
"Apa semua persiapan telah siap?" tanya Yun Feng.
"Kakak semua telah selesai kita tinggal menunggu para petinggi dan juga ratu" jawab Yun yang.
"Kau yakin metode ini tidak akan menyakiti pangeran?" tanya Huang.
"Aku yakin yang mulia agung kaisar Kevin sendiri yang memberitahu kan metode ini, aku hanya mengikuti apa yang di perintahkan oleh beliau" jawab Yun Feng.
"Menurut ku metode ini tidak berbahaya, karena memerlukan darah yang di berikan secara suka rela bukan dengan paksaan atau pembunuhan" ucap Chen yu.
"Yang ku pikirkan adalah dampak tubuh pangeran, yang mulia kaisar Kevin selalu mengatakan untuk mematangkan pikiran sebelum mendapatkan kekuatan yang besar, bahkan pangeran saja belum menginjak 10 tahun aku katuk pangeran akan menjadi seseorang yang sombong di masa depan nanti" ucap Huang.
"Itu tidak akan terjadi karena dia adalah putra dari kaisar agung Kevin" ucap Yun Feng.
Terlihat sebuah kereta yang berwarna putih, yang di tarik oleh kuda bersayap berwarna hitam dan juga putih.
"Yang mulia ratu telah tiba, kita siap melakukan upacara!" teriak Yun Feng.
"Ku kira ibu tak akan datang, ternyata datang aku jadi bersemangat" ucap Razin.
"Razin ibu kelihatan tidak sehat sejak tadi pagi, kau jangan sampai membuatnya khawatir aku akan menyemangati mu" ucap Turgut.
"Baik kakek, Razin akan berusaha agar tidak terluka. Razin ingin menjadi seperti ayah menjadi seorang pahlawan yang menyelamatkan banyak orang dari orang-orang jahat di seluruh dunia" jawab Razin.
"Kakek hanya khawatir kau menjadi orang yang sombong, namun ini di perlukan agar kita segera bertemu dengan yang mulia kaisar Kevin, beliau sendiri yang meminta untuk kami melakukan ini" gumam Turgut sembari mengelus rambut Razin sembari tersenyum.
"Ayah apa semua persiapan telah selesai?" tanya niana sembari turun dari kereta kuda.
"Salam yang mulia ratu" ucap semua orang di tempat itu sembari memberi hormat kepada niana dengan sangat tegas secara bersamaan.
Terlihat niana mengangguk, lalu semua orang duduk kembali.
"Yang mulia ratus semua persiapan telah selesai kita bisa langsung memulai upacara sekarang juga" jawab Yun Feng sembari bersujud ke arah niana.
"Baiklah mulai upacaranya jangan menunda lagi lebih cepat lebih baik" ucap niana sembari duduk di samping Razin.
"Ibu Razin pasti akan membangkitkan roh penjaga yang sangat hebat" ucap Razin sembari memeluk tangan niana.
"Heheheh... ibu yakin, Razin jangan khawatir Razin pasti bisa membangkitkan roh penjaga yang sangat hebat" jawab niana sembari mengelus kepala Razin dengan lembut.
Terlihat ratusan sapi berkepala tiga berjalan di hadapan niana dan juga Razin.
"Dengan kekuatan alam, aku Yun Feng penjaga dunia ini memanggil roh legendaris agar memasuki tubuh pemimpin muda kami. Darah menjadi bayaran, keyakinan menjadi jaminan, nyawa kami adalah kompensasi atas perbuatan pemimpin muda, gunung yang tinggi, laut yang dalam tak akan menghentikan langkah pemimpin muda, semua akan tunduk di bawah kakinya" ucap Yun Feng sembari memegang pedang, lalu ia menaruh pedang itu di hadapannya dengan mata tertutup ia perlahan memegang bagian tajam pedang dari ujung menuju bawah mengakibatkan darahnya mengalir memasuki pit raksasa.
"Tutup mata kalian serukan nama pangeran jangan ada rasa benci, dendam, jika kalian masih ingin hidup hanya ada rasa suka rela" ucap Yun Feng.
Terlihat semuanya mulai menutup mata dan bersemedi.
Perlahan muncul aura emas dari tubuh semua orang yang hadir di tempat tersebut, aura emas itu berjalan ke arah Razin dan memasuki tubuhnya.
"Crak...!" suara kepala ratusan sapi berkepala tiga yang tiba-tiba terpenggal.
Ajaib darah tidak menetes ke tanah namun mengalir masuk ke dalam pot raksasa.
"Buat sayatan pada jari kalian, lalu ucapkan saya rela" ucap Yun Feng sembari ia memotong satu jarinya yang ia masukan ke dalam pot raksasa.
Terlihat semua orang melakukan perintah dari Yun Feng, darah dari jari mereka mengalir masuk ke dalam pot raksasa tanpa henti.
Bumi mukai bergetar membuat gempa yang membuat seluruh mahkluk dunia bawah merasa gelisah.
Bayi-bayi mulai menangis secara bersamaan.
Hewan dan monster mulai mengaung dan berteriak.
Perlahan tubuh Razin mengapung ke langit, hak itu membuat niana kehilangan konsentrasi dan ia langsung berdiri melihat Razin.
"Apa yang terjadi, Razin ia melayang ke atas langit!" teriak niana yang terlihat panik.
Lalu terlihat bayangan hitam dati langit memasuki tubuh Razin dan menyatu.
Terlihat niana melompat berusaha menangkap Razin yang melayang mulai tinggi.
Terlihat kulit Razin perlahan-lahan retak dan mengeluarkan cahaya hitam ketika bayangan itu masuk ke dalam tubuhnya.
Terlihat air mata niana menetes ketika melihat Razin seperti itu.
"Yang mulia ratu, pangeran akan baik-baik saja lebih baik anda berkonsentrasi agar tidak menggangu yang lainya. Jika hal itu terjadi maka nyawa pangeran Razin akan terancam" ucap Yun Feng menggunakan telepati.
Mendengar pesan dari Yun Feng niana langsung bergegas duduk dan melanjutkan meditasi seperti semula.
...****************...
Selang dua jam Razin melayang perlahan cahaya emas mulai memudar bersamaan dengan itu Razin turun dengan perlahan-lahan hingga ke bantal tempat ia duduk sebelumnya.
Setelah itu semua orang langsung berlari mengerumuni Razin.
Terlihat tanda berwarna hitam dan putih Yun dan yang di dahinya terlihat samar-samar.
"Nak...! Razin apa kau baik-baik saja....! Yun Feng apa yang terjadi pada putra ku" teriak niana sembari memeluk Razin.
"Yang mulia ratu jangan khawatir, pangeran Razin baik-baik saja ia hanya perlu waktu untuk tubuhnya beradaptasi dengan kekuatan yang sekarang" jawab Yun Feng sembari memegang tangan pangeran Razin.
"Lebih baik sekarang kita bawa ke kamar untuk di lakukan pengecekan jikalau ada luka yang di alami saat ini" ucap Yun yang.
"Aku akan mengantarkan nya aku bisa terbang lebih cepat" ucap Las yang kini telah berubah.
"Baiklah Las kau harus cepat aku akan memberikan Tenggor untuk segera menyusul ke kamar pangeran" ucap paman Qiu yang terlihat sangat khawatir.
Kemudian Las menggendong pangeran Razin, lalu ia terbang sangat cepat di ikuti ribuan penjaga yang mengikuti.
"Jika terjadi sesuatu yang buruk pada Razin maka aku akan memenggal kepala mu!" ucap niana sembari menatap tajam ke arah Yun yang.
"Saya akan melakukan itu sendiri dengan senang hati yang mulia ratu" jawab Yun Feng sembari berlutut dan menundukan kepala.
"Anak ku telah berubah" gumam Turgut.
Di dalam alam bawah sadar Razin.
"Kau adalah anak yang beruntung!" ucap sesosok bayangan yang di rantai di bawah sinar di antara tempat yang gelap.
...****************...
Bersambung.