
Sontak semua menoleh ke arah suara tersebut dengan terkejut.
Ternyata Kevin masuk ke dalam alam bawah sadar Dujuan.
"Kau mengatakan jika diri mu menyayangi ibu mu, tapi kenapa kau hanya diam sementara di hadapan ku ada yang ingin melecehkan ibu yang sangat kau sayangi" ucap Kevin dengan wajah marah, ia tiba-tiba muncul dan duduk di atas singgasana milik naga hitam.
Sontak hal itu membuat naga hitam dan juga Dujuan menjadi terkejut.
"Wah aku melihat sesosok jiwa naga yang kuat, bahkan aku perlu menggunakan niat ku untuk menghancurkan roh jiwa naga itu hingga hancur dan menghilang dari alam semesta" ucap Kevin sembari tersenyum.
"Memang kau pikir siapa diri mu, kau hanya seorang bocah yang beruntung berada di ranah atas mahayana di umur semuda ini. Bahkan kau tidak memiliki syarat untuk menjilat kaki ku saat aku masih hidup" ucap naga hitam.
"Kita semua mengenal bahwa kultivasi roh terdiri dari jiwa baru, jiwa menyatu, jiwa ahli, jiwa raja, dan juga jiwa kaisar. Saat ini kau berada di ranah jiwa menyatu yang tentu lebih kuat dari jiwa baru milik Dujuan" ucap Kevin sembari berdiri.
"Dan kau berada di ranah jiwa baru saja seperti Dujuan. Lalu apa yang akan kau gunakan untuk melawan ku ini" ucap naga hitam dengan nada sombong.
"Kau benar aku masih berada di ranah jiwa baru" ucap Kevin sembari berdiri.
"Tunggu apa aku salah, kenapa tinggi kita sama dan tubuh ku memancarkan cahaya emas" ucap Kevin, tubuhnya bertambah tinggi dan juga tubuhnya memancarkan aura emas.
"Tunggu dia berada di ranah jiwa menyatu, kultivasi jiwa kami hampir sama, namun aku memiliki kekuatan di atasnya karena sebenarnya aku berada di ranah semi jiwa ahli" gumam naga hitam.
"Tunggu apa aku salah, kenapa aku bertambah tinggi?" tanya Kevin sembari berjalan satu langkah. Pada awalnya tinggi Kevin sama seperti Dujuan, lalu sama dengan naga hitam, dan sekarang naga hitam hanya berada di pinggangnya saja.
"Tidak mungkin jiwa ahli, dia berada di ranah jiwa ahli hanya dalam beberapa tahun saja. Ini tidak mungkin pasti ini ilusi" gumam naga hitam yang terlihat sangat terkejut, ia mundur selangkah demi selangkah dengan kaki yang gemetaran dan keringat yang terus bercucuran.
Kemudian Kevin berjalan selangkah lagi.
"Tunggu sepertinya aku salah" ucap Kevin yang tubuhnya kini berwarna putih terang dan memancarkan cahaya yang sangat amat terang. Membuat alam bawah sadar Dujuan menjadi berwarna putih yang sebelumnya berwarna hitam, dan juga gelap.
"Dia berada di ranah roh, ranah jiwa raja bahkan di jaman ku dulu hanya satu orang saja yang bisa sampai di ranah ini dan itu di perlukan waktu 254 ribu tahun untuk berada di ranah jiwa raja. Aku tidak akan bisa melawannya" gumam naga hitam yang kini ia duduk tersungkur sembari menunduk karena ketakutan melihat wujud Kevin yang sangat besar. Bahkan mereka terlihat seperti kucing bila di bandingkan dengan tinggi Kevin yang sekarang.
"Aku salah lagi, apa aku sekarang berada di ranah jiwa baru atau bukan?" tanya Kevin sembari melangkah lagi.
Sekejap tubuh Kevin berubah menjadi berwarna emas dan ia menjadi sangat tinggi dan besar, bahkan Dujuan dan naga hitam terlihat seperti semut.
"Apa yang sedang terjadi di sini, aku tidak bisa bergerak aku seperti sedang di tekan bahkan air keringat ku langsung hilang saat menetes. Sebenarnya apa yang sedang terjadi sekarang aku merasa akan mati" gumam Dujuan yang kini ia berlutut dengan tubuh yang gemetaran dan juga ia terlihat kesakitan, darah mengalir dari setiap lubang di tubuhnya.
"Apa aku salah, aku berada di ranah jiwa baru" ucap Kevin sembari melangkah maju.
Seketika wujud Kevin berubah, tangannya menjadi enam, tangan kiri tiga dan tangan kanan tiga. Ia duduk di atas naga berwarna emas, Kevin memiliki tiga wajah, wajah biasa, sedih, dan marah.
"Satu tangan memegang pedang, satu tangan memegang panah, satu tangan memegang pagoda, satu tangan memegang api.
"Apa kau yakin aku berada di ranah jiwa baru, Jangan pernah remehkan musuh mu jika kau tak ingin di remehkan oleh nya" ucap Kevin.
Seketika semuanya menghilangkan dan Dujuan pun sadar.
"Huh...!" ucap Dujuan yang tiba-tiba bagun dan ia terlihat sangat terkejut, nafasnya tidak teratur keringat dingin trus bercucuran.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Kevin yang tengah duduk bersemedi sembari tersenyum sedikit ke arah Dujuan.
"Apa yang terjadi di dalam alam bawah sadar ku tadi, kenapa kau memiliki wujud yang sangat mengerikan seperti itu?" tanya Dujuan sembari menunduk.
"Ranah jiwa terbagi menjadi jiwa baru, jiwa menyatu, jiwa ahli, jiwa raja, jiwa kaisar, dan yang terakhir jiwa dewa. Bahkan seorang dewa saja belum tentu memiliki jiwa dewa" ucap Kevin.
"Kultivasi jiwa berbeda dengan kultivasi tubuh atau kekuatan dalam. Kultivasi jiwa sangat sulit untuk di latih bagi orang-orang berhati sempit contoh nya naga hitam. Ia telah hidup di selama 25 ribu tahun namun hanya bisa berada di ranah jiwa menyatu" ucap Kevin.
"Lalu kau berada di ranah jiwa apa?" tanya Dujuan.
"Aku berada di ranah jiwa dewa" jawab Kevin.
"Tunggu bagaimana bisa, bukanya umur kita sama, bagaimana bisa kau berada di ranah dewa?" tanya Dujuan yang terlihat terkejut atas pernyataan Kevin.
"Jiwa akan berkembang dengan adanya pengalaman, di perlukan pikiran yang luas untuk memahami konsep-konsep tentang ilmu batin. Jika diri mu masih berpikir sempit dan menilai orang lain dengan mata keburukan maka kau tidak akan bisa mencapai apa yang ku capai" jawab Kevin sembari berdiri.
"Yang di latih adalah sesuatu yang sangat penting yaitu jiwa mu, dengan melakukan sedikit kesalahan maka kau akan terhapus dari dunia ini. Untuk mengurangi resiko itu di perlukan kesabaran. Hati mu harus menyatu dengan tubuh mu otak mu harus menjadi senjata, hati mu harus menjadi obat" ucap Kevin sembari memegang pundak Dujuan.
"Kau tidak mengetahui apapun tentang ku, dan kau tidak akan pernah mengerti tentang keberadaan ku. Aku bagaikan angin yang hanya bisa di rasakan namun tidak bisa di pahami dan juga tidak bisa di lihat" ucap Kevin.
...----------------...
Bersambung...