
"Duaaak...!" suara tubuh yu Zhong yang di pukul Kevin hingga terpental masuk ke dalam hutan.
"Jangan sok keras jika kamu lembek, baru saja meminum satu tetes sudah membuat mu kehilangan akal, bagaimana bisa kau ikut perjalanan ku nanti, kau hanya akan mempermalukan ku di hadapan para master dan dewa, aku harus mendidik mu" ucap Kevin yang terlihat marah.
"Tuan mengapa anda marah, bukankah wajar bagi seorang manusia yang tak kuat menahan arak ini?" tanya sun.
"Aku memaklumi nya jika ia tidak kuat, yang membuat ku marah adalah bagaimana ia menyombongkan ketahanan nya, sedangkan kemampuan nya hanya ada di batas ini" jawab Kevin sembari berjalan ke arah yu Zhong.
...****************...
Singkat cerita satu minggu kemudian.....
Terlihat kediaman keluarga Wei telah terbangun hampir 50 persen.
Para prajurit sangat bersemangat untuk membangun kediaman keluarga Wei walaupun telah melewati hari yang berat mereka tidak mengeluh mereka menikmati pekerjaan ini,
Di sebuah ruang makan terlihat Kevin dan yang lainya tenaga berkumpul sembari makan.
"Kita telah mempersingkat waktu, pada awal nya aku memprediksi kita akan selesai membangun kediaman keluarga Wei selama satu bulan, namun aku salah hanya dalam 10 hari kita telah berhasil membangun 50 persen bangunan di kediaman ini" ucap jenderal Yu Bai.
"Ini semua berkat kerja keras semua orang, kita harus merayakan nya agar menambah semangat untuk para pekerja" ucap kepala keluarga Wei.
"Selesaikan dulu proyek ini setelah itu kita rayakan, aku tidak ingin membuang waktu terlalu lama aku harus pergi ke kekaisaran Utara secepatnya" ucap Kevin sembari menyalakan cerutu.
"Kita hanya merayakan saja kau tidak kasihan melihat para pekerja yang bekerja sangat keras?" tanya yu Zhong.
"Aku tidak ingin mengacaukan satu hari pun aku tidak ingin ada kejadian seperti waktu itu kalian semua hilang kendali dan hal itu hanya akan menyusahkan yang lain, seharusnya kalian berpikir apa yang akan terjadi jika kalian mengadakan perayaan" ucap Kevin sembari menuangkan teh ke gelas milik nya.
"Itu memang kesalahan kami tuan maafkan kesalahan saya serta maafkan saya jika usulan saya menyinggung anda" ucap jenderal Yu Bai sembari menunduk.
"Selesaikan dulu pekerjaan setelah itu kalian bebas untuk merayakan, dalam beberapa jam lagi keluarga mu yang lain akan datang Wei dong" ucap Kevin sembari berdiri.
Seketika suasana menjadi tegang karena aura membunuh Wei dong yang tiba-tiba keluar tak kendali,
"Tenangkan diri mu jangan buat rencana yang telah ku susun gagal" ucap Kevin sembari menepuk pundak Wei dong.
"Maafkan saya tuan" ucap Wei dong yang kini telah menjadi tenang.
"Kalian harus ingat jangan perlakukan aku seperti tuan kalian, anggap saja aku sama seperti para pekerja" ucap Kevin sembari mengeluarkan beberapa kalung dari robekan ruang.
"Teknik apa itu?" gumam jenderal yu Bai yang terlihat terkejut.
"Yu Bai kenakan kalung ini, kau juga kepala keluarga wei" ucap kevin sembari melempar kalung berwarna hitam dengan batu berwarna biru ke arah jenderal yu Bai dan kepala keluarga Wei.
"Untuk apa kalung ini?" tanya kepala keluarga Wei.
"Kalung itu dapat mengubah penampilan serta aura dari seseorang, bahkan seorang Mahayana bintang tiga tidak dapat mendeteksi nya, aku ingin kalian semua bersandiwara jika kepala keluarga Wei telah mati" ucap Kevin.
"Lalu kenapa saya juga di berikan?" tanya jenderal yu Bai yang terlihat kebingungan sembari ia membolak-balik kalung tersebut.
"Kau adalah salah satu jenderal kekaisaran selatan, dan identitas mu akan membuat mereka tercengang lebih baik di sembunyikan agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar di masa depan nanti" jawab Kevin.
"Baiklah yang mulia saya setuju dan merasa senang di berikan tugas ini" ucap jenderal Yu Bai.
"Stup atup stup....!" terdengar suara gerombolan kuda yang melaju dengan sangat cepat ke arah kediaman keluarga Wei.
"Mereka akan segera tiba, semuanya bersiap-siap" ucap Kevin sembari melihat ke arah jendela terlihat rombongan kereta kuda yang melaju sangat cepat ke arah kediaman keluarga Wei.
"Semuanya akan berjalan seperti yang ku rencanakan, system berapa lama dunia ini bisa bertahan saat aku masih di sini?" gumam Kevin sembari keluar ruangan.
"Aku harus mempercepat rencana ku agar aku lebih cepat keluar dari dunia ini" gumam Kevin sembari menyalakan cerutu, ia berjalan dengan santai.
...****************...
Beberapa menit kemudian.
"Berhenti...! kalian di masuk ke dalam kediaman keluarga Wei" ucap seorang prajurit yang tengah mengarahkan tombak ke arah rombongan kereta kuda.
"Menyingkir kereta kuda ini berisi para keluarga wei" ucap kusir memandang rendah sang prajurit.
"Click..!" suara pintu kereta kuda yang di buka perlahan.
Terlihat seorang wanita turun perlahan dari kereta kuda.
"Aku adalah Wan Wei cucu kepala keluarga Wei, aku datang dari sekte holy fire aku mendengar berita jika keluarga Wei di serang, dan aku membawa pasukan untuk membantu" ucap wanita tersebut.
Terlihat semua orang yang berada di dalam kereta mulai turun.
"Keluarga Wei memiliki kekuatan yang setara dengan kami namun kalian dapat di hancurkan hanya dalam sehari, sungguh memalukan" ucap seorang lelaki tua yang memiliki tubuh layaknya kurcaci ia hanya setinggi seorang anak berumur empat tahun, ia mengatakan itu sambil tersenyum meremehkan.
Kulitnya telah keriput, gigi nya hanya tersisa dua, rambut nya hanya tersisa beberapa lembar berwarna putih, dan juga ia memiliki alis yang panjang.
"Salam tetua Celi" ucap seluruh rombongan sekte holy fire termasuk wanita sebelumnya, sembari berlutut.
"Celi?, dia adalah salah satu tetua sekte holy fire" ucap salah satu prajurit gemetar.
"Stup" suara kaki yang menapak tanah.
"Salam tetua Celi saya Wei dong, senang bertemu dengan anda" ucap Wei dong sembari berlutut dan menundukkan kepala.
"Hohohohooo... dia adalah sepupu yang kau sebut sampah cantik ku" ucap tetua Celi sembari berjalan maju lalu memegang pantat Wan Wei.
"Menjijikkan ternyata benar ja menjadi murid inti karena menjual diri kepada tetua Celi" gumam Wei dong mengerutkan keningnya.
"Wei dong di mana kakek" ucap Wan Wei dengan sombong.
"Kakek telah tiada" jawab Wei dong Sembari meneteskan air mata.
"Akhirnya aku bisa menjadi pemimpin keluarga yang baru" gumam Wan Wei sembari tersenyum kecil.
"Tersisa siapa saja dari cucu-cucu kakek?" tanya wan Wei.
"Hanya tersisa aku, diri mu, dan adik ku Wei an" jawab Wei dong sembari menyapu air mata nya.
"Cantik ku, aku akan membantu mu mendapatkan tahta dan kau harus memberikan lubang kenikmatan itu pada ku" ucap tetua Celi menggunakan telepati.
"Baiklah aku akan memberikannya" jawab wan Wei menggunakan telepati.
Seketika tetua Celi melemparkan sebuah tombak ke arah Wei dong.
Tombak itu melesat dengan sangat cepat dan hanya memerlukan waktu kurang dari sedetik untuk membunuh Wei dong karena kekuatan nya yang dahsyat.
...****************...
Bersambung....
i'm back