
"Kita berada di kawasan kerajaan Sundang, mereka sepertinya telah mengawasi kami sejak lama" gumam Dujuan yang terlihat panik, ia memasang kuda-kuda untuk menyerang.
"Kami hanya seorang petapa yang sedang beristirahat di sini" ucap Kevin sembari menatap ke arah lelaki yang meneriaki tadi.
"Kami tau hal itu, saya di perintahkan untuk mengundang kalian ke istana. Raja kami yang meminta beliau mengundang kalian untuk menghadiri perjamuan yang telah di siapkan" ucap lelaki tersebut sembari berlutut dan menyodorkan gulungan kertas yang di hias sedemikian rupa terlihat sangat mewah dan juga indah.
"Buka" ucap Kevin.
Kemudian lelaki itu membuka gulungan kertas tersebut, laku muncul bayangan seorang pria tua yang tengah duduk di singgasana, terlihat samar tidak begitu jelas.
"Salam tuan saya adalah raja Gohuang dari kerajaan Sundang, saya sangat tertarik dengan anda dan mengundang anda secara langsung ke istana saya. Tanpa mengurangi rasa hormat saya mohon agar anda bisa hadir saat surat ini sampai ke tempat anda" ucap bayangan itu.
"Baiklah kita akan pergi, Dujuan kau beruntung aku akan menunda pelatihan mu sampai saat aku bertemu dengan raja Gohuang" ucap Kevin sembari turun kebawah dengan cepat.
"Tuan apa anda tidak curiga dengan undangan ini?" tanya sun dalam pikiran Kevin.
"Aku sudah memperkirakan hal ini akan terjadi, ikuti saja alurnya lagi pula siapa yang bisa mengalahkan aku di dunia ini" gumam Kevin menjawab pertanyaan sun.
"Minum ramuan mu" ucap Kevin sembari melempar ramuan penyembuh kepada Dujuan.
"Silahkan lewat sini, yang mulia raja telah menyiapkan portal untuk kita pergi ke istana dengan cepat" ucap lelaki sebelumnya sembari menunjuk dengan sopan ke arah portal biru yang tiba-tiba muncul.
"Terimakasih" ucap Dujuan.
"Jangan berterimakasih terlalu cepat, terkadang kau harus bersikap angkuh di depan beberapa orang. Karena hal itu akan membantu ku agar di hargai, terkadang niat baik tidak akan selalu di balas baik" ucap Kevin menggunakan telepati kepada Dujuan.
Seketika Dujuan berjalan dengan tegap dan terlihat angkuh dan sombong.
"Seorang lelaki harus memperlihatkan wibawa dan juga keagungan nya di hadapan orang asing agar kita mendapatkan rasa hormat dari orang lain" ucap Kevin menggunakan telepati.
"Namun dengan bersikap ramah kita akan mendapatkan kesan yang baik kepada seseorang" jawab Dujuan menggunakan telepati.
"Aku tidak meminta mu untuk bersikap jahat, sapa saat di sapa, jangan kau memukai pembicaraan. Lelaki harus sedikit berbicara banyak bekerja karena itu laki-laki yang menjadi pemimpin" ucap Kevin menggunakan telepati sembari masuk ke dalam portal dengan santai.
"Bersikap baik kepada orang yang menghargai mu bukan orang yang di atas mu, kau hanya akan terlihat seperti badut yang akan di permainkan. Saat ini kau akan memasuki dunia para bangsawan yang sesungguhnya bukan dunia komandan saja" ucap Kevin menggunakan telepati.
"Orang yang sangat baik pada mu bisa jadi adalah musuh terbesar mu, bahkan keluarga mu sendiri. Dunia bangsawan sangat kejam di mana hampir semua berisi orang-orang egois yang hanya mementingkan kekuasaan yang tinggi" ucap Kevin menggunakan telepati.
"Kau jangan dengarkan, kita memiliki kekuasaan tak salah jika kita menginginkan yang lebih, kita itu hebat dan kita di takdirkan untuk memimpin bukan yang di pimpin" ucap suara dalam pikiran Dujuan.
"Seseorang yang di takdirkan memimpin bukan berarti akan selalu memimpin, kehidupan selalu berjalan tidak ada hentinya, jangan merasa bangga dengan jabatan bangga saat kau bisa melaksanakan nya dengan baik" ucap Kevin menggunakan telepati.
Kemudian mereka sampai di sebuah aula makan yang memiliki meja sangat panjang kurang lebih 10 meter, di sana telah berkumpul banyak orang yang terlihat beragam.
Ada yang mengenakan baju yang indah dan mewah, ada yang menggunakan pakaian sederhana, ada wanita, ada pria, dan juga ada beberapa orang yang mengenakan baju zirah yang terlihat sangat maco dan juga keren.
"Sepertinya kami telah di tunggu di sini" ucap Kevin.
"Bersulang..!" teriak semua hadiri sembari mengangkat cawan emas yang berisi anggur.
"Mereka terlihat bersemangat" bisik Dujuan.
Terlihat Kevin berjalan dengan tampang cemberut dan terlihat mengerikan dan mengintimidasi.
"Apa tujuan mu mengundang ku kemari?" tanya Kevin dengan nada dingin atau flat.
"Hohohoho... jangan terlalu kaku tuan, saya hanya ingin menjalin hubungan dengan anda karena anda adalah seorang master yang kuat" jawab lelaki tua sebelumnya alias raja Gohuang, sembari ia berdiri dan tersenyum.
"Aku tidak menyukai seseorang yang terlalu banyak basa-basi, lebih baik langsung ke intinya saja" ucap Kevin sembari duduk di kursi kosong di ikuti Dujuan yang duduk di sampingnya.
Terlihat wajah kesal dari para hadirin.
"Di mana minuman ku, bagaimana bisa kalian ingin menjalin hubungan dengan ku sedangkan minuman saja tidak kalian berikan" ucap Kevin sembari menapak meja mengakibatkan lantai retak.
Sontak hal itu membuat semua orang terkejut dan takut, para hadirin yang awalnya memandang Kevin dengan wajah marah, tiba-tiba menunduk.
Terlihat dua pelayan wanita berlari sembari membawa kendi besar, lalu menuangkan anggur ke gelas Kevin dan juga Dujuan.
"Aku bukan bayi" ucap Kevin sembari memegang kendi besar yang berisi penuh anggur.
"Minumlah maka kau akan menjadi bawahan ku sama seperti orang-orang di sini" gumam raja Gohuang.
"Kevin apa aku boleh meminum ini?" tanya Dujuan.
"Kau belum naik ranah mahayana, kau tidak di ijinkan biar aku meminum jatah mu" jawab Kevin sembari meminum anggur di gelas Dujuan.
"Kau lihat orang yang ingin melatih mu adalah seorang pemabuk berat, ia hanya bisa melarang mu minum namun tidak bisa mempraktekkan nya" ucap suara dalam pikiran Dujuan.
dalam sekejap anggur di dalam kendi tersebut habis.
"Diri mu telah kehilangan hampir setengah pasukan mu saat menyerbu kota bjuan, selain itu salah satu jenderal mu mati di pertempuran itu"ucap Kevin sembari melempar kendi itu ke dinding hingga hancur.
"Seperti yang saudara katakan, aku mencari pengganti jenderal Zong yang telah gugur" jawab raja Gohuang.
"Berapa bayarannya aku tidak akan menerima bayaran di bawah 500 kristal sihir tingkat tinggi" ucap Kevin sembari meminum lagi anggur dari kendi yang berbeda.
"Kenapa hal ini bisa terjadi, seharusnya ia langsung menjadi budak ku saat meminum anggur tersebut walau hanya seteguk" gumam raja Gohuang.
"Itu mustahil, pendapatan kerajaan perbulan tidak lebih dari 1000 kristal sihir tingkat tinggi, jika kami mengabulkan permintaan mu maka kami membuang setengah penghasilan yang mana akan berdampak buruk bagi kerajaan kami" ucap salah satu orang yang berada di samping raja Gohuang.
...****************...
Bersambung.b