu" ucap Kevin sembari menyalakan rokok kembali.


"Bagaimana dengan mu, apa kau sudah memiliki kekasih?" tanya yu Zhong.


"Aku sudah memiliki anak laki-laki dan satu anak perempuan" jawab Kevin.


"Apa....! tidak mungkin diri mu yang merupakan prajurit paling dingin di hadapan wanita, kini memiliki anak bahkan dua, dan hanya memerlukan 5 tahun, siapa wanita yang dapat meluluhkan hati mu?" tanya yu Zhong.


"Kau juga akan mengetahuinya nanti, aku akan mencari informasi tentang Eka dan juga Satya" ucap Kevin.


"Aku tau itu, namun tidak ada salahnya mengumpulkan informasi terlebih dahulu tentang mereka, aku akan melakukan penyerangan ke tempat kediaman keluarga yu dalam waktu dua minggu kurang" ucap Kevin sembari berdiri.


"Apa kau gila, keluarga yu memiliki kekuatan yang hampir setara dengan satu kekaisaran mereka memiliki 4 kultivator di ranah mahayana bahkan mereka memiliki satu kultivator ranah mahayana puncak, apa kau cari mati dengan ingin melawan mereka" ucap yu Zhong yang terlihat sangat terkejut.


"Kau jangan pernah meremehkan strategi ku, kau telah melihat ku bertarung dan menyusun rencana selama 10 tahun, dan kau tau jika strategi ku selalu berhasil seratus persen" ucap Kevin.


"Walaupun begitu tindakan mu sangat gegabah, selain memiliki 5 kultivator ranah mahayana, mereka juga memiliki koneksi yang sangat baik di dunia ini, aku tidak yakin jika rencana mu akan berhasil, selain itu jumlah yang kita miliki sangat sedikit, aku akan membantu dengan 200 bawahan ku, tapi aku tidak yakin jika kita akan menang bahkan aku tidak yakin jika kita akan pulang dengan selamat" ucap yu Zhong.


"Aku memiliki istri yang selalu menunggu di rumah, kau memiliki istri dan juga dua anak yang selalu menunggu mu, kau harus memikirkan mereka" ucap yu Zhong.


"Yang ku lakukan ini juga demi mereka, selain itu aku yakin seratus persen akan berhasil, kau hanya perlu mengikuti arahan ku saja ku yakin kita akan menang dan selamat" ucap Kevin.


"Terserah apa yang ingin kau lakukan, aku akan membuatmu tapi kau harus berjanji akan menjamin keselamatan ku" ucap yu Zhong.


"Aku menjamin keselamatan mu" jawab Kevin.


"Aku juga akan ikut membantu" ucap Dujuan.


"Hei badut memang kau bisa melakukan apa?" tanya yu Zhong.


"Aku memiliki kekuatan listrik yang dahsyat, aku yakin dapat membantu dalam penyerangan ini, lagi pula aku juga keluarga yu sama seperti Kevin, aku akan membantu Kevin karena aku telah berjanji" jawab Dujuan.


"Memang sekuat apa petir yang kau miliki hingga optimis seperti ini, cepat serang aku dan buktikan bahwa petir mu memang sangat dahsyat" ucap yu Zhong.


"Heheheh... ku peringatkan jangan main-main dengan petir Dujuan" ucap Kevin sembari tertawa kecil.


"Petir...!" teriak Dujuan sembari menunjuk ke arah yu Zhong.


"Duaaar.....!" suara petir yang meledak saat mengenai tubuh yu Zhong, mengakibatkan yu Zhong pingsan dengan rambut yang gosong serta tubuh yang kaku.


"Sudah ku peringatan, bahkan aku masih merasakan sakit saat terkena serangan petir Dujuan, walau tidak dapat melukai ku tapi tetap saja itu berbahaya bagi yang lain" ucap Kevin sembari tersenyum.


...****************...


Bersambung....