
Dua hari kemudian.
Terlihat kevin sedang berbaring di lantai dengan baju yang sudah terbakar hanya menyisakan celana pendek.
"Sungguh rasanya sangat menyakitkan bagaikan ototku di robek robek hingga menjadi butiran kecil. Lalu di jahit lagi dan itu terus berulang sampai dua hari" ucap kevin dengan nafas yang tidak stabil.
[Selamat tuan telah menguasai teknik penguatan naga tingkat 1]
"Oh iya aku lupa. Bukanya aku memerintahkan mereka berkumpul kemarin" ucap kevin yang tiba tiba bangun.
"Aku harus bergegas" ucap kevin sembari bangun dan berlari.
Kemudian kevin pun pergi mandi dan memakai baju.
...****************...
Sementara itu di lapangan.
"Kenapa tuan belum datang padahal ia bilang aku harus mengumpulkan para murid kemarin. Dan bahkan para murid sekarang sudah menunggu selama satu hari" ucap gamal sembari berjalan mondar mandir.
Terlihat ribuan orang sedang berbaris sembari berbincang.
"Ketua di mana orang yang kau maksud itu. Kami sudah lelah menunggu selama satu hari satu malam. Lebih baik aku latihan" ucap lelaki dengan sarung tanagn besi serta membawa kipas.
"Hei Jun wang kau harus bersabar mungkin ketua sekte akan datang sebentar lagi" jawab gamal.
"Baiklah" jawab Jun wang.
Seketika muncul kevin di samping gamal dengan menggunakan mempo yang terlihat sangat mengerikan.
(Bagi yang gak tau mempo itu apa tinggal cari di google)
"Maaf membuat kalian menunggu" ucap kevin dengan suara yang berbeda.
Seketika semua murid pun mulai berbaris dan diam.
"Perkenalkan nama ku kevin aku adalah ketua sekte Red fiyer yang baru" ucap kevin sembari melipat tangannya.
"Aneh kenapa dia memakai mempo itu" gumam Jun wang.
"Sekarang aku ingin kalian berbaris sesuai kelas kalian" ucap kevin.
"Untung saja di toko ada masker samurai ini atau mempo. Dan juga mempo ini bisa mengubah suaraku" gumam kevin sembari menunggu para murid.
Tak lama kemudian.
"Baiklah siapa murid terkuat di sekte ini cepat maju" ucap kevin.
Kemudian maju seorang wanita cantik berambut hitam dengan baju yang agak terbuka.
"Anak ini berada di ranah guru bintang tiga" gumam kevin.
"Siapa nama mu?" tanya kevin.
"Ketua nama saya gea yan, saya berumur 25 tahun saya berasal dari keluarga yan" jawab gea sembari berlutut.
"Gamal jurus apa yang kalian latih di sekte ini" tanya kevin.
"Tuan kami melatih teknik pedang naga api" jawab gamal.
"Gea coba peragakan jurus tersebut" ucap kevin.
Kemudian gea pun melakukan perintah kevin.
"Hmm gerakan itu mirip seperti teknik pedang naga" gumam kevin.
"Tapi beberapa gerakan ada yang di ubah" gumam kevin.
"Baiklah berhenti!" ucap kevin.
"Baiklah tuan" jawab gea.
"Kalian lihat aku. Ini adalah teknik pedang naga dan teknik ini merupakan teknik yang di buat oleh pendiri sekte" ucap kevin.
"Teknik pedang naga" ucap kevin dengan berbisik lalu ia menunjukan teknik pedang naga pada semua orang.
Seketika keluar aura berwarna merah dari tubuh kevin. Serta tiba tiba lapangan itu menjadi sangat panas hingga membuat semua orang berkeringat.
"Sungguh sangat mengerikan tubuh ku terasa terbakar" gumam gamal.
Terlihat beberapa murid mulai berlari menjauh dan juga ada yang pingsan.
"Baiklah ambil ini gamal. Mulai sekarang kalian harus melatih teknik ini dan bakar teknik yang lama" ucap kevin sembari memberikan buku kepada gamal.
"Oh iya besok kan ulang tahun ku" gumam kevin.
"Kevin lahir pada tanggal 2 bulan juli tahun 5m28 ya dan besok aku akan berumur 18 tahun" gumam kevin.
"Terima kasih tuan" jawab gamal sembari menerima buku dari kevin.
"Huh uh sungguh sangat panas" ucap gea sembari memegang dadanya.
"Baiklah kalian boleh bubar. Dan mulai besok kalian akan melakukan pelatihan baru dan aku akan masuk ke kelas kalian masing masing" ucap kevin sembari terbang menjauh.
"Guru apa dua sangat kuat?" tanya gea.
"Ya murid ku bahkan dia hampir membunuh aku serta para tetua dan guru dua hari yang lalu" jawab gamal.
"Apa karena itu aula sekte runtuh?" tanya gea.
"Iya. Dan kau tak akan percaya jika kau melihat wajah aslinya" jawab gamal.
"Semua nya para murid murid. Aku peringatkan jangan pernah kalian singgung ketua sekte kevin. Jika kalian melakukan itu bahkan aku serta para tetua tak akan bisa membantu!" teriak gamal.
"Ketua apa dia memiliki seorang murid?" tanya Jun wang.
"Aku tidak tau lebih baik kau tanya sendiri ke istana nya. Lagi pula dia adalah orang yang ramah" jawab gamal.
"Memang di mana istana nya?" tanya Jun wang.
"Kau lihat istana itu yang setinggi langit" jawab gamal sembari menunjuk ke arah istana kevin.
"Sejak kapan ada sitana di sana" ucap Jun wang sangat terkejut.
"Aku duluan ke sana" ucap seorang lelaki berkulit hitam sembari berlari.
"Hei kau jangan curang Aldi" terikat Jun wang sembari berlari mengikuti Aldi di ikuti ratusan murid yang lainya.
......................
Sementara itu di benua pinggir.
Terlihat paman Qiu sedang duduk di pohon sembari makan.
"Oh iya besok adalah ulang tahun tuan kevin" ucap paman Qiu.
"Huang besok adalah ulang tahun tuan kevin" ucap paman Qiu menggunakan telepati.
"Baiklah aku memutuskan besok adalah hari libur benua ini. Mulai sekarang setiap tanggal 2 juli akan di selenggarakan pesta yang akan di hadirin semua orang di benua pinggir. Dan aku akan membuat patung tuan kevin yang setinggi bangunan dan patung itu akan ku buat menggunakan 100 pesen emas" jawab huang menggunakan telepati.
...****************...
Di rumah kevin.
Terlihat kevin sedang bermeditasi si atas batu yang di hujan air.
"Hmm terasa nyaman" gumam kevin.
"Tuan ada ratusan orang sedang berdiri di gerbang istana"
"Sungguh menggangu" ucap kevin sembari bangun.
Sementara itu di depan gerbang.
"Ketua tolong buka kan pintu" teriak Jun wang.
"Jun menurutmu ketua sekte akan menerima kita" ucap Aldi.
"Aku juga tidak yakin tapi ya selagi masih ada kesempatan kenapa tidak di coba" jawab Jun wang.
"Kau benar. Aku ingat ayah ku pernah berkata. Kita itu harus mengejar kesuksesan walaupun hanya ada sedikit pulang maka kejarlah. Dulu ayah ku berkata seperti itu" ucap Aldi.
"Tunggu bukanya ayahmu mati sebelum kau di lahirkan" ucap Jun wang.
"Oh iya aku lupa sepertinya yang bilang seperti itu adalah paman ku" ucap Aldi.
"Hei bukanya kau hanya tinggal bersama ibu mu saja dan kau tidak memiliki paman maupun bibi. Apa kau lupa kita ini sudah berteman sejak kecil dasar bodoh" ucap Jun wang sembari memukul kepala Aldi.
...****************...
Bersambung.