
"Tak ku sangka diri mu telah pulih hanya dalam waktu beberapa hari saja, kau telah mengembangkan ingatan dan juga raga yang kau miliki, sekarang kau sudah tak terlihat seperti monster lagi namun sekarang diri mu keliatan seperti seorang pangeran dari kerajaan besar" ucap Kevin sembari menepuk pundak pria itu sembari tersenyum.
"Siapa dia tuan?" tanya sun menggunakan telepati.
"Dia adalah Xiao Lang" jawab Kevin menggunakan telepati.
"Apa...! dia Xiao Lang..? bukankah dia terlihat seperti monster sebelumnya kenapa berubah menjadi pangeran tampan seperti ini, apa anda tidak salah orang?" tanya sun yang terlihat kebingungan.
"Apa yang terjadi pada mu..? mengapa kau sering sekali bertanya akhir-akhir ini, biasanya diri mu tak pernah bertanya seperti ini hampir semua hal kau tanyakan" ucap Kevin menggunakan telepati.
"Yang mulia aku hanya penasaran dan sudah sewajarnya manusia memiliki sifat penasaran yang membuat mereka selalu ingin bertanya" jawab sun.
"Memang kau manusia diri mu adalah hantu" jawab Kevin menggunakan telepati.
"Dulu nya aku juga manusia sebelum mati" jawab sun.
"Terimakasih atas kebaikan anda wahai sang penerang jalan bagi orang-orang yang tersesat" ucap Xiao Lang sembari menundukkan kepalanya sembari memejamkan mata.
"Jangan terlalu formal, mari kita kembali ke kediaman keluarga Wei" ucap Kevin sembari menepuk pundak Xiao Lang kemudian Kevin pergi.
"Baiklah yang mulia" jawab Xiao Lang sembari berjalan mengikuti Kevin sembari ia menundukkan kepalanya.
Terlihat tanah yang awalnya tandus perlahan menumbuhkan rumput dan beberapa tanaman setelah di injak oleh Xiao Lang.
"Kau bisa melihatnya, langkah kaki seorang brahmana menghidupkan kesuburan" gumam Kevin.
"Wow itu benar-benar menakjubkan, apa anda dapat melakukannya?" tanya sun.
"Tentu aku bisa" jawab Kevin sembari tersenyum.
Perlahan rerumputan, tanaman, serta pohon-pohon yang di lewati Kevin layu dan menjadi debu lalu menghilang di tiup angin.
Tiba-tiba Xiao Lang berada di hadapan Kevin dalam sekejap.
"Yang mulia maafkan kelancaran saya, saya mohon hentikan apa yang anda lakukan, banyak pepohonan yang mati ini adalah sebuah dosa besar" ucap Xiao Lang.
"Kau lihat, seorang brahmana akan menghentikan kejahatan mau itu di lakukan oleh pemimpin atau pemiliknya, karena ini kah aku ingin merekrut nya" gumam Kevin
"Anda benar, sepertinya Xiao Lang memang seorang brahmana sejati" jawab sun.
"Aku sudah mengatakannya berulang kali tapi diri mu masih tidak percaya" gumam Kevin.
"Baiklah aku akan hentikan, semua kembali" jawab Kevin.
seketika rumput serta tanaman dan pohon yang mati tumbuh kembali dengan lebih rendah dan lebih hijau.
"Terimakasih yang mulia atas pengertiannya, silahkan jalan yang mulia" ucap Xiao Lang sembari bergeser lalu menunduk mempersilahkan Kevin untuk jalan duluan.
Terlihat senyuman dari wajah Xiao Lang.
Mereka pun lanjut berjalan.
"Yang mulia maaf atas kelancangan hamba, anda memiliki jiwa dewa brahmana namun mengapa anda tak menjadi brahmana seperti hamba?" tanya Xiao Lang.
"Diri ku telah membunuh triliunan mahkluk hidup dengan tangan ku sendiri, dan hampir seperempatnya telah ku minum darah nya" jawab Kevin
"Hamba bingung dengan dosa sebanyak itu anda memiliki jiwa yang begitu suci, jiwa yang hanya di miliki oleh para dewa di kayangan" ucap Xiao Lang.
"Aku membunuh mereka demi melindungi alam semesta, aku membunuh mereka bukan tanpa alasan mereka adalah orang jahat" jawab Kevin.
"Saya percaya dengan kata-kata anda yang mulia, terimakasih karena telah menjawab pertanyaan hamba dengan senang hati" ucap Xiao Lang.
...****************...
Singkat cerita sampailah mereka di kediaman keluarga Wei.
"Beristirahatlah besok kita bertemu di aula, tolong bantu aku menguji bawahan ku" ucap Kevin yang tengah berdiri di depan sebuah rumah yang indah bersama Xiao Lang.
"Silahkan" jawab Kevin.
Terlihat Xiao Lang berjalan mundur memasuki rumah tersebut.
"Adat yang ia miliki benar-benar membuat hati ku sejuk" ucap Kevin sembari pergi meninggalkan rumah tersebut.
"Anda benar saya juga merasakan hal yang sama" jawab sun.
...****************...
Sementara itu di dalam rumah Xiao Lang.
Terlihat Xiao Lang tengah duduk di kursi sembari memandangi perapian.
"Yang mulia adalah seorang yang benar-benar luar biasa, beliau memilikinya jiwa dewa di kayangan apa yang mulia adalah salah satu dari mereka..? aku harus tetap bersama yang mulia dan aku berjanji akan setia dengan nya dan keturunan nya lebih baik aku mati dari pada harus tunduk kepada selain keturunan atau keluarga yang mulia" gumam Xiao Lang.
"Setelah berpuluh puluh ribu tahun baru kali ini aku mendapat tempat peristirahatan yang layak" gumam Xiao Lang.
...****************...
Singkat cerita hari ujian pun tiba.
Terlihat semuanya telah berbaris di alun-alun kediaman keluarga Wei dengan berbagai sangat rapi, bahkan tidak terlihat sedikitpun pergerakan kecuali pakaian yang di tiup angin.
Terlihat dari kejauhan Kevin tengah berjalan bersama Xiao Lang.
"Hanya dalam waktu seminggu yang mulia berhasil membangun kediaman keluarga Wei dengan sangat rapi kokoh, aku benar-benar terkesan akan hal ini" gumam Wei dong.
"Selamat pagi semuanya, apa kabar kalian?" ucap Kevin sekaligus bertanya dengan suara yang lantang.
"Siap baik..!" jawab semua orang serentak dengan suara yang tegas dan keras.
"Ini yang ku suka, kedisiplinan" ucap Kevin sembari tersenyum.
"Baiklah, perkenalkan orang ini adalah Xiao Lang barahmana yang akan menjadi penasehat ku mulai sekarang" ucap Kevin sembari menepuk pundak Xiao Lang.
"Selamat pagi semuanya, mohon kerja sama nya" ucap Xiao Lang sembari tersenyum hangat kearah semua orang.
"Tampan sekali" gumam Wei an yang terlihat tertarik dengan Xiao Lang.
"Dia adalah pangeran?" gumam Dujuan.
"Benar-benar tak masuk akal ada seorang pria setampan ini" gumam yu Zhong.
"Salam kenal semuanya, nama ku Xiao Lang" ucap Xiao Lang.
"Siap salam kenal Xiao Lang" jawab semua orang dengan serentak.
"Wah mereka sangat bersemangat" ucap Xiao Lang yang terlihat antusias.
"Baiklah tak perlu berlama-lama mari kita mulai ujian nya" ucap Kevin.
"Siap...!" jawab semua orang dengan suara yang sangat keras dan tegas.
Terlihat Kevin mengarahkan tangan kanan nya ke arah Wei dong dan yang lainya.
"Tubuh ku terasa di tekan, tekanan ini tak terlalu terasa" gumam Wei dong.
"Tekanan ini ku bagi menjadi 5 tingkatan, yang berhasil sampai tingkat tiga maka ia lulus yang tidak berhasil akan mati" ucap Kevin.
"Yang mulia bukankah kurang bijak jika membunuh bawahan anda hanya karena tidak lulus ujian?" tanya Xiao Lang yang terlihat terkejut dengan kata-kata Kevin.
...****************...
Bersambung..