
"Kenapa kau memukul ku. Sakit tau" teriak Aldi sembari mengusap kepalanya yang benjol.
"Makanya kau itu harus menjadi pintar" jawab Jun wang.
"Hei berhenti lah bercanda" ucap seorang pria yang memiliki burung elang yang sedang bertengger di barunya.
"Terserah kami. Makanya kau harus mencari teman jangan hanya bermain dengan burung mu itu dasar lin" ucap Jun wang.
"Cih lebih baik aku berteman dengan burung dari pada berteman dengan lelaki yang kalah melawan wanita" jawab lin sembari berbalik.
"Apa maksud mu menghina ku. Lagi pula kau juga kalah melawan gea" teriak Jun wang.
"Dasar. Padahal mereka sudah berumur 28 tapi sifat mereka sama seperti anak anak" ucap seorang wanita dengan pakaian orang bar bar.
Tiba tiba pintu terbuka.
"Apa yang kalian ingin kan" ucap kevin sembari berjalan keluar.
"Ketua maukah kau menjadikan kami murid" ucap para murid dengan serentak sembari berlutut.
"Sudah ku duga hal ini akan terjadi" gumam kevin sembari menghela nafas.
"Maaf aku belum ada minat" ucap kevin sembari masuk ke dalam istana.
"tunggu tuan" ucap Jun wang sembari berjalan menuju pintu.
Namun sayang saat ia ingin masuk tiba tiba pintu tertutup yang mengakibatkan Jun wang dan para murid terlempar.
"Aduh" ucap Jun wang yang tersangkut di atas pohon.
"Ini menyebalkan" ucap wanita yang memakai pakaian bar bar yang tersangkut di samping Jun wang.
"Hai liona apa kau baik baik saja" ucap Aldi yang tersangkut di dahan yang berada tepat di atas liona.
"Ya aku baik baik saja" jawab liona.
"Lebih baik kita mencoba lain kali" ucap Jun wang.
...****************...
Sementara itu di rumah kevin.
"Huh sungguh menyebalkan merek mengganggu di saat aku sedang nyaman" ucap kevin yang sedang tidur di ranjang.
"Oh iya sekarang naina sedang apa ya" ucap kevin sembari memandang apel yang ia lempar ke atas.
"Naina aku janji akan menjemput mu sebentar lagi. Dan aku akan membuat diri mu bahagia saat kita bersama lagi" ucap kevin.
...****************...
Keesokan harinya.
Terlihat kevin sedang berdiri di depan maca.
"Tubuh pengganda" ucap kevin.
Seketika tubuh kevin menjadi dua.
"Ini berhasil" ucap kevin.
"Baiklah kembali" ucap kevin.
Seketika tubuh ganda kevin menghilang.
"Sekarang saatnya pergi memantau cara berlatih murid sekte ini" ucap kevin sembari berjalan keluar.
...****************...
Sementara itu di sebuah lapangan dengan lantai yang berbentuk lingkaran dengan lambang Yin dan yang.
Terlihat para murid inti sedang duduk bermeditasi. Dan terlihat satu tetua sedang berdiri di hadapan mereka.
"Apa hanya ini yang mereka lakukan setiap hari" ucap kevin yang tiba tiba muncul di samping tetua tersebut.
"Aaaaa" teriak tetua itu sangat terkejut.
"Maaf ketua" ucap tetua tersebut yang tiba tiba berlutut.
"Sungguh membuat kaget saja" gumam tetua.
"Apa mereka setiap hari hanya melakukan ini" tanya kevin dengan nada yang mulai naik.
"Iya ketua. Tapi terkadang mereka akan berlatih tanding" jawab tetua dengan tubuh yang gemetar.
"Pantas saja sekte ini sangat lemah" gumam kevin.
"Bangun!" teriak kevin.
Seketika semua murid terbangun namun mereka semua muntah darah.
"Ketua apa yang kau lakukan mereka bisa mati" ucap tetua sembari membantu gea.
"Jangan sentuh mereka jika tidak akan ku potong tangan mu" ucap kevin dengan nada yang tinggi.
"Uhuk uhuk" batuk semua murid.
"Seluruh organ ku terasa hancur" gumam Jun wang.
"Sepertinya aku terkena luka dalam" gumam gea sembari memegang perutnya.
"Anak itu akan menjadi orang yang tangguh" gumam kevin sembari menatap seorang murid yang masih bermeditasi.
"Sekarang aku akan memberikan kalian kesempatan agar selamat. Kalian harus mengambil ramuan ini dengan satu tetes ramuan ini maka kalian akan sembuh" ucap kevin sembari menaruh ramuan penyembuh tingkat tinggi di bawah nya.
Terlihat semua murid mulai merangkak.
"Aku akan melihat tekad mereka" gumam kevin.
"Menyingkir cepat jika tidak aku akan memerintahkan ayah ku untuk membunuh kalian serta keluarga kalian" teriak seorang wanita yang sedang merangkak menuju ramuan penyembuh.
"Wanita itu sangat sombong dan egois. Sepertinya aku harus memberskan diri nya" gumam kevin.
Terlihat murid murid yang ada di dekat wanita tadi mulai bergeser.
"Tunggu Aldi kenapa dia tidak bergerak" gumam Jun wang sembari melihat Aldi yang sedang terkapar.
"Aku harus berusaha" gumam Jun wang yang tiba tiba menjadi semangat.
"Hampir separuh murid sudah pingsan" gumam kevin.
"Padahal jarak ramuan ini dengan mereka tidak jauh. Bahkan mereka bisa mengambil ramuan ini hanya dengan 10 langkah. Agar lebih menantang aku akan menekan mereka" gumam kevin sembari tersenyum.
Seketika kevin mengeluarkan sedikit aura miliknya yang mengakibatkan para murid tertekan.
"Aku hanya mengeluarkan sedikit aku harap kalian bisa hidup" ucap kevin.
"Ketua ini sangat berbahaya mereka telah terluka parah" ucap tetua dengan wajah khawatir.
"Diam" jawab kevin.
"Hei ketua bajingan cepat berikan ramuan itu jika tidak aku akan membuat dirimu menyesal. Asal kau tau aku adalah anak dari kepala keluarga dang yang merupakan keluarga tingkat besi" teriak wanita yang sombong tadi.
"Aku belia dang aku anak pertama dari kepala keluarga dang" teriak beliau yang terlihat akan pingsan.
Terlihat kevin tidak mempedulikan belia.
"Dasar anak yang tak berguna. Bisa bisanya dia mengancam ku" gumam kevin.
Terlihat para murid mulai tumbang dan hanya tersisa Jun wang dan gea.
"Ayo Jun wang Aldi sedang sekarat kau harus berhasil" gumam Jun wang sembari merangkak.
Terlihat gea mulai tumbang.
"Ternyata hanya tersisa anak itu" gumam kevin.
"Aku hampir berhasil" gumam Jun wang sembari mengarahkan tangan nya ke arah ramuan penyembuh.
Tiba tiba kevin mendorong ramuan penyembuh yang mengakibatkan Jun wang berhasil mengambil ramuan itu.
"Akhirnya" gumam Jun wang sembari meminum satu tetes ramuan.
Dan saat ia mulai pulih ia langsung berlari ke arah Aldi.
"Anak itu sangat setia kepada temanya" gumam kevin.
Tak hanya itu Jun wang juga membantu para murid lainya.
"Bagus lah ambil ini anggap sebagai hadiah karena kau sudah berhasil menyelesaikan tes dari ku" ucap kevin sembari melemparkan sebuah kalung dengan hiasan pedang berukuran seperti jari kelingking.
"Hei mana hadiah ku" Teriak belia yang sedang duduk.
"Diam lah belia jika kau ingin hidup" ucap liona.
"Diam kau jangan ikut campur dasar rakyat jelata" ucap belia dengan ekspresi merendahkan.
"Kau adalah ketua murid inti bukan" tanya kevin.
"Iya tuan" jawab tetua.
"Nama mu yen bukan. Ambil ini mulai besok setiap mereka meditasi kau harus menyalakan dupa ini. Jika sudah habis kau tinggal meminta" ucap kevin sembari memberikan satu kotak penuh dupa yang bercorak tengkorak.
"Lihat saja kau aku akan meminta ayah ku untuk meratakan sekte sampah ini!" teriak belia.
...****************...
Bersambung.
Nama: Jun wang
Umur: 28 tahun
ranah: guru bintang satu.