
"Huakkkk... kekuatan nya begitu besar, aku tak bisa menahannya" ucap yu Zhong dengan berbisik, terlihat darah mengalir dari bibir nya.
"Hanya ini kekuatan mu?" ucap goru sembari tersenyum, meremehkan yu Zhong.
"Dasar kau iblis sialan...!" teriak yu Zhong sembari mendorong goru hingga mundur.
Dalam sekejap yu Zhong telah berputar dan bersiap menendang kepala goru.
"Stup..!" suara kepala goru yang terkena tendangan yu Zhong.
Terlihat Y Zhong trus menerus melayangkan pukulan dan juga tendangan.
"Aneh dia tersenyum" gumam yu Zhong yang terlihat kebingungan karena melihat senyuman goru secara sekilas di saat ia memukul wajah nya.
"Stap..!" suara kaki yu Zhong yang di tangkap goru.
"Sepertinya kau sangat menyukai kaki mu ini, aku akan mengambil nya" ucap goru sembari tersenyum mengerikan.
"Gawat..! aku harus melepaskan diri dari kuncian nya" gumam yu Zhong yang terlihat panik.
Terlihat goru memegang kaki kanan yu Zhong dengan kedua tangannya, bersiap untuk mencabutnya.
"Sialan...!" teriak yu Zhong sembari mengayunkan pedang nya yang tiba-tiba muncul.
"Ahahahaha...! serangan ampas..!" teriak goru sembari tertawa, ia terlihat sangat senang dan bersemangat.
Terlihat pedang yu Zhong terpental jauh saat mengenai kepala goru.
"Sial..! cengkraman tangan nya semakin kuat aku dapat merasakan jika tulang ku akan segera hancur menjadi debu. Aku harus mencari cara" gumam yu Zhong yang terlihat panik, keringat dingin mengucur layaknya keran dari tubuh nya.
"Ucapkan selamat tinggal kepada kaki mu ini" ucap goru sembari mencengkeram kaki yu Zhong dengan semakin keras dan ia terlihat bahagia dan menikmati momen tersebut.
"Aaaaaa....!" teriak yu Zhong kesakitan sembari terus menyerang goru dengan membabi buta.
"Duak...!" suara tongkat yang menghantam wajah goru mengakibatkan diri nya terpental ke tanah.
"Kau perlu bantuan?" tanya Wei dong yang tiba-tiba muncul lalu memukul goru.
"Hah..? huuuu.... aku selamat" ucap yu Zhong yang terlihat lega sembari ia memegangi kaki kanan nya.
"Bagaimana bisa kau menggunakan kekuatan yang begitu besar hingga membuat goru terpental?" tanya yu Zhong.
"Lebih baik kau menyembuhkan luka terlebih dahulu sebelum goru bangkit dan membunuh kita berdua layaknya membunuh seekor anjing" jawab Wei dong yang terlihat sangat serius.
"Tenang saja aku sedang melakukannya" jawab yu Zhong.
"Berhenti menyerangnya menggunakan kekuatan fisik atau aura mu" ucap Wei dong.
"Mengapa?" tanya yu Zhong.
"Goru merupakan prajurit tangguh yang menggunakan rasa sakit untuk menaikan ranah nya, ia sengaja menjadi samsak di kerajaan iblis untuk menambah kekuatannya. Goru memiliki Qi yang dominan gelap, kita harus mengerang nya dengan sesuatu yang suci" ucap Wei dong.
"Baiklah aku mengerti, terimakasih aku telah sembuh aku akan bertarung, tugas mu menjadi petarung aku akan membantu di bagian belakang" ucap yu Zhong.
"Tongkat itu memiliki aura suci yang begitu kuat, tubuh ku tak bisa menahannya" gumam goru.
"Anak itu tau kelemahan ku" gumam goru sembari berusaha untuk bangkit, terlihat wajah nya kesal.
"Tidak perlu seperti itu, kita harus bertaruh bersama walau pun kita menang jumlah namun goru di sini telah menang kekuatan. Jika di ukur kekuatannya setara dengan lima orang diri mu" jawab Wei dong.
"Baiklah kita bertarung bersama" ucap yu Zhong.
"Kalian benar-benar membuat ku marah..!" teriak goru sangat keras hingga menimbulkan gelombang kejut yang merobohkan pepohonan di bawah mereka.
"Bahkan auman nya saja sekuat ini, kita harus menyerangnya secara bersamaan" ucap yu Zhong sembari ia menutupi wajah nya menggunakan kedua tangan.
"Cakar pemusnah...!" teriak goru sembari mengayunkan tangannya seperti sedang mencakar.
Seketika muncul kumpulan aura berbentuk lima buah bilah garis ke arah Wei dong dan juga yu Zhong.
sekejap muncul sebuah tameng aura di hadapan yu Zhong dan wei dong.
"Kesempatan" gumam Wei dong sembari melihat ke arah goru yang tengah lengah karena terlalu meremehkan yu Zhong dan wei dong.
Terlihat Wei dong terbang ke atas lalu mengayunkan tongkatnya ke arah goru.
"Ayunan penghancur" gumam Wei dong.
Seketika muncul sebuah tongkat raksasa di atas kepala goru.
"Duas....!" suara kepala goru yang di hantam tongkat raksasa sangat keras membuatnya terjatuh ke bawah.
"Cepat jangan sia-siakan kesempatan..!" teriak yu Zhong sembari menahan serangan goru.
Terlihat sekejap Wei dong telah berada di bawah goru.
"Stup..!" Wei dong menendang goru hingga membuatnya terhempas ke langit.
"Sial.... Qi suci itu membuat tubuh ku mengalami mati rasa aku seakan di segel, aku tak bisa menggerakkan tubuh ku" gumam goru.
"Scrak...!" suara tubuh goru yang tiba-tiba telah terbelah menjadi dua bagian.
Terlihat jenderal yu Bai tengah tiba-tiba muncul di depan mayat goru yang telah terbelah ia tengah memasuki pedang berdarah ke dalam sarung nya.
"Hah..? apa ini..? apa aku mati?" gumam goru yang terlihat terkejut karena tubuh nya terbelah.
"Kita harus cepat menyelesaikan pertarungan ini sebelum musuh mengeluarkan kekuatan mereka secara penuh" ucap jenderal yu Bai.
"Wei dong urus mayat goru aku dan yu Zhong akan pergi membantu kakek mu" ucap jenderal yu Bai dengan wajah serius.
"Baiklah" jawab Wei dong.
...****************...
Di tempat kepala keluarga Wei.
Terlihat kepala keluarga Wei tengah duduk berlutut dengan tubuh di penuhi luka yang parah, bahkan ia seakan tak sanggup untuk membuka mata karena luka yang begitu parah.
tubuh nya seakan mandi dengan darah.
"Kau selalu menggunakan cara licik" ucap kepala keluarga Wei dengan suara serak dan pelan.
"Hihihihihiiiii aku adalah Silas, bukan orang yang jujur aku adalah iblis" jawab Silas sembari tertawa.
"Cuih.. sungguh memalukan" ucap kepala keluarga Wei setelah meludah ke arah Silas.
"Kau keterlaluan, aku membiarkan kau hidup agar dapat melihat kepala cucu mu yang di penggal dan ini balasan mu..? kau meludahi ku" ucap Silas.
"Bajingan..!" teriak kepala keluarga Wei sembari ia berusaha untuk bangkit.
"Jangan sentuh cucu ku..!" teriak kepala keluarga Wei.
"Baiklah aku tak akan menyentuhnya karena aku akan membunuh nya menggunakan pedang bukan tangan ku, hihihihihihi..." jawab Silas setelah itu ia tertawa sangat keras.
"Sialan!" ucap kepala keluarga Wei dong yang terlihat begitu marah.
"Aku harus melindungi cucu ku, aku harus melindungi mereka aku telah membuat mereka menderita selama ini karena perbuatan anak-anak ku. Aku tidak boleh membiarkan hal ini terjadi" ucap kepala keluarga Wei sembari berusaha berdiri.
"Ia akan menjadi pemimpin keluarga Wei yang hebat ia harus tetap hidup" ucap kepala keluarga Wei.
Tiba-tiba yu Zhong dan jenderal yu Bai muncul di setiap sisi Silas.
"Kan ku buat jiwa mu menderita dasar sampah" ucap jenderal yu Bai sembari memegang pundak kanan Silas.
...****************...
Bersambung....