
"Ini semua salah mu!!" teriak niana sembari mendorong Kevin dan ia melompat dari ranjang setelah itu ia langsung berlari sangat cepat keluar kamar.
"Hahahaha habhaha hba" tawa Kevin sangat keras.
"Kau telah menghilangkan kutukan bukan berarti kau telah sembuh dari penyakit" ucap Red dalam fikiran Kevin.
"Aku tau tapi aku dapat merasakan kalau tubuh ku jauh lebih baik dari pada sebelumnya" ucap Kevin sembari turun dari kasur.
[Tuan System menyarankan untuk ml dengan niana agar tuan dapat sembuh dari penyakit.]
"Dasar system sialan memang kau kira meminta hal itu mudah" ucap Kevin.
"Aku mengingat sesuatu yang di katakan oleh lelaki yang berada di dalam mimpi ku beberapa hari yang lalu yaitu. Aku adalah cahaya yang menerangi semuanya dan aku akan berusaha mencari obat ku sendiri" ucap Kevin Kevin sembari berjalan keluar kamar.
"Bisakah kau membuka segel inti aura system" tanya Kevin.
[Tentu saja tuan hanya memerlukan 2000 kristal sihir tingkat tinggi untuk membuka segel tersebut. Tuan hanya perlu pergi ke inti aura dan System akan membuka segel itu.]
"Baiklah tunjukan di mana inti aura itu berada" ucap Kevin.
lalu muncul sebuah cahaya dari sumur yang berada di tengah kota atau di akun alun kota cahaya ini hanya bisa di lihat oleh Kevin.
Kemudian Kevin pun terbang ke arah sumur.
Sesampainya di sana.
"Apa inti aura ada di bahan sumur ini?" tanya Kevin yang sedang berdiri sembari memandang ke dalam sumur tua yang sudah tidak mengeluarkan air lagi.
"Nak aku merasakan kalau ada aura yang sangat kuat dan sangat padat di bawah sumur ini kemungkinan besar ada inti aura di sana sebaiknya kau pergi ke dalam sana" ucap Red dalam fikiran Kevin.
"Baiklah aku akan melompat" ucap Kevin sembari berdiri di atas dinding penghalang sumur yang telah rapuh lalu ia pun melompat ke dalam.
"Sruuuuss" suara angin saat Kevin terbang.
"System apa di bawah sana aman?" tanya kevin.
"Byuur!!.." suara tubuh Kevin menghantam air.
[Di bawah ada air yang dapat menahan tubuh tuan agar tidak terluka.]
"Dasar sialan" ucap Kevin sembari memancarkan air dari mulutnya.
Kemudian Kevin pergi ke arah cahaya yang telah di tandai oleh system.
"Aku dapat merasakan aura itu semakin kuat dan padat" ucap Red dalam fikiran Kevin.
Terlihat sebuah lingkaran atau pusaran energi berwarna emas dan terlihat di sekitarnya tanaman tanaman yang sangat banyak.
"Apa itu yang di namakan inti aura" gumam Kevin.
[Benar sekali itu adalah pusat aura atau inti aura. Memulai penghancurran segel memerlukan waktu 5 detik. Hitung mundur di mulai 1... 2... 3... 4... 5... Selesai segel telah di hancurkan.]
"Duaaaaar" suara ledakan yang berasal dari aura yang terlepas dari intinya hingga membuat Kevin terhempas ke belakang hingga membentur dinding batu.
"Uhuk" batuk Kevin mengeluarkan darah.
...****************...
Terlihat di atas sebuah cahaya berwarna emas berjalan dari sumur ke seluruh benua membuat orang orang biasa tiba tiba naik ranah menjadi seorang kultivator.
"Dari mana asal aura yang sangat kuat dan padat ini" gumam Qi yu yang sedang mencuci pedangnya menggunakan cairan yang terlihat seperti darah.
...****************...
Di tempat Kevin.
Tiba tiba setelah terhempas Kevin di tarik ke dalam inti aura.
"Aaaaaaaaaaa!!!..." Teriak Kevin yang berada di tengah inti aura.
Terlihat sekujur kulit Kevin terkelupas menjadi putih bercahaya. Terlihat ia sangat kesakitan.
...****************...
Sementara itu di tempat niana.
"Aku merasakan firasat buruk" ucap niana yang sedang duduk di kasur sembari memeluk tubuhnya sendiri.
"Aku harus pergi menemui Kevin" gumam niana.
"Duaaaaaaaaar" suara ledakan yang berasal dari tengah sumur. Seketika keluar cahaya emas dari sana menuju langit.
Dan terlihat Kevin yang menahan rasa sakit perlahan naik ke atas langit.
"Aaaaaaaarkk" teriak Kevin sangat amat keras hingga membuat semua orang mendengarnya di kota Guang.
"Kevin" ucap niana yang melihat Kevin dengan wajah syok.
"Tuan muda dalam masalah" ucap Qi yu sembari berdiri.
...****************...
Di salah satu pulau terapung.
"Semuanya bersiap kita akan turun ke bawah" Teriak seorang lelaki yang duduk di atas kuda bersayap dengan tanduk.
kemudian lelaki itu terjun ke bawah di ikuti oleh ratusan orang dengan kuda yang sama.
Mereka terlihat seperti jutaan anak panah yang akan mendarat ke tanah.
"Ramalan itu akan terjadi kaisar telah datang" ucap lelaki yang memimpin semua pasukan sembari membawa palu yang sangat besar di tangan kanan.
...****************...
Perlahan cahaya emas yang menahan Kevin memudar dan Kevin pun jatuh ke tanah.
"Kevin apa kau baik baik saja" ucap niana sembari memangku kepala Kevin dengan wajah panik.
"Apa tuan muda baik baik saja" tanya Qi yu yang datang bersamaan dengan yang lainya.
"Aku juga tidak tau" jawab niana yang tiba tiba meneteskan air mata.
Dan ajaib tetesan air mata niana membuat luka di sekujur tubuh Kevin sembuh dan tiba tiba Kevin melayang ke atas.
"Tuan muda akan naik ranah" ucap Qi yu sembari menatap ke arah Kevin yang melayang di udara.
"Semuanya mundur!....." teriak Qi yu sembari menarik niana mundur.
"Duaaaar" suara petir yang menyambar tubuh Kevin.
"Duaar" suara petir kedua yang menyambar tubuh Kevin.
"Jika Sambaran ke tiga ini tuan muda tidak selamat maka seluruh orang di benua ini akan tamat" ucap Qi yu sembari memantau Kevin dari atas benteng.
Dari langit terlihat petir yang sangat amat besar berwarna merah ke arah Kevin dengan kecepatan sangat tinggi.
"Tuan muda!..." Teriak Qi yu di ikuti Chen yu dan Bogu yu sembari terbang ke arah petir merah tersebut berharap bisa menyelamatkan Kevin.
"Kevin kita bari kenal beberapa hari. Aku mohon kau harus selamat. Aku janji tuhan jika kau menyelamatkan suamiku maka aku berjanji akan menuruti setiap ucapannya tanpa terkecuali" ucap niana sembari menengadahkan tangannya ke atas seakan ia sedang meminta.
Terlihat suasana sangat tegang semua orang berusaha menyelamatkan Kevin namun mereka terlambat.
"Duaaaaaara aaaaaa!.." suara petir yang menghantam tubuh Kevin sangat keras hingga membuat tubuhnya hancur dan Kevin pun mati.
Terlihat semua orang sangat sedih melihat hal itu dan mereka pun menangis melihat Kevin telah menjadi abu.
...****************...
Bersambung.