
"Aku tidak peduli dengan hal itu, sudah mereka setujui jika mereka gagal maka mereka bersedia untuk di hukum mati" jawab Kevin sembari menatap wajah Xiao Lang dengan sinis bercampur kesal.
"Yang mulia merupakan orang yang sangat tegas, aku akan lihat apa yang akan beliau lakukan jika melihat anak buahnya gagal" gumam Xiao Lang.
Semua orang menerima tekanan yang sama terlihat ekspresi mereka masih terlihat biasa saja seperti tidak ada hal besar yang terjadi.
"Cukup bagus, aku mengeluarkan tekanan seorang silver emperor jadi di antara kalian semua tidak ada yang berada di ranah bawah silver emperor, ku naikan ke tingkat dua" ucap Kevin sembari tersenyum.
"Sepertinya yang mulia sangat yakin dengan kemampuan bawahannya" gumam Xiao Lang.
Terlihat beberapa orang mulai berkeringat, namun mereka terlihat masih mampu.
"Bagaimana kabar mu yu Zhong?" tanya Kevin.
"Apa kau bercanda..? hanya dengan tekanan seperti ini, kau berharap diri ku akan tumbang?" jawab yu Zhong sembari tersenyum remeh dengan sombong.
"Sifat sombongnya belum hilang" gumam Kevin sembari tersenyum.
"Kalian cukup bagus, kita lanjut ke level 3" ucap Kevin sembari ia duduk di kursi yang tiba-tiba muncul tepat di belakangnya.
"Xiao Lang silahkan duduk" ucap Kevin mempersilahkan Xiao Lang duduk di kursi yang tiba-tiba muncul di belakang nya.
"Hah..? kursi" gumam Xiao Lang yang terlihat kebingungan dan terkejut saat ia menoleh ke belakang telah berdiri kursi kayu yang kokoh.
"Heheh... terimakasih yang mulia" jawab Xiao Lang sembari tersenyum lalu ia duduk.
"Kekuatan teleportasi..? atau semacamnya, aku tidak mengerti. Namun ini benar-benar di luar nalar ku aku tidak berpikir jika hal ini bisa di lakukan yang mulia" gumam Xiao Lang.
Seketika terlihat beberapa orang berlutut secara bersamaan karena menerima tekanan level 3 dari Kevin.
"Xiao Lang berapa banyak menurut mu yang akan lulus ujian ini?" tanya Kevin menggunakan telepati.
"Mungkin 75% yang mulia" jawab Xiao Lang menggunakan telepati sembari ia memandang wajah Kevin.
"Kau salah Xiao Lang, mereka semua akan lulus ujian ini" ucap Kevin menggunakan telepati.
"Bagiamana bisa yang mulai, bahkan di tekanan kali ini sudah ada beberapa yang hampir tumbang" tanya Xiao Lang yang terlihat kebingungan.
"Aku yakin dengan kekuatan bawahan ku, walau mereka hanya bersama ku selama beberapa minggu tapi aku yakin mereka pasti berhasil lolos ujian yang ku berikan ini, aku menguji mereka dengan batas kemampuan yang mereka miliki aku tidak menargetkan untuk mereka gagal, aku menargetkan mereka untuk lolos" jawab Kevin.
Seketika muncul sesosok raksasa setinggi tiga meter memegang kapak, badan yang berotot hanya mengenakan seutas kain yang menutupi ***********, serta sebuah topeng besi yang menutupi seluruh kepalanya.
"Algojo ini yang akan menghukum kalian jika kalian gagal, aku tak tau apa yang akan ia lakukan kepada kalian namun kebanyakan mereka mati dengan di siksa terlebih dahulu, jadi kalian harus paksakan diri kalian agar dapat menyelesaikan ujian ini" ucap Kevin sembari menyalakan cerutu serta ia tersenyum psikopat.
"Bukankah ini sangat kejam yang mulia?" tanya Xiao Lang.
"Ini hanya penyemangat untuk mereka agar mereka merasa lebih bersemangat untuk hidup mereka, manusia akan mengeluarkan kemampuan terbaik di saat nyawa mereka terancam" jawab Kevin.
"Jenderal yu Bai apa kau baik-baik saja.!..?" tanya Kevin berteriak.
"Siap yang mulia hamba baik-baik saja" jawab jenderal Yu Bai yang terlihat biasa saja seakan tak terjadi apapun padanya.
"Cukup bagus ia telah berada di puncak tingkat Mahayana" ucap Kevin dengan suara pelan yang mana hanya Xiao Lang yang dapat mendengar nya.
"Bagaimana dengan mu Wei dong?" tanya Kevin.
"Saya baik-baik saja yang mulia" jawab Wei dong yang terlihat biasa saja.
"Dujuan apa pelatihan ini kurang buat mu?" tanya Kevin sembari tersenyum.
"Bagaimana dengan mu yu Zhong?" tanya Kevin.
"Ini bukan apa-apa" kawan yu Zhong dengan sombong.
"Sifat sombong nya belum menghilang, sepertinya aku harus menggunakan cara itu agar sifat sombongnya bisa hilang" gumam Kevin.
"Kepala keluarga Wei silahkan maju" ucap Kevin.
Terlihat kepala keluarga Wei berjalan kehadapan Kevin lalu ia berlutut.
"Ada apa yang mulia..? apa hamba melakukan kesalahan yang mulia?" tanya kepala keluarga Wei.
"Kau lulus dalam ujian ini, diri mu boleh beristirahat selama sehari" jawab Kevin.
"Terimakasih yang mulia atas hadiah yang anda berikan, saya undur diri" jawab kepala keluarga Wei.
"Silahkan" jawab Kevin.
Terlihat kepala keluarga Wei pun pergi meninggalkan lapangan.
"Baiklah babak empat akan segera di mulai, Selamat untuk kalian semua karena kalian telah lolos menerima tekanan dari seorang di ranah Mahayana bintang satu, siapa yang berhasil bertahan sampai level lima maka ia akan mendapatkan hadiah" ucap Kevin sembari berdiri, lalu ia berjalan menuju barisan.
"Benar-benar berbakat bawahan yang mulia, paling rendah di sini adalah seorang di ranah silver emperor bintang tiga, dan ada 3 orang di ranah Mahayana bintang tiga, bahkan ada yang hampir berada di ranah atas Mahayana" gumam Xiao Lang yang terlihat terkejut.
"Bawahan-bawahan ku memang bukan sembarang" ucap Kevin menggunakan telepati kepada Xiao Lang.
"Hah barusan beliau membaca pikiran ku?" gumam Xiao Lang yang terlihat terkejut.
"Babak ke empat di mulai" ucap Kevin.
Seketika setengah bawahan Kevin tumbang, lalu setengah nya lagi berlutut hanya tersisa 10 orang saja yang berdiri walau beberapa ada yang kelihatan kesulitan.
"Jangan khawatir jika kalian pingsan tenaga medis ku akan menyembuhkan kalian jadi kalian jangan khawatir" ucap Kevin.
"Baiklah mari kita lanjut ke level berikut nya" ucap Kevin.
Seketika tanah yang di pijak yu Zhong dan yang lainya retak dan hancur karena tekanan yang menimpa mereka sangat kuat.
"Tekanan apa ini..?" gumam Dujuan yang terlihat benar-benar kesulitan, hampir saja ia berlutut namun ia masih bisa manahan nya.
"Tekanan ini cukup kuat" gumam jenderal yu Bai, ia berkeringat.
"Wah benar-benar mengerikan berat sekali" gumam Wei dong yang terlihat sangat kesulitan, tubuh nya gemetar, keringat terus mengucur layaknya hujan.
Tiba-tiba bawahan Kevin yang telah terkapar pingsan di lapangan berpindah tempat ke tempat yang lebih teduh, terlihat di sana beberapa suster mulai merawat bawahan bawahan Kevin.
"Yu Zhong apa kau baik-baik saja?" tanya Kevin yang kini berada di hadapan yu Zhong.
"Ini bukan apa-apa buat ku" jawab yu Zhong dengan sombong.
"Jika kau dapat menahan 10% aura asli ku maka aku akan memberikan mu libur selama 10 hari bersama istri mu, namun jika tidak kau harus menerima satu pukulan ku" ucap Kevin yang terlihat kesal dan marah.
...****************...
Bersambung....