
"Apa ini" gumam kevin sembari melihat tato naga yang ada di tangan kanan nya.
"Tato ini memiliki jejak aura ku yang membuat semua beast kecuali yang memiliki kasta seperti ku mereka akan takut bahkan tunduk" jawab Red dalam fikiran kevin.
"Bagus lah jika begitu mungkin aku akan memiliki 1000 pasukan beast" gumam kevin.
[Dengan kekuatan yang tuan miliki sekarang hal itu tidak mungkin tapi jika tuan berada di ranah Mahayana maka hal itu bukan lah hal yang mustahil.]
"Ranah Mahayana aku belum mendapat musuh dan aku juga sedang bosan pergi ke tempat leveling. Mungkin aku akan menggunakan pil dan bermeditasi saja" gumam kevin.
"Oh iya aku mengingat beberapa resep dalam kepala ku dan salah satunya ada resep pil naik ranah. Tapi memerlukan 12 bahan obat yang aku tidak tau cara untuk mendapatkan nya" gumam kevin.
"Hmm nanti saja lah aku tanya kepada tetua yen" gumam kevin sembari bangun.
Tanpa di sadari Doru telah berubah menjadi gea.
"Wah ini terlihat sangat mirip dengan gea. Coba berbicara" ucap kevin dengan wajah terkejut bercampur kagum.
"Halo" ucap Doru.
"Suaranya juga mirip dan juga ia terlihat sangat natural seakan itu memang tubuhnya" ucap kevin.
"Baiklah cukup kau bisa berubah lagi" ucap kevin.
"Besok aku ingin pergi ke kota untuk jalan jalan sebaiknya aku tidur walaupun ini masih sore" gumam kevin sembari berjalan ke arah kamar nya.
Kemudian kevin pun tidur.
...****************...
Keesokan harinya di depan pintu istana kevin terlihat Qi yu, Chen yu, dan bogu yu sedang berkumpul sembari memegang tali yang terhubung dengan para tahanan yang memiliki hubungan dengan penghianat.
"Sepertinya tuan masih tidur" ucap Qi yu.
"Mungkin tuan sedang berjalan kemari. Bukanya rumah tuan berada jauh dari pintu saat kita masuk ke dalam" ucap Chen yu.
"Kau benar mungkin saja tuan masih di jalan" ucap bogu yu.
"Tapi tuan kan bisa menggunakan teleportasi" ucap Qi yu.
"Klik" suara pintu istana yang terbuka.
"Apa kalian sudah selesai" ucap kevin sembari berjalan menghampiri Qi yu dan yang lainya.
"Mereka adalah orang yang tuan minta kami cari" ucap Qi yu.
"Bagus ternyata kalian ada di sini" ucap kevin sembari memegang tali yang terhubung dengan dyo dan tiga tetua lainya yang telah berhianat kepada kevin.
"Sekarang bawa mereka berempat untuk di goreng selama nya" ucap kevin.
"Siap tuan" jawab Qi yu.
Kemudian Qi yu pun pergi.
"Uhuk baiklah aku mengenal mu sari dan risa. Karena kalian adalah anak dari gamal maka aku juga akan menghukum kalian agar kalian tidak melakukan perbuatan yang di lakukan oleh ayah kalian" ucap kevin sembari menjambak kepala sari.
"Aku tidak tega melihat mereka menangis seperti ini" gumam kevin.
"Kau boleh menghukum ku tapi tolong lepaskan adik ku" Teriak sari.
"Hmm bagaimana ya apa aku akan melepaskan adik mu" ucap kevin.
"Dulu dia memfitnah ku mengintip dada rata milik nya dan aku belum memberi kan pelajaran untuk nya" ucap kevin.
"Tunggu dia hanya anak anak dia belum berusia sepuluh tahun kau seharusnya memaklumi hal tersebut" jawab sari.
"Terus apa aku juga harus memaklumi kesalahan ayah mu karena mengirim pembunuh menggunakan uang rampasan yang seharusnya di gunakan untuk sekte apa aku harus memaklumi kesalahannya karena sudah tua hah" teriak kevin.
Terlihat sari diam saja dan tiba tiba menangis.
"Baiklah aku memutuskan memberikan hukuman ringan untuk mu dan adik mu bagaiman" ucap kevin.
"Benarkah hukuman apa itu" ucap sari yang awalnya menangis tiba tiba gembira.
"Ya aku akan menghukum mati adik mu dari pada aku siksa lebih baik dia ku penggal agar tidak merasakan sakit" ucap kevin.
"Cuih dasar kau brengsek sialan" teriak sari sembari meludahi mempo kevin.
...****************...
Di alun alun kota terlihat para penghianat sudah di goreng hidup hidup namun mereka tidak mati karena saat mereka akan mati tetua yong alias tetua keamanan memberikan mereka ramuan penyembuh.
Yang membuat mereka selalu merasa kesakitan tanpa henti.
Kemudian kevin pun datang di ikuti yang lainya.
"Ayah" teriak risa sembari menangis karena melihat kondisi ayahnya yang sudah gosong karena di goreng.
"Gamal aku akan membuat dirimu menyaksikan kepala putri mu yang terpenggal" ucap kevin sembari berjalan mendekati kuali gamal.
"Tuan mohon ampuni anak anak ku lebih baik aku yang di hukum" ucap gamal dengan suara pelan.
"Bukan mata mereka lebar lebar agar bisa melihat anak serta keluarga mereka mati" ucap kevin.
Kemudian beberapa penjaga membuka mata para penghianat dengan paksa.
"Semuanya berkumpuk" teriak kevin.
Seketika semua murid berlari menuju aula.
"Sekarang aku ingin memperlihatkan bagaimana keluarga para penghianat di hukum" teriak kevin.
Kemudian ia mengambil seorang wanita dan kevin langsung menebas kepalanya hingga terpotong.
"Istri ku" Teriak tetua obat yang merupakan seorang penghianat.
Lalu kevin membunuh semua orang kecuali sari,risa serta anak anak.
Terlihat para penghianat mulai menangis.
"Bajingan kenapa kau membunuh ibu ku" Teriak dyo.
"Aku tidak peduli" jawab kevin sembari menendang mayat ibu dyo ke arah api.
Terlihat dyo sangat sedih.
"Dan selanjutnya dirimu" ucap kevin sembari menarik risa dan ia menaiarapkan risa ke tanah.
"Tuan aku mohon lepaskan anak ku tuan tuan" teriak gamal sembari terus meronta ronta.
"Tuan aku mohon tolong bunuh saja aku jangan adik ku" ucap sari memohon sembari bersujud.
"Memang kalian kira aku akan kasian kepada para penghianat menjijikan seperti kalian" ucap kevin sembari memotong kepala risa.
"Risaaaaaaaaaaaaaaaaaa" teriak gamal sangat keras sembari menangis.
"Risaaa" teriak sari sembari memukul kan kepalanya ke tanah hingga berdarah.
"Hahahahahahahahahahahahahaha" tawa kevin sangat keras.
Terlihat semua murid menundukan kepala mereka dan tanpa mereka sadari mereka telah meneteskan air mata.
Tak hanya murid terlihat guru serta para tetua juga mengis.
"Kau sangat keterlaluan aku ingin membunuh mu karena ingin menyelamatkan sekte ini dari amukan gong dang. Tapi kau malah membunuh putri ku" Teriak gamal.
"Niat ku baik aku hanya ingin menyelamatkan nyawa ribuan orang tapi kau malah membunuh putri ku yang tidak tau apa apa. Kau sama saja seperti iblis" teriak gamal sembari menatap tajam ke arah kevin.
"Memang aku peduli" ucap kevin sembari melempar kepala risa ke dalam kuali gamal.
Terlihat gamal memeluk kepala risa sangat erat hingga menangis.
"Baiklah sepertinya aku sudah keterlaluan" gumam kevin sembari meneteskan air mata.
Dan tiba tiba muncul risa di samping kevin.
Dan kepala yang di peluk gamal hilang menjadi asap.
...****************...
Bersambung