King System

King System
Pembangunan selesai



Singkat cerita satu minggu kemudian.


"Wah tak terasa benteng,jalan dan rumah warga telah selesai di bangun" ucap kevin yang tengah berada di alun alun kota di mana semua warga sedang berkumpul.


"Terima kasih atas kerja keras kalian untuk mengapresiasi para pekerja aku memutuskan membuat pesta malam ini di alun alun koya" ucap kevin.


"Ya oh yaa" sorak warga.


"System pasang pelindung yang kau bilang dulu" ucap kevin.


[Transaksi berhasil pelindung tingkat suci seharga 40.000 coin jiwa]


"Loh apa apa ini kenapa aku hanya di beri empat batu yang bertuliskan mantra bertinta merah" ucap kevin.


[Tuan harus mengubur batu itu di 4 penjuru mata angin kota ini dan tempat itu harus aman karena pelindung akan hancur jika batu batu itu ambil]


"di


Oh jadi begitu. Paman Qiu gusmo mugi dan paman gusi kalian ambil batu ini dan kubur sedalam mungkin di empat penjuru mata angin" ucap kevin sembari memberikan masing masing batu.


Lalu mereka pun pergi.


"Sekarang tim yang di pimpin Gun bernama bayangan karena mereka bisa bergerak seperti bayang" gumam kevin.


Tiba tiba muncul 4 cahaya yang terlihat seperti api,air,tanah dan angin bergerak menuju langit tepat di atas alun alun kota.


Kemudian cahaya itupun menyatu dan membuat sebuah setengah lingkaran dan akhirnya menutupi kota.


Lalu muncul dari selatan burung yang terlihat seperti phoenix dan muncul dari timur naga kemudian muncul kurang kura berekor ular dari arah timur lalu muncul harimau putih dari arah


barat.


Melihat hal itu para warga pun panik.


"Semuanya tenang jangan panik" teriak kevin.


"System apa yang terjadi" tanya kevin.


[Itu adalah roh penjaga dari pelindung yang tuan pasang pelindung ini bernama penjaga arah mata angin. Sebelumnya System hanya ingin memberikan pelindung biasa tapi karena kerja keras tuan kami memberikan formasi pelindung penyerang]


"Tunggu berarti pelindung ini sangat hebat bagaimana aku memberikan kabar ke seluruh benua agar orang orang di ranah raja atau kaisar bisa mencoba menghancurkan formasi ini" ucap kevin.


[Tidak bisa karena formasi ini hanya fersi lite saja jadi formasi ini hanya bisa menahan serangan dari 10 orang tingkat raja dan satu orang tingkatan kaisar jika mereka menyerang secara bersamaan]


"Oh jadi begitu" ucap kevin.


"Tuan kami telaah melakukan perintah tuan" ucap paman Qiu.


"Baiklah paman coba kau serang kota ini dari luar jika tuan bisa menghancurkan bukan menggores benteng maka aku akan memberikan paman hadiah" ucap kevin.


"Huh hanya menggores nya saja itu hal muda" jawab paman Qiu.


Kemudian paman Qiu pun terbang ke atas langit.


"Loh kok dia bisa keluar" gumam kevin.


[Karena formasi ini hanya melindungi kota dari serangan luar saja]


"Oh jadi begitu " ucap kevin.


Terlihat dari atas paman Qiu memegangi pedang nya.


"Pedang pembelah langit" ucap paman Qiu sembari memegang pedangnya dan terlihat mata paman Qiu mengeluarkan cahaya.


Kemudian dari langit terlihat pedang cahaya yang sangat besar bahkan pedang itu lebih besar dari seluruh kota.


Kemudian pedang itu menyerang kota.


"Lari kita akan mati lari" teriak warga.


"Bang aku takut" ucap Rein sembari mendekat ke arah kevin.


"Jangan takut" jawab kevin.


"Tuan apa kita akan baik baik saja" tanya gusmo.


"Iya kita akan baik baik saja" jawab kevin.


Kemudian pedang itu pun menghantam pelindung yang mengakibatkan roh penjaga keluar dan menyerang paman Qiu.


"Roh ini sangat kuat aku tidak bisa menahannya" ucap paman Qiu sembari menahan serangan 4 penjaga mengunakan pedang.


Karena tak kuat menahan akhirnya paman Qiu pun metal ke arah kota soba.


"Sudah ku bilang kita akan baik baik saja" ucap kevin.


"Paman Gusi sekarang aku ingin membuat rumah sakit dan juga pangkalan militer semua itu ku serahkan pada paman" ucap kevin.


"Siap tuan" jawab gusi.


"Baiklah sekarang persiapkan diri untuk berpesta" ucap kevin.


Kemudian kevin pun pergi ke istana.


"Baiklah sekarang masalah keamanan kota sudah selesai sekarang aku akan membuat rumah sakit dan pangkalan militer kemudian baru aku akan mengurus tentang ekonomi kota ini" ucap kevin sembari duduk di balkon kamarnya.


"Tuan ini makanan anda tadi pagu tuan belum sarapan" ucap naina dari luar kamar.


"Ah iya aku terlalu bersemangat untuk memasang pelindung sampai lupa sarapan" ucap kevin sembari berjalan ke pintu kamar.


"Silahkan masuk" ucap kevin sembari membukakan pintu.


"Baiklah" jawab naina.


"Taruh makanannya di meja" ucap kevin.


"Sudah tuan aku akan pergi membantu Yang lainya untuk mempersiapkan pesta" ucap naina.


"Tunggu dulu" ucap kevin sembari memegang tangan naina.


"Kenapa tuan" tanya naina.


"Kau juga belum sarapan ayo makan bersama" ucap kevin.


"Tidak aku sudah tadi" jawab naina dengan wajah memerah.


"Jangan berbohong" ucap kevin.


"Haduh anak ini sangat mengganggu" gumam kevin.


Kemudian naina langsung berlari ke luar.


"Loh kak kau mau ke mana" ucap Rein saat ber papasan di jalan.


Naina hanya diam dan terus berlari.


"Bang tadi kak naina kenapa" tanya rein sembari masuk ke dalam kamar kevin.


"Dasar bocah ini" gumam kevin.


"Kak ayo cepat ajari aku menaiki kuda" ucap Rein.


"Huh untuk apa memakai kuda jika bisa mengunakan pedang terbang" ucap kevin.


"Pedang terbang apa itu" tanya rein.


"Hahahaha biar ku tunjukan" ucap kevin.


Kemudian kevin berlari ke arah balkon dan ia pun melompat.


"bang jangan itu sangat tinggi apa kau ingin mati" teriak rein.


Kemudian kevin muncul dari langit mengunakan pedang terbang.


"Ini adalah pedang terbang" ucap kevin.


"Wah bang cepat ajari aku cepat" ucap Rein penuh semangat.


"Tidak bisa" jawab kevin.


"Kenapa" tanya rein dengan wajah yang murung.


"Karena kau harus berada di ranah prajurit baru bisa menggunakan pedang terbang" jawab kevin.


"Sebagai gantinya aku akan mengajak mu berkeliling menggunakan pedang ini" ucap kevin.


"Benarkah" ucap rein.


"Tentu saja ayo naik" ucap kevin.


Kemudian Rein pun naik ke pedang terbang lalu kevin mengajak Rein berkeliling kota.


Dari kejauhan terlihat naina sedang memasak di alun alun kota.


"Wah senang rasanya melihat tuan dan Rein main bersama" gumam naina sembari tersenyum.


"Wah keren kak naina apa kau bisa mengunakan pedang terbang" tanya rina.


"Tidak" jawab naina.


"Kenapa" tanya rina.


"Karena aku bukan kultivator" jawab kevin yang tiba tiba muncul.


"Oh jadi begitu" ucap rina.


"Wah kak rin tadi sangat menyenangkan aku jadi bersemangat untuk naik ke ranah prajurit" ucap Rein.


"Wah bagus mulai sekarang kalian harus semangat agar menjadi kuat" ucap kevin.


"Oh iya paman Qiu belum kembali" tanya kevin.


"Belum" jawab naina.


"Apa yang terjadi pada paman Qiu" ucap kevin.


...----------------...


Sementara itu.


Di tempat paman Qiu.


"Aduh harus berapa lama lagi aku terlempar seperti ini" ucap paman Qiu yang sedang terlempar sangat cepat.


"Haduh Aku jadi kapok" ucap paman Qiu.


"Duaaak"


"Aduh di mana aku jatuh kenapa aku terbungkus kain putih" ucap paman Qiu.


"Ada penyusup cepat"


"Suara apa itu" ucap paman Qiu.


Kemudian paman Qiu membakar kain yang menyelimuti tubuhnya.


"Loh kenapa kalian berkumpul di sini" tanya paman Qiu sangat kebingungan karena di sekeliling sudah ada ribuan orang yang mengepung dia.


"Hei apa yang terjadi" tanya paman Qiu.


"Hei kau berani menyusup di tempatku" ucap jenderal hong.


"Bacot" ucap paman Qiu sembari mengacungkan jari tengahnya.


Lalu paman Qiu melepas cincin ruang yang mengakibatkan seluruh prajurit tumbang.


"Hei apa aku boleh pergi" ucap paman Qiu sembari mendekat ke arah Hong.


"Silahkan" ucap Hong dengan ketakutan.


"Yah sudah dada" ucap paman Qiu sembari terbang.


"Siapa dia bahkan jendela besar saja tidak sekuat itu" ucap Hong.


Saat di istana.


"Hari hampir gelap kenapa paman Qiu belum pulang"


...----------------...


Bersambung