
"Memang siapa Zhang yu itu?" tanya Kevin.
"Zhang yu adalah tuan muda pertama, anak dari tetua kesatu ia merupakan salah satu cucu dari 6 cucu ketua sekte sebelumnya. Zhang yu memiliki bakat yang sangat hebat di usia yang masih menginjak 22 tahun ia telah berada di ranah golden emperor bintang satu. Dan saat ini ia menjadi kepala keluarga sementara di kediaman yu" jawab Luo yi.
"Sepertinya dia adalah orang yang harus ku bunuh, aku akan mengambil tahta ku kembali karena itu adalah takdir yang telah di tentukan untuk ku dan tak akan bisa di ubah" gumam Kevin.
"Memang apa hebatnya Zhang yu itu, dia hanyalah badut jika berhadapan dengan ku. Orang yang seharusnya kau sanjung adalah orang tua mu karena telah berhasil membesarkan seorang Dewi yang cantik serta kuat. dan kau masih berumur 21 tahun. satu langkah lagi kau akan menyamai orang yang kau idolakan itu" ucap Kevin.
"Tapi darah yang ku miliki berbeda, dirinya memiliki darah dari salah satu hewan suci yaitu naga, bahkan roh penjaganya adalah naga es yang di katakan sebagai naga yang sangat jarang dan langka" jawab Luo yi.
"Pengetahuan mu masih terlalu dangkal, yang menentukan kehebatan kita bukan darah atau leluhur, tapi diri kita sendiri. Kita yang menulis cerita kita bukan darah dari leluhur mu" ucap Kevin.
"Aku telah membuktikan apa yang ku katakan, bahkan keturunan dari 7 dewa alam putih saja tidak sebanding dengan bakat yang ku miliki, sedangkan mereka memiliki darah dari seorang dewa agung, atau dewa diamond" gumam Kevin.
"Kau harus ingat, kau boleh mengidolakan seseorang atau mengagumi mereka, tapi jangan pernah kau merendahkan diri mu sendiri. Kita semua di ciptakan berbeda dengan tujuan yang berbeda pula. oleh karena itu jangan pernah merasa minder dengan kelebihan orang lain" ucap Kevin.
"Baiklah tuan, terimakasih atas nasehat yang telah anda berikan saya akan selalu mengingat hal ini" ucap Luo yi.
...****************...
Singkat cerita sesampainya mereka di sebuah toko.
"Cring!" suara bel yang berbunyi saat Kevin dan Luo yi memasuki toko tersebut.
Terlihat jejeran pakaian yang di taruh di dalam kotak kaca yang terlihat seperti museum.
"Toko ini sangat terkenal karena hanya membuat satu dan tidak ada duplikat atau yang lainya. oleh karena itu pakaian di sini di taruh di dalam kotak kaca agar lebih terjaga" ucap Luo yi.
Terlihat pandangan mata Kevin tertuju ke sebuah pakaian yang di taruh di sebuah kotak kaca yang besar serta di hiasi oleh berlian serta emas di kotak kaca tersebut.
Selain itu kotak kaca itu di jaga oleh puluhan prajurit ranah guru yang berdiam diri layaknya patung.
"Aku ingin pakaian itu" ucap Kevin menunjuk ke arah pakaian yang sebelumnya ia pandangi.
"Baiklah tuan saya akan memberitahu saudara saya untuk membungkus pakaian yang Anda mau" jawab Luo yi lalu ia pergi.
"Pakaian itu terbuat dari kulit monster tingkat di atas 10, bajunya memiliki lengan yang panjang terbuat dari kulit harimau hitam yang memiliki pertahanan yang kuat, jahitan yang sangat detail di lakukan oleh seorang perancang pakaian yang memiliki tangan yang lembut dan lentik. Bagian celana yang terbuat dari kain yang mana benangnya berasal dari laba-laba perak yang memiliki ketahanan satu api serta memiliki kelenturan yang sangat bagus. jubah yang terbuat dari kulit beruang kutub bertanduk tiga" ucap Kevin.
"Memberikan kehangatan, lalu ikat pinggang berwarna perak yang juga sebuah senjata roh yang memiliki fungsi seperti cincin tuang, perisai tangan, bahu, serta sarung tangan yang sangat indah dan juga terlihat mengintimidasi. lalu sepatu yan terlihat berat namun ringan. Aku menginginkannya berapa pun harga nya" ucap Kevin sembari berjalan mendekati pakaian tersebut.
"Berapa harga pakaian itu?" tanya Kevin.
"Sayang sekali pakaian itu tidak di jual, karena pakaian itu adalah karya terakhir pendiri paviliun ini, pakaian ini adalah harta bagi kami" jawab wanita itu.
"Tuan perkenalkan dia adalah sepupu saya nanya Qian Li, dia adalah salah satu perancang busana yang cukup ternama di bagia timur ini" ucap Luo yi yang baru tiba.
"Ku berikan satu teknik, tingkat suci kepada mu, dan anggap saja sebagai ganti pakaian ini" ucap Kevin sembari mengeluarkan buku tingkat suci.
"Orang ini mengeluarkan buku jurus tingkat suci seperti mengeluarkan sampah. memang setidak berjaga itu kah buku tingkat suci bagi mu" gumam Luo yi.
"Tuan saya sangat menghargai penawaran anda namun pakaian ini milik ketua paviliun pertama saya tidak memiliki hak untuk menjualnya" jawab Qian Li.
"Aku sangat menginginkannya, aku akan memberikan topi dari kepala serigala galaxy" ucap Kevin sembari mengeluarkan sebuah topi yang terbuat dari kepala serigala berwarna abu-abu, memiliki tiga mata mata yang ketiga memiliki warna seperti galaxy dan terus berputar.
Seketika saat Kevin mengeluarkan topi tersebut bumi tiba-tiba bergetar layaknya ingin meledak.
"Aku lupa dunia ini tidak bisa menampung sisa-sisa kekuatan mu walau hanya tersisa sedikit yang menempel. Maaf aku akan memberikan harta lainya tapi berikan pakaian itu" ucap Kevin sembari menyimpan kembali topi tersebut.
Terlihat seluruh orang di tempat tersebut telah jatuh di tanah sembari menangis ketakutan karena hal yang terjadi.
"Maaf aku membuat kalian semua takut, baiklah jika memang tidak di jual aku akan mencari pakaian yang lain saja" ucap Kevin sembari membantu Luo yi dan juga Qian Li untuk bangun.
...****************...
Singkat cerita akhirnya Kevin membeli pakaian yang memiliki model seperti pakaian para kultivator seperti biasa dengan warna putih dan juga jubah yang terbuat dari bulu serigala hitam.
"Walau pakaian ini berbeda dengan yang ku inginkan, tapi tidak lebih buruk daripada aku harus memakai pakaian ku yang sudah ku pakai lebih dari dua minggu" gumam Kevin sembari berjalan keluar toko.
"Tunjukan jalan ke tempat penginapan, aku tidak peduli yang mahal atau yang murah aku hanya ingin tempat yang tenang dan juga nyaman" ucap Kevin.
"Baiklah tuan ikuti saya saja, saya memiliki tempat yang cocok untuk menginap. di sana sangat tenang karena memang sedikit yang menginap, makanan yang enak, dan juga tempat yang nyaman dengan pemandian air panas" jawab Luo yi.
"Baiklah kita pergi ke sana, aku juga sudah lumayan lapar" ucap Kevin.
...****************...
Bersambung.