
"Yang mulia, engkau telah menyelamatkan hidup hamba yang tidak berharga ini, sejak saat itu nyawa ini adalah milik anda yang mulia anda berhak memerintah saya dan menghukum saya, dengan senang hati saya akan melakukannya yang mulia" jawab Xiao Lang dengan nada lembut.
"Razin adalah seorang anak yang keras kepala, dia akan sedikit membuat mu kesulitan, Eira adalah seorang wanita yang baik dan penurut dia akan banyak membantu mu, kau harus menjaga mereka agar tetap berada di jalan yang lurus dan baik. Dan juga kemungkinan besar akan akan memiliki anak lagi bersama istri pertama ku nanti jadi tolong jaga dia juga" ucap Kevin.
"Yang mulia saya akan melakukannya dengan sepenuh hati, anda jangan khawatir saya pasti akan menjaga mereka hingga akhir hayat saya" jawab Xiao Lang.
"Aku memiliki takdir yang rumit, aku tak bisa tinggal lama di suatu tempat karena beberapa alasan, aku harus terus bergerak. aku akan memberikan setiap peninggalan di tempat yang pernah ku tinggali, kau harus menuntun anak-anak ku untuk mendapatkan barang itu" ucap Kevin.
"Jadi anda ingin membuat perjalanan anak-anak anda mudah?" tanya Xiao Lang.
"Bukan begitu, aku hanya tak ingin ada anak ku yang menjadi jahat dan akhirnya menjadi perang saudara aku tidak ingin hal itu terjadi oleh karena itu aku meminta mu untuk mengawasi dan membimbing mereka semua" jawab Kevin.
"Baiklah yang mulia" ucap Xiao Lang.
...****************...
Singkat cerita.
Terlihat segerombolan kereta kuda tengah parkir di depan gerbang keluarga Wei.
kereta kuda tersebut terlihat begitu mewah dan mahal terlihat seperti milik bangsawan yang terkenal. Terlihat juga prajurit berkuda yang membawa bendera ponix yang membara.
Terlihat seorang pria turun dari kereta kuda yang berada di depan.
Pria yang telah dewasa dengan tubuh yang terlihat sangat berwibawa, ia tak terlalu tua rambutnya berwarna merah bercampur emas.
"Ku dengar kediaman keluarga Wei telah hancur, namun ternyata mereka malah berkembang menjadi lebih baik dengan bangunan yang masih baru dan terlihat lebih kokoh" gumam pria itu sembari mengamati benteng kediaman keluarga Wei.
"Ngiiiik...!" suara pintu gerbang yang terbuka dengan perlahan.
Terlihat Wei dong dan kepala keluarga Wei telah berdiri di balik pintu gerbang.
"Tetua pertama huantou selamat datang" ucap kepala keluarga Wei sembari berjalan ke arah pria yang sebelumnya alias huantou tetua pertama sekte holy fire.
"Lama tak jumpa song, kau terlihat lebih muda dan lebih bertenaga" jawab huantou sembari memeluk erat tubuh kepala keluarga Wei.
...****************...
Singkat cerita di ruang makan.
Terlihat kepala keluarga Wei tengah duduk bersama huantou.
"Apa yang terjadi kepada mu, bukankah kau sakit dan hampir mati kenapa kau bisa selamat bahkan kau melakukan penerobosan yang begitu besar?" tanya huantou.
"Ini semua berkat yang mulia Kevin, selain menyelamatkan keluarga ku beliau juga membantu membangun kembali kediaman keluarga ku, bahkan membantu ku, cucu ku, bahkan prajurit di kediaman ku. Dia lah alasan kami bisa berkembang dan tetap hidup sampai sekarang" jawab kepala keluarga Wei.
"Siapa orang itu..? aku belum pernah mendengar jika ada orang seperti itu. Kau harus berhati-hati sepertinya ia memiliki niat yang tersembunyi terhadap keluarga mu" ucap huantou.
"Tidak.. beliau bukan orang yang seperti itu beliau tak akan memanfaatkan kami karena kami tidak layak" jawab kepala keluarga Wei.
"Siapa orang itu bahkan sifat song yang keras kepala dan tinggi hati ini dapat ia taklukan" gumam huantou.
"Di mana orang itu aku ingin bertemu dengan nya" ucap kepala keluarga Wei.
"Beliau sedang ada rapat dengan penasehatnya, jangan di ganggu" jawab kepala keluarga Wei.
"Baiklah sepertinya beliau memang bukan orang yang seharusnya ku ganggu, saudara song mohon izinkan kami bermalam beberapa hari di sini sebelum kami melanjutkan perjalanan" ucap huantou.
"Ahahha...! aku jadi sungkan, terimakasih song" ucap huantou sembari tersenyum dan tertawa.
...****************...
Sementara itu di taman dekat ruang makan.
Terlihat Wei an tengah duduk di gazebo bersama seorang wanita yang terlihat anggun dari belakang, ia memiliki rambut berwarna merah ke oren-orenan.
"Kak eiran kita sudah lama tak bertemu, kau bertambah cantik dan ****" ucap Wei an sembari mengelus halus rambut wanita tersebut alias eirantou.
"Heeheee.. tidak dik kakak masih sama seperti dulu, kau juga bertambah cantik dan imut" jawab eirantou sembari tertawa halus.
"Hei Wei dong, wanita itu begitu cantik dan anggun benar-benar mempesona" ucap Dujuan yang tengah duduk di atas pohon tak jauh dari taman, ia bersembunyi sembari memantau eirantou.
"Hei...! jangan kau berpikiran yang aneh-aneh, dia bersikap seperti itu karena sedang bersama adik ku, jika tidak kau pasti ingin membunuh nya" ucap Wei dong yang tengah berdiri di samping Dujuan.
"Memang apa yang salah dengan diri nya?" tanya Dujuan.
"Ia merupakan adik seperguruan ku ketika sekolah, tak ada satu pun objek yang tidak ia komentari, tanggapan yang ia keluarkan 100 persen hinaan dan kata-katanya lebih menyakitkan dari pada terkena luka apapun" jawab Wei dong.
"Hanya itu saja..? bukankah sudah bukan hal baru jika seorang wanita bermulut tajam seperti itu, sepertinya diri mu yang terlalu lembek" ucap Dujuan.
"Yaaa.. biarkan kau merasakannya ketika ia mengomentari gaya rambut mu yang seperti penjagal" ucap Wei dong kemudian ia menghilang.
"Bajingan...! rambut siapa yang kau sebut mirip penjagal, gaya rambut ini adalah yang terbagus di pasukan ku dulu" ucap Dujuan dengan nada kesal.
"Kak biar ku antarkan menuju kamar mu, kau pasti lelah telah melakukan perjalanan yang cukup jauh" ucap Wei an sembari turun dari gazebo sambil ia memegang tangan eirantou.
"Baiklah dik tolong tunjukkan jalan nya" jawab eirantou sembari turun.
Merekapun berjalan.
...****************...
Saat di tengah perjalanan.
"Kediaman mu menjadi lebih baik ya dik dari yang sebelumnya" ucap eirantou sembari melihat sekeliling.
"Benar..! aku juga merasa sangat bahagia karena kediaman keluarga ku menjadi lebih indah dan bagus ini semua berkat yang mulia Kevin, selain menyembuhkan kakek ia juga menyelamatkan kami lalu membangunkan kediaman untuk kami" ucap Wei an.
"Tunggu..! siapa orang itu?" tanya eirantou, tiba-tiba berhenti.
"Ya aku tak bisa menyebutkan identitas nya karena di larang, tapi kau dapat menemuinya" jawab Wei an yang terlihat sangat bahagia.
"Dimana orang itu?" tanya eirantou.
"Yang mulia sedang sibuk, lebih baik tidak di ganggu besok saja biasanya yang mulia akan duduk di bawah pohon sakura sembari melukis" jawab Wei an sembari lanjut jalan.
"Ku harap ia dapat menyembuhkan kakak" gumam eirantou sembari berjalan mengikuti Wei an dengan wajah cemas dan takut.
...****************...
Bersambung...