King System

King System
Episode 103



Setelah itu kevin pun mengirim tetua Yo kembali ke sekte untuk menaruh harta rampasan ke tempat menyimpannya sekte.


"Sekarang aku akan mengirim mu kembali kota guang. Tolong panggil semua murid ke sini liona" ucap kevin.


"Siap ketua" jawab liona dan Aldi.


Kemudian Aldi dan liona pun pergi.


"Nak apa perasaan mu telah menyerap sungai lava hingga kering?" tanya Red dalam fikiran kevin.


"Aku merasa ingin membakar dirimu" jawab kevin dengan raut wajah kesal.


"Apa maksud mu?, memang apa salah ku hingga kau ingin membakar ku" tanya Red dalam fikiran kevin.


"Aku telah merasakan hal yang sangat buruk karena mu bahkan aku masih bisa merasakan kalau tubuh ku masih terbakar" jawab kevin.


"Baiklah aku minta maaf sekarang aku akan memberikan buku jurus yang aku bilang dan aku akan memberikan bonus yaitu jurus pengendalian api. Jurus ini sangat cocok untuk para aklemis jadi semoga kau senang dengan hadiah yang ku berikan" ucap Red dalam fikiran kevin.


[Selamat tuan telah mendapatkan dua buku jurus tingkat golden immortal yaitu teknik tubuh lava dan pengendalian api mutlak. Teknik tubuh lava dapat membuat pengguna memiliki kemampuan mengubah tubuh menjadi lava serta dapat melelahkan logam dan material lainya. Jurus pengendalian api mutlak dapat membuat pengguna menguasai api dengan sangat ahli.]


"System perlu berapa lama untuk mentransfer jurus itu kepada ku" gumam kevin sembari duduk di bawah pohon yang rindang sembari menunggu para murid datang.


[Memerlukan waktu lima hari]


"Baiklah tolong simpan jurus itu saja dulu aku akan memakainya nanti saat masalah sudah selesai" gumam kevin.


Tak malam kemudian datanglah para murid di pimpin oleh Aldi dan liona.


"Ketua sekte kami telah mengumpulkan semua orang di sini" ucap Aldi.


"Bagus" jawab kevin sembari bangun.


"System kirim kami ke kota guang" gumam kevin.


[Teleportasi berhasil memotong 250 kristal sihir tingkat tinggi]


Seketika mereka pun menghilang.


...****************...


Sementara itu di kota guang telah ramai para penduduk berkumpul di alun alun kota.


Seketika kevin dan murid lainya muncul.


"Apa yang terjadi?" tanya kevin yang tiba tiba menggunakan mempo.


"Ketua mereka ingin bertemu dengan mu" jawab salah satu murid.


"Apa yang kalian inginkan" teriak kevin.


Seketika semua orang langsung menoleh ke arah kevin.


"Apa dirimu pemimpin dari orang orang ini" tanya seorang pria tua.


"Iya memang ada masalah apa" jawab kevin sembari bertanya.


"Kenapa kau melakukan ini" tanya lelaki tua itu.


"Melakukan apa?" jawab kevin.


"Apa kau yang telah membunuh para bandit kota ini" tanya lelaki tua itu.


"Iya memang kenapa" jawab kevin.


Tiba tiba lelaki tua itu memeluk kevin dan menangis.


"Terima kasih" ucap lelaki tua itu sembari memeluk kevin dengan sangat erat.


"Kami sudah sangat menderita semenjak para bandit sialan itu datang kami semua hidup sangat menderita bahkan para aklemis juga pergi" ucap lelaki tua itu.


"Kalian tak perlu bersikap seperti itu kami di kirim oleh kaisar untuk melakukan ini" jawab kevin sembari mengelus punggung lelaki tua tadi.


"Kek memang kapan para bandit itu datang?" tanya Aldi.


"Apa kalian lapar?" tanya kevin.


"Tentu saja kami lapar kami semua sudah tidak makan semenjak dua minggu terakhir karena mereka mengambil bahan makanan yang kami miliki dan alhasil banyak anak anak serta orang tua yang mati kelaparan" jawab kakek tua itu.


"Baiklah kalian tolong berbaris aku akan membagikan makanan" ucap kevin sembari memegang pindah lelaki tua tadi.


Kemudian kevin membeli puluhan ribu roti di toko System.


"Kalian semua tolong bagikan makanan ini kepada semua orang" ucap kevin memberitahu para murid.


"Siap ketua sekte" jawab para murid.


"Aldi kau jaga di sini aku akan pergi ke sekte sebentar" ucap kevin.


"Tenang saja aku akan menjaga kota ini selagi ketua pergi" jawab Aldi sembari tersenyum.


Terlihat semua orang sangat bahagia karena kevin memberikan makanan kepala mereka.


Lalu kevin pun pergi ke sekte.


Terlihat Jun wang, tetua yen, dan tetua Yo sedang duduk di alun alun bersama Qi yu dan Chen yu.


"Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri bahwa kevin tiba tiba muncul dan memukul perut bogong hingga berlubang" ucap tetua yen.


"Itu masih belum seberapa, kemarin aku melihat ketua sekte menyerut wajah Leonel ke tanah hingga membuat tanah bergaris selain itu ketua sekte juga mematahkan punggung Leonel dengan sekali pukulan" ucap Jun wang.


"Kalian beruntung bisa melihat pertarungan epic sementara kami hanya menunggu di sini" ucap Qi yu.


"Iya dari kemarin kami hanya mondar mandir saja keliling sekte" ucap Chen yu.


"Kalian harus mengerti jika kalian adalah kartu as ku dan kalian juga merupakan senjata rahasia milik sekte ini" ucap kevin yang tiba tiba muncul.


"Aaaaaaaaaaa" teriak semua orang karena terkejut mendengar suara kevin yang tiba tiba muncul.


"Hahahaha maaf karena membuat kalian terkejut" ucap kevin sembari tersenyum.


"Lain kali tolong beritahu kami jika kau datang kau hampir saja membuat ku mati jantung ngan" ucap Qi yu sembari ngeluh dadanya.


" Iya iya maaf kan diri ku" ucap kevin.


"Ketua apa kita akan kembali ke kota guang sekarang" tanya Jun wang yang terlihat sangat antusias.


"Iya kita akan kembali ke sana karena wata dan pasukannya datang ke kota dalam waktu dua hari" jawab kevin.


"Benarkah bolehkah kami ikut" tanya Qi yu.


"Apa ku belum mengerti atau tidak mendengarkan ku" jawab kevin.


"Kevin tadi bilang kalo kita adalah senjata rahasia miliknya atau sekte ini jadi kita harus terus menyembunyikan kekuatan kita sampai kevin ingin menggunakan kita" ucap Chen yu.


"Iya itu benar sebenarnya aku khawatir kalau nanti empat sekte suci menyerang sekte kita karena merasa terancam dengan kehadiran tiga golden immortal di sini" ucap kevin.


"Jadi begitu toh sekarang aku mengerti" ucap Qi yu.


"Baiklah ayo kita kembali ke kota guang" ucap kevin.


"System kirim aku ke kota guang bersama tetua Yo dan yun serta Jun wang" gumam kevin.


Kemudian mereka pun pergi ke kota guang.


Terlihat para warga sedang duduk sembari makan dan tertawa bersama.


"Tetua yen mari ikut aku" ucap kevin.


"Baiklah" jawab tetua yen.


...****************...


Bersambung.