
"Baiklah tuan silahkan ikuti saya" ucap Huantou yang terlihat pasrah sembari ia berjalan perlahan.
"Duaaaaaar...!" suara ledakan yang tiba-tiba muncul di samping Huantou, seketika semua tertutupi oleh asap yang tebal di sekitar Huantou.
Perlahan terlihat Kevin tengah memegang kaki seseorang.
"Apa yang terjadi" gumam Huantou yang terlihat kebingungan melihat sekeliling.
"Orang ini dapat menerima seluruh kekuatan ku hanya dengan satu tangan, dan bahkan terlihat seperti bukan apa-apa" gumam seseorang yang menyerang tadi.
"Cepat tunjukan jalan ke tempat putra mu, mereka menuju ke sana" ucap Kevin sembari membelah tubuh musuh menjadi dua.
"Baiklah ikuti saya" jawab Huantou sembari terbang sangat cepat.
"Dia dapat membunuh seorang pembunuh di ranah Mahayana puncak hanya seperti memotong udara" gumam Huantou yang terlihat panik dan kebingungan.
"Cepat mereka akan tiba di sana sebentar lagi" ucap Kevin yang tiba-tiba ada di samping Huantou.
"Hah...? bagaimana bisa ia menyusul ku aku menggunakan langkah kilat yang merupakan teknik tingkat suci bahkan tidak ada yang bisa mengejar ku di benua ini" gumam Huantou yang semakin terkejut melihat kehebatan Kevin.
Terlihat tiba-tiba Kevin mengayunkan tangan.
Seketika dua orang terjatuh dengan tubuh yang telah terbelah di hadapan mereka.
"Aku bahkan tidak menyadari adanya musuh, sepertinya ia memang orang yang di takdirkan" gumam Huantou.
Tak perlu waktu lama mereka pun tiba di sebuah ruangan yang telah di penuhi banyak orang. Serta terlihat pula pertarungan tengah terjadi di sana.
"Leluhur telah kewalahan aku harus membantunya" ucap Huantou setelah melihat seorang pria tua yang di serang secara membabi-buta oleh banyak orang.
"Kakek aku datang...!" teriak Huantou sembari menyerang segerombolan orang itu.
"Masing-masing dari mereka berada di ranah Mahayana ini akan menjadi sulit" gumam Huantou sembari terus menyerang ke arah musuh secara membabi-buta.
Kevin hanya diam saja memantau keadaan.
"Mereka dari guild pembunuh bayaran, aku harus turun tangan membasmi meraka" ucap Kevin sembari berjalan santai mendekati orang yang tengah bertempur.
Tiba-tiba para musuh berhenti sekaan menjadi patung.
"Apa yang terjadi?" ucap Huantou yang terlihat kebingungan.
"Apa yang terjadi pada meraka" ucap kakek yang terlihat sekarat yang tak lain adalah tetua agung sekte holy fire.
"Tunggu aku pernah melihat ini, ini adalah true Qi yang hanya di miliki oleh para dewa dimana mereka dapat menahan dan menekan siapapun yang mereka inginkan bisa di sebut juga ini adalah kehendak dewa" gumam tetua agung sekte holy fire yang terlihat sangat terkejut.
"Siapa yang di bawa Huantou ke sini" gumam tetua agung sekte Holy fire.
"Aku akan menyelamatkan putra mu, kau urus mereka" ucap Kevin sembari berjalan ke arah pintu yang tiba-tiba terbuka.
"Pintu itu di lengkapi dengan segel tingkat suci dan hanya diri ku dan kakek yang salah membukanya, ia dapat membuka dengan mudah siapa sebenarnya pria ini" gumam Huantou.
Terlihat Kevin pun memasuki ruangan tersebut.
Terlihat sebuah ruangan yang gelap di hiasi cahaya berwarna hijau dari ranjang yang terbuat dari batu giok yang besar serta cahaya api hijau di sekelilingnya.
Terdapat seorang pria yang berbaring di ranjang itu dengan keadaan tubuh yang mengenaskan, tubuh yang kurus kering, rambut yang berwarna putih, serta nafas yang pelan seakan sudah mati.
"Sayang ia terkena racun jiwa di usia yang bisa di bilang muda, ia memiliki kualifikasi yang bagus dengan roh penjaga yang kuat. sayang sekali roh penjaga nya juga sekarat karena berusaha melindungi inti jiwa dari pemuda itu" ucap sun.
"Tenang saja selagi ia masih hidup aku akan membuatnya menjadi sehat dan bahkan lebih baik" ucap Kevin.
"Racun jiwa merupakan racun yang di takuti di dunia ini, namun tidak di alam semesta, kurang lebih mirip seperti demam dunia ini masih terlalu lemah untuk mengelola racun ini menjadi bahan kultivasi" ucap Kevin.
"Memang racun jiwa dapat di gunakan menjadi bahan kultivasi?" tanya sun.
"Bukan untuk berkultivasi namun untuk memperkuat jiwa, racun ini terdiri dari serangga yang memiliki ukuran kecil sekecil amoba, mereka dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan dan juga makanan. Berbeda dari penyakit dan juga racun lainya yang merusak organ atau pembuluh darah serangga ini memiliki Qi yang memungkinkan mereka untuk mengisap jiwa untuk berkultivasi" ucap Kevin.
"Jadi jiwa merupakan makanan mereka?" tanya sun.
"Meraka tidak memakan jiwa tapi meraka menyerap untuk di gunakan berkultivasi, di alam semesta terdapat beberapa siluman yang merupakan jelmaan dari serangga ini" jawab Kevin.
"Lalu bagaimana cara menyembuhkan mereka yang terkena racun ini?" tanya sun.
Tiba-tiba Kevin mengeluarkan pedang besi dan menusuk kan nya ke dada pria tersebut.
"Serangga ini mirip seperti bakteri mereka hanya bisa hidup di dalam mahkluk hidup namun akan membeku ketika hinggap di benda mati, kita perlu mengalirkan kekuatan jiwa kita ke dalam pedang atau objek lainya, kemudian secara otomatis para serangga itu akan mengejar sumber kekuatan jiwa. Setelah mereka hinggap di pedang kita angkat dan bakar pedang itu" ucap Kevin sembari mengalirkan kekuatan jiwa miliknya selama beberapa saat kemudian ia membakar ujung pedang ke lilin hijau di samping nya.
"Haaaaah...!" suara pria yang berbaring di ranjang saat menari nafas dengan kencang.
Tiba-tiba Kevin memasukan jari ke mulut pria tersebut.
"Apa yang anda lakukan?" tanya sun.
"Aku hanya memastikan jika dia tidak menekan lidahnya" jawab Kevin.
"Memang kenapa jika ia menelan lidahnya?" tanya sun.
"Tentu saja dia akan mati kehabisan nafas kebanyakan petarung mati karena ini, di mana mereka terkena upercut atau pukulan keras mengenai rahang mereka akan menarik nafas sekuat tenaga hingga lidah meraka tertekan, karena tidak ada pertolongan mereka mati" jawab Kevin.
Perlahan nafas pria itu mulai membaik dan mata nya perlahan terbuka walau hanya sedikit.
"Beristirahatlah" ucap Kevin sembari berjalan pergi.
"Bagaimana cara anda menyembuhkan dia agar kembali sehat lagi?" tanya sun.
"Dengan memberikan pil pemilih jiwa secara rutin maka ia akan kembali sehat dalam kurun beberapa tahun, aku dapat menyembuhkan jiwa nya dalam sekejap tapi aku tidak ingin melakukannya" jawab Kevin.
"Mengapa?" tanya sun.
"Kau terlalu banyak bertanya" jawab Kevin.
Sementara itu di luar ruangan.
"Huantou siapa pria yang kau bawa ke sini?" tanah tetua agung sekte holy fire.
"Aku tidak tau kakek, ia datang dengan membawa token milik adik, aku tidak menyinggungnya karena token yang ia pegang asli" jawab Huantou.
Terlihat Suantou datang.
...****************...
Bersambung...