
Saat matahari mulai terbit, cahaya nya mulai menyinari pepohonan di hutan, suara burung-burung berkicau terdengar sangat merdu.
"Aaaark" ucap yu Zhong yang baru bangun dari pingsan karena terkena petir dari Dujuan.
"Aku sudah memperingatkan diri mu untuk tidak bermain dengan petir milik Dujuan" ucap Kevin yang tengah duduk sila melayang di atas bara api unggun.
"Ku pikir apa yang di katakan Dujuan hanya kebohongan, karena aku sudah sering mendengar yang seperti itu, ia mengatakan bahwa kekuatannya sangat hebat, namun saat ia menyerang ku bahkan tidak bisa menggores kulit ku, dan mereka terlihat seperti badut yang tidak berguna" ucap yu Zhong sembari mencoba untuk berdiri.
"Kau telah terjebak dalam kesombongan, selemah apapun musuh mu jangan pernah kau meremehkan mereka, itu alasan ku kenapa saat masih di bumi aku tidak terkalahkan dalam pertarungan jarak dekat" ucap Kevin sembari mendarat dan ia berdiri di samping yu Zhong.
"Kita akan pergi ke kota Samanda sekarang, kau cepat tuntun jalan" ucap Kevin.
"Biarkan aku beristirahat sebentar lagi, bahkan matahari belum terbit sepenuhnya. Kenapa kita harus bergegas?" tanya yu Zhong.
"Waktu itu sangat berharga, kau harus menghargai nya walau hanya sedetik. Karena waktu yang telah berjalan tidak bisa di ulang kembali, dan saat kau tidak menghargai nya kau akan menyesali di akhir nanti" ucap Kevin sembari menendang Dujuan masuk ke dalam danau.
"Byuuuur...!" suara tubuh Dujuan yang masuk ke dalam danau.
"Cepat kita harus bergerak, ku berikan waktu 10 menit untuk kalian bersiap-siap" ucap Kevin sembari berjalan memasuki hutan.
"System sebenarnya apa yang terjadi kepada kami?" tanya Kevin sembari membuat tubuh nya menghilang.
"System tidak bisa memberitahu kan hal ini, karena harus anda yang mencari akan informasi yang ingin anda ketahui ini, system hanya dapat membantu, dan memberikan informasi seputar alam semesta ini saja, namun tidak dengan yang lain" jawab system yang tiba-tiba muncul di samping Kevin.
"Aku hanya takut jika keluarga ku yang sekarang akan menghilang, selain itu saat berada di dalam dunia ingatan Kaisar jiwa aku bertemu dengan orang yang tak lain adalah kakek ku Tobi, apa semua ini ada kaitannya?" tanya Kevin.
"Selain itu dari mana asal suara yang muncul saat kami melakukan penyergapan di markas OTM, ini semua menjadi dilema di dalam otak ku, aku menjadi bingung aku merasa jika hidup ku sekarang memang sedang di kendalikan oleh orang lain dan hanya di jadikan tontonan" ucap Kevin.
"System hanya di perintahkan untuk membantu anda mencapai tujuan utama yang menjadi alasan kenapa anda di kirim ke dunia ini, system hanya akan membantu hal tersebut agar bisa terwujud, namun hal di luar itu system tidak bisa melakukan apapun kecuali" ucap system
Kecuali apa..?" tanya Kevin menyela ucapan system.
"System tidak bisa memberitahu akan hal tersebut karena hal ini akan menjadi hadiah saat anda telah memenuhi target yang di inginkan oleh pencipta" jawab system kemudian ia menghilang.
"Aku hanya ingin mengetahui alasan aku di kirim ke dunia ini, hanya itu yang ingin ku ketahui sejauh ini. Bahkan jika perlu mengorbankan hidup ku maka aku rela demi informasi itu tidak peduli apa alasannya aku harus mengetahuinya" ucap Kevin sembari kembali muncul.
"System berikan aku cerutu aku sudah mulai bosan dengan rokok yang biasanya ku konsumsi" ucap Kevin.
"cerutu Gurkha Black Dragon. Tulang dada yang terdapat di cerutu ini diukir sendiri dengan tangan. Satu bungkusnya seharga 20 koin emas dan jika di bumi seharga 13,3 juta rupiah" ucap system sembari memberikan satu bungkus cerutu kepada Kevin.
"Ini rasa apa?" tanya Kevin.
"Anda bisa custom anda hanya perlu mengucapkan rasa yang anda inginkan maka rasa dari cerutu itu akan berubah dengan sendirinya" jawab system.
"Lumayan ini terasa lebih nikmat dari rokok yang sebelumnya, bahkan aku hanya memerlukan satu hisapan saja untuk menghabiskan satu batang, namun cerutu ini terasa lebih enak di banding rokok sebelumnya" ucap Kevin sembari berjalan kembali me danau.
Terlihat di danau Dujuan tengah mengikat barang-barang di atas gerobak, dan terlihat yu Zhong tengah menyikat gigi di pinggiran danau sembari berjongkok.
Tiba-tiba yu Zhong terjatuh.
"Byuuuur...!" suara yu Zhong yang tercebur ke dalam danau.
"Apa yang terjadi, tiba-tiba aku di dorong oleh energi yang sangat kuat, bahkan aku tidak bisa menggerakkan tubuh ku saat energi itu mendorong ku" gumam Yu Zhong.
"Kau juga harus mandi jangan hanya menyikat gigi, cepat ganti pakaian mu aku tidak ingin terlambat" ucap Kevin sembari melempar pakaian ke arah yu Zhong yang tengah berjalan naik ke tepian danau dengan wajah kesal.
"Dujuan apa kau telah menggantikan pakaian?" tanya Kevin sembari berjalan ke arah gerobak.
"Aku sudah mengganti pakaian, tapi apa kita tidak sarapan terlebih dahulu, sekarang masih sangat pagi matahari baru terbit kenapa kita tidak memanggang ayam saja terlebih dahulu?" tanya Dujuan.
"Ambil ini, sarapan roti saja untuk pagi ini, karena kita akan segera pergi ke kota Samanda" ucap Kevin sembari melempar satu bungkus roti tawar kepada Dujuan.
"Tunggu roti tawar itu merek sari roti, dari mana Kevin mendapatkan nya setau ku merek itu hanya ada di Indonesia, dan sekarang kita ada di dunia yang berbeda" gumam yu Zhong sembari berjalan ke arah gerobak.
"Kevin dari mana kau mendapatkan sari roti itu?" tanya Yu Zhong.
"Aku mendapat kekuatan untuk memunculkan benda yang berada di pikiran ku, namun benda itu harus berada di luar dunia ini" jawab Kevin sembari melompat naik ke gerobak.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Kevin.
"Apa...! kau bisa melakukan itu, apa kah bercanda jika benar maka berikan aku satu dus Indomie goreng" ucap yu Zhong.
"Ambil ini" ucap Kevin sembari melempar satu dus Indomie goreng.
"Waaah....! sudah lima tahun aku tidak melihat makanan kesukaan ku ini, rasanya ingin menagis saat melihat nya" ucap yu Zhong sembari memeluk satu dus Indomie tersebut sembari berputar-putar dengan bahagia.
"Cepat naik, kita harus segera berangkat aku tidak mau kita terlambat" ucap Kevin.
"Memang apa yang kau takutkan, aku adalah pemimpin kota Samanda dan aku bisa melakukan apa saja di kota ku ini. Kau jangan khawatir" ucap yu Zhong sembari naik ke atas gerobak.
"Aku tidak takut, namun tidak ingin terlibat dalam masalah karena kemungkinan besar utusan kekaisran timur dan sekte stone hammer akan datang untuk mengecek mayat mu" ucap Kevin.
...****************...
Bersambung...