
"Baiklah aku akan melawan tawa kalian pergi lawan yang lainya ku harap kelian berhasil" ucap kevin sembari mengeluarkan pedang naga yang memancarkan panas bersamaan aura yang hampir membuat seluruh pasukan wata pingsan.
"Kau jangan sombong walaupun kalian mengeroyok ku kalian tak akan bisa mengalahkan diriku dengan ranah kalian dan tujuh jenderal ku ini berada di ranah kaisar jadi kalian pasti akan mati" ucap Wata sembari mengeluarkan senjata milik nya yaitu sebuah Palu yang memiliki duri duri yang tajam mirip seperti buah durian.
"Walaupun di bantu dengan pedang mu itu tapi itu tidak berguna karena pedang itu akan menjadi milik ku" ucap Wata.
"Coba saja jika kau bisa memakai pedang ku ini" ucap kevin sembari melempar pedang naga kepada wata.
Tiba tiba saat pedang tersebut di pegang wata seketika pedang itu berubah menjadi kevin yang memotong tangan wata.
"Aaaaaaaa!!" teriak wata sangat keras sembari memegang bahunya.
Tanpa di berikan perintah para tetua dan guru pun mulai melawan para jenderal bandit gunung fumi.
Terlihat wata mengejar kevin dengan kecepatan tinggi.
"Aku memiliki kekuatan yang kurang untuk melawan wata saat ini lebih baik aku menunggu dan berlari" gumam kevin sembari terbang menghindar.
"Kemana kau pergi dasar pengecut!" teriak wata.
"Kenapa kau tidak memakai kekuatan ku saja" ucap baylin dalam fikiran kevin.
"Bagaimana caranya" ucap kevin.
"Kau sebut saja bystop itu adalah mantra ku dengan mantra itu kau bisa menghentikan waktu selak lima detik dan menurut ku itu cukup untuk kau mengalahkan orang itu" jawab baylin dalam fikiran kevin.
"Baiklah aku akan mencoba" ucap kevin sembari berhenti tiba tiba dan berbalik.
Tanpa ia sadari Palu milik wata telah berada tepat di wajah nya hanya tinggal satu jengkal lagi maka wajah kevin akan berlubang.
"Bystop" teriak kevin.
Seketika semuanya berubah warna menjadi abu abu dan waktu berhenti.
Tanpa berfikir panjang kevin pun langsung terbang ke arah wata dan ia bersiap memenggal kepala wata.
Tanpa kevin sadari waktu telah berjalan kembali.
"Uhuk" suara kevin batuk mengeluarkan darah.
Terlihat wata sangat terkejut melihat pedang nya kevin telah menancap di lehernya.
"Scrak" suara kepala wata yang terpenggal.
Dan terlihat kevin jatuh ke tanah bersamaan dengan tubuh beserta kepala wata.
...****************...
"Apa yang terjadi" ucap kevin yang tiba tiba bangun di atas kasur.
[Kau menghabiskan seluruh kekuatan mu untuk mengeluarkan jurus baylin. Dan kini tuan sedang dalam keadaan lemah tuan bisa di bandingkan dengan orang biasa sekarang.]
"Apa kami memenangkan perang ini?" ucap kevin.
"Kau beruntung karena primus datang saat kau jatuh ke tanah dan dalam sekejap semuanya telah mati" ucap Red dalam fikiran kevin.
"Ini semua salah baylin dia tidak memperingati ku soal jurus nya" ucap kevin yang terlihat marah.
"Tenang saja kami telah menghukum baylin" ucap Red sembari duduk di atas kepala baylin yang sedang di pukuli oleh tujuh pendekar naga.
"Mohon maaf kan aku aku mohon" ucap baylin dalam fikiran kevin.
Kemudian kevin pun keluar kamar tersebut. Dan terlihat lima bayangan nya sedang berbaris.
"Kenapa mereka belum menghilang" gumam kevin kebingungan.
[Itu karena tuan tidak menghilangkan mereka. Dan mereka akan menjadi hidup seperti mayat hidup jadi walaupun tuan pingsan atau mati selama tuan tidak menariknya maka mereka akan terus hidup hingga mereka terbunuh.]
"Kembali" ucap kevin.
Seketika lima bayangan nya pun menghilang menjadi asap.
"Tuan kau telah sadar" ucap tetua yen yang datang mendarat tepat di hadapan kevin.
"Sekarang kau berada di ranah kaisar bintang dua. Memang kau membunuh perasaan jenderal wata" tanya kevin.
"Aku membunuh tiga jenderal sekarat yang telah di lukai primus" jawab tetua yen.
"Jadi begitu maka bagus lah" ucap kevin.
"Aku kemarin menemukan kota merah yang berisi seorang anak kecil aku bingung harus kita apa kan jadi saya beri makan saja dia sembari menunggu tuan sadar" ucap tetua yen.
"Baiklah tapi ke mana kalian menyimpan mayat mayat bandit itu?" tanya kevin.
"Di luar benteng sudah ada tumpukan mayat yang di susun oleh primus seperti gunung yang terus mengalirkan darah para bandit" jawab tetua yen.
"Baiklah tolong antarkan aku menemui anak yang kau temui" ucap kevin.
"Baiklah mari ikuti aku" jawab tetua yen.
Setelah itu mereka pun pergi.
Terlihat seorang gadis kecil memakai jubah berwarna merah, rambut putih panjang dan indah, mata yang indah berwarna biru, kulit putih, bibirnya berwarna merah muda, gadis itu terlihat berumur 4 atau 5 tahun dan gadis kecil itu sedang duduk sambil bermain ayunan.
"Nak siapa nama mu?" tanya kevin dengan suara lembut.
seketika gadis itu pun menoleh ke belakang.
"Nama ku Eira" jawab Eira dan terdengar suara yang sangat imut dari nya.
"Perkenalkan nama ku kevin yu" ucap kevin sembari berjalan ke samping Eira.
"Berapa umur mu?" tanya kevin.
"Aku berumur 5 tahun" jawab Eira.
"Oh kenapa kau tidak bermain dengan anak anak lain" tanya kevin.
"Eira takut mereka membenci Eira jadi Eira duduk di sini" jawab Eira dengan raut wajah sedih.
"Baiklah bagaimana jika kita bermain" ucap kevin sembari mengulurkan tangan.
"Benarkah" ucap Eira sembari memegang tangan kevin dengan raut wajah yang sangat gembira.
Tiba tiba kevin mengangkat Eira dan menaruhnya di pundak.
"Apa kau pernah terbang sebelumnya" tanya kevin.
"Hahahaha belum" jawab Eira sembari tersenyum bahagia.
[Tuan dia memiliki kekuatan es atau benih roh es tingkat surgawi. Jika tuan melatihnya maka ia akan menjadi bantuan besar di masa depan nanti dan tuan jangan khawatir dia tidak akan pernah terbunuh oleh benih rohnya.]
"Kenapa bisa begitu" gumam kevin.
"Nak anak kecil itu adalah keturunan murni dari phoenix es yang merupakan binatang suci dua peringkat di bawah kami. Jika kau bisa mendapatkan darah phoenix es untuknya maka ia akan mendapat wujud phoenix yang mana bisa membuat dia abadi serta jika kau mendapatkan satu bulunya maka itu akan menjadi senjata yang kuat" ucap Red dalam fikiran kevin.
"Jadi begitu" gumam kevin sembari terbang ke atas secara perlahan.
"Wah kak kevin ini sangat menyenangkan" ucap Eira sembari tersenyum dan tertawa.
"Eira apa kau mau pulang bersama ku?" tanya kevin.
"Memang rumah mu bukan di sini kak" jawab Eira.
"Aku tinggal di sekte Red fiyer nanti di sana aku akan menujukan sesuatu yang sangat menakjubkan dan sangat indah. Apa kau mau melihatnya" ucap
...****************...
Bersambung.
Di sini siapa yang setuju Eira jadi anak angkat kevin.