
"Jangan-jangan dia adalah anak dari niana" gumam pemuda itu.
"Hei apa yang kau lakukan...!" teriak Las sembari menarik jubah pemuda itu hingga terbuka.
Terlihat rambut perak dan postur tubuh yang sangat mirip seperti Kevin.
"Las..? bukanya aku telah pergi selama 200 tahun" gumam pemuda itu.
Terlihat niana berjalan perlahan di tuntun oleh Turgut.
"Niana dan Turgut" gumam pemuda itu yang terlihat sangat terkejut.
"Apa yang terjadi di sini Razin?" tanya Turgut.
"Kakek orang itu tiba-tiba menghancurkan panah buatan paman Leonel" jawab Razin.
"Nak... memang kenapa orang itu mengambil panah mu?" tanya niana.
"Permisi kenapa kau menghancurkan panah anak ku?" tanya niana sembari berjalan mendekati pemuda tersebut.
Tiba-tiba pemuda itu membuka topengnya.
Seketika terlihat wajah Kevin.
Seketika niana menangis saat mengetahui bahwa pemuda yang tadi memiliki wajah yang sangat mirip dengan Kevin.
"Beraninya kau menyamar sebagai yang mulia...!" teriak Las sembari menaruh pedangnya di leher pemuda itu.
"Stang...!" suara pedang las yang pecah saat ingin memenggal kepala pemuda itu.
"Berhenti....! jangan gegabah" teriak Turgut sembari berdiri membelakangi Razin serta niana.
"Ini tidak mungkin, pedang itu adalah pedang level legendaris yang pernah di berikan oleh tuan Kevin pada ku" gumam Las sembari memandangi pedangnya dengan tatapan hampa.
"Aku tidak bermaksud melukai kalian, dan aku benar-benar Kevin" ucap pemuda itu sembari memegang pundak Las.
"Orang yang telah mati tidak mungkin bisa hidup lagi, dan kau berani menggunakan wujud tuan Kevin" ucap Tenggor yang tiba-tiba mencekik Kevin dari belakang.
"Cepat bunuh orang ini...!" teriak Las.
Kemudian Turgut menusuk perut pemuda itu menggunakan pedangnya.
"Stang...!" suara pedang Turgut yang patah saat menyentuh perut pemuda itu.
"Dengan senjata fana ini, mereka tidak akan bisa menusuk atau menggores tubuh sempurna yang mana telah di latih di dalam lava, di dalam es, di dalam air, di dalam tanah, dan yang paling menyakitkan saat aku di masukan ke dalam planet yang berbentuk seperti matahari namun ukuran nya lebih besar dengan warna putih terang" gumam pemuda itu.
"Tap" suara langkah kaki Qi yu, Chen yu, Bogu yu saat mendarat di tanah.
"Apa yang terjadi di sini?" tanya Qi yu.
"Tuan muda...!" teriak Bogu yu.
"Tuan muda dimana... di mana" ucap Qi yu sembari menoleh ke segala arah.
"Tidak mungkin, dia bukan tuan muda karena kita tau kalau mayat nya telah kita kubur dan juga dengan tangan ku sendiri" ucap Chen yu.
"Cepat aku telah menahannya kalian bunuh...!" teriak Tenggor sembari terus mencekik dengan erat.
"Hentikan perjuangan sia-sia mu" ucap pemuda itu yang tiba-tiba melepaskan cekikan Tenggor dengan sangat mudah seakan ia sedang membuka lemari atau mengayunkan tangan.
"Aku adalah Kevin" ucap pemuda itu.
"Tebasan pedang lancip...!" teriak Qi yu sembari berputar-putar seperti bir dan terbang ke arah pemuda tersebut dengan sangat cepat bahkan tubuh Qi yu tidak terlihat.
Lalu tubuh nya di selimuti oleh angin yang mana membentuk seperti bor atau ujung anak panah yang melesat.
"Duaar...!" suara ledakan.
"Ini tidak mungkin" gumam Qi yu yang masih tertahan dengan posisi melayang.
"Berhentilah melukai diri kalian sendiri. Aku benar benar Kevin" ucap pemuda itu sembari memegang ujung pedang Qi yu dengan dua jari.
"Dia memiliki wajah yang sangat mirip seperti Kevin, namun aura yang ia keluarkan sangat berbeda dulu ia mengeluarkan aura yang dapat menenangkan orang lain saat di sampingnya namun kini aura yang pemuda itu keluarkan sangat mengerikan.
"Kami akan membantu...!" teriak Chen yu dan juga Bogu yu.
"Berhentilah melakukan ini...!" teriak pemuda itu sembari mengarahkan tangannya ke langit dan mengangkat jari telunjuk.
Dan dari jari itu muncul cahaya yang sama seperti saat ia membunuh beruang pelimun.
Kemudian setitik cahaya itu melesat sangat cepat ke langit dan meledak.
"Duaaar...!" suara ledakan dari cahaya yang di keluarkan oleh pemuda itu.
Ledakan tersebut sangat dahsyat bahkan asapnya menutupi seluruh kota.
"Berikan kami bukti kalau kau benar-benar tuan muda" ucap Qi yu sembari mundur ke arah niana di ikuti oleh Las dan Tenggor serta Turgut.
"Niana ini benar-benar diri ku" ucap Kevin menggunakan telepati.
"Dia bisa menggunakan telepati jiwa dengan ku, berarti dia benar-benar suami ku" gumam niana.
Tiba-tiba niana berlari ke arah pemuda tadi dan langsung memeluknya dengan sangat erat.
"Niana..!" teriak Turgut.
"Ratu..!" teriak Qi yu dan yang lainya.
"Kenapa kau pergi begitu lama" ucap niana sembari menangis.
"Aku juga tidak tau, tapi ini adalah takdir" jawab Kevin sembari memeluk niana.
"Niana sedang sakit parah" gumam pemuda itu.
"Dia benar-benar Kevin dia dapat melakukan telepati yang mana hanya kami yang bisa melakukan itu tanpa menggunakan Qi sedikit pun" ucap niana.
Seketika Qi yu, Chen yu, Bogu yu, Las, dan Tenggor jatuh berlutut dan tiba-tiba menangis.
"Papa memang belum mati" gumam Eira.
"Kaka dia siapa?" tanya Razin yang bersembunyi di balik Eira.
"Dia adalah papa" jawab Eira.
"Wah papa terlihat sangat keren" ucap Razin.
"Uhuk uhuk uhuk" batuk niana dan setelah batuk niana pingsang.
"Penyakitnya sangat parah" gumam Kevin alis pemuda yang sebelumnya.
Tiba-tiba Kevin menggendong niana dan ja pergi terbang ke arah istana.
Di dalam kamar.
Terlihat niana di baringkan di atas kasur.
"Saat masa kehamilan dia merasa stres dan akhirnya sehabis melahirkan ia tidak bisa memulihkan kekuatannya dan lambat lain kekuatannya menurun" gumam Kevin.
Seketika muncul satu set jarum akupuntur.
"Guru terimakasih telah memberikan jarum berharga mu untuk ku" ucap Kevin sembari mencium satu set jarum itu.
Kemudian Kevin mulai menusuk di berbagai titik dengan sangat cepat.
"Aku harus menyerap energi negatifnya terlebih dahulu" gumam Kevin.
...****************...
Bersambung.
...****************...
...****************...
...****************...
ranah di novel King system.
penguatan tubuh
pengumpulan Qi
kesatria
prajurit
master
grand master
guru
tetua
raja
kaisar
penguatan jiwa dan roh
silver emperor
golden emperor
mahayana.
silver immortal
golden immortal
diamond immortal.
Setiap tingkatan terbagi menjadi tiga tahap yaitu bintang satu sampai tiga.
Tingkatan nanah kultivasi alam semesta.
manusia
immortal
dewa
Setiap ranah alam semesta terbagi menjadi tiga bagian.
Ranah fana
Manusia fana
Penguatan tubuh
Penyempurnaan jiwa dan roh
Ranah immortal.
Immortal
Pengaturan enam Indra
Penyempurnaan raga
Ranah dewa
1.Dewa
2.Dewa perak
3.Dewa emas
setiap ranah di bagi menjadi tiga tahapan sama seperti di dunia Kevin.
Tingkatan ranah kultivasi jiwa.
Jiwa baru
jiwa menyatu
jiwa ahli
jiwa raja
jiwa kaisar