
"Kalian telah kelewatan!" teriak kevin sangat marah.
Seketika gudang yang berada di depan kevin pun hancur. Terlihat para wanita sedang di telanjangi dan di ikat di tiang serta beberapa lelaki sedang di siksa, dan para warga desa di ikat.
"Tuan kevin berhenti!" teriak jenderal yang sembari berlari.
"Apa yang kau ingin kan" teriak kevin.
"Tuan jangan gegabah bai yun merupakan keponakan dari kaisar Sun yun jika kau melakukan hal yang buruk maka sekte Red fiyer akan hancur" jawab jenderal yang terlihat sangat panik.
"Hahahaha hahahaha ku kira kau itu sama seperti saudara mu tapi ternyata kau adalah seorang anjing pemerintahan yang selalu patuh pada majikan walaupun yang ia lakukan adalah sebuah kejahatan" teriak kevin.
"Aku tidak akan marah jika kalian menghina ku mencaci ku tapi aku akan marah saat rakyat ku dan orang terdekat ku di tindas layaknya anjing seperti ini. Mereka juga manusia" teriak kevin.
"Sepertinya jenderal yang membela ku jadi aku bisa tenang" gumam bai.
"Memang kenapa jika aku memperlakukan rakyat ku seperti itu seharusnya mereka merasa bahagia melakukan hal itu demi keturunan kaisar pendiri" ucap bai dengan nada sombong.
"Kek berikan aku petunjuk apa aku harus membunuh mereka" gumam kevin.
[Membunuh penjahat adalah tugas mu dan mereka salah satunya]
"Jangan pernah takut mengambil resiko untuk kebaikan diri mu dan orang lain" ucap Red dalam fikiran kevin.
"Tetua yen apa kau marah jika aku membunuh saudara mu?" tanya kevin.
"Jika dia melakukan kesalahan maka saya rela karena fisi dan misi yang di berikan orang tua saya adalah jangan pernah takut kepada kejahatan dan selalu perangilah mereka. Walaupun tuan membunuh anak saya saya rela jika dia memang benar benar melakukan kejahatan tersebut. Biarkan saya saja yang membunuh saudara saya" ucap tetua yen sembari menarik pedang nya.
"Aku berikan kesempatan pada kalian apa kalian menyesal" teriak kevin.
"Untuk apa aku menyesal. Tentu saja tidak" jawab bai.
"Tidak kami tidak menyesal kau jangan sombong kau hanya ketua sekte dari sekte tingkat sembilan!" teriak para prajurit elit kekaisaran.
"Tetua yen apa kebanyakan prajurit memiliki sifat angkuh dan sombong seperti ini" tanya kevin.
"Tidak semua tapi kebanyakan mereka memiliki sifat seperti itu dan hal inilah yang membuat kekaisaran ini akan hancur" jawab tetua yen.
"Baiklah jika itu keinginan kalian maka aku akan mengabulkannya" ucap kevin sembari melepaskan mempo. Terlihat wajah kevin yang sangat marah seakan seperti harimau yang akan menerkam mangsanya.
"Tunggu ketua sekte itu masih sangat muda" ucap bai yang terlihat terkejut dan takut.
"Seribu pedang" ucap kevin.
"Srack" suara tebusan pedang.
Seketika sepuluh ribu pasukan elit kekaisaran mereka mati dengan kepala yang terpenggal.
Terlihat bai dan jenderal yang terjatuh berlutut dengan tubuh yang gemetar melihat 10.000 pasukan mati dalam sekejap.
"Aku akan memberikan sebuah pelajaran untuk kalian berdua. Seseorang akan menjadi raja atau kaisar itu karena adanya rakyat tanpa adanya rakyat kau tak akan bisa menjadi raja tapi tanpa ada raja hidup tidak akan berbeda" ucap kevin sembari mengarahkan bayangan pedang di leher bai dan jenderal yang.
Terlihat para warga desa serta murid yang telah babak belur berkumpul mengelilingi kevin yang akan membunuh jenderal yang dan bai.
"Sebenarnya aku tak ingin membunuh mu jenderal yang karena kau memiliki kesan yang baik saat pertama kali kita bertemu. Dan ternyata kau tidak melakukan apapun saat rakyat di perlakukan seperti ini sungguh aku kecewa. Aku berjanji akan mengirim kepala mu ke pada kaisar mu itu" ucap kevin berbisik di telinga jenderal yang.
"Tetua yen lakukan lah" ucap kevin sembari berjalan ke arah bai.
"Kak aku tau kita saudara tapi aku tidak akan membiarkan sebuah kejahatan seperti ini. Maaf kan aku kak aku hanya melaksanakan perintah dari orang tua kita" ucap tetua yen sembari bersiap memenggal kepala jenderal yang.
"Aku sudah menikah memiliki 5 selir dan satu istri" jawab bai yang terlihat sangat ketakutan.
"Baiklah para warga apa kalian marah dengan tingkah laku bai yun?" tanya kevin.
"Ya" jawab mereka.
"Maka lempar bai yun menggunakan batu sampai ia mati" ucap kevin sembari mundur kebelakang.
Lalu para warga pun melempari bai dengan batu. Terlihat para warga sangat kesal karena mereka melempar batu sembari menangis.
"Jenderal yang apa yang kau lakukan tadi apa kau ikut memperkosa dan apa kau telah mempunyai istri" tanya kevin.
"Kakak ku sudah menikah" jawab tetua yen.
"Apa kau juga ikut memperkosa" tanya kevin.
"Iya aku ikut melakukan itu" jawab jenderal yang dengan ketakutan.
"Jangan penggal dia hai di sini masih ada mainan lempar lemparan cepat lempar orang ini" teriak kevin sembari menujuk ke arah jenderal yang.
Seketika para penduduk pun mulai melempari jenderal yang dan bai menggunakan batu.
"Tetua Yo tolong berikan para murid dan warga yang terluka serius" ucap kevin sembari memberikan satu kotak penuh ramuan penyembuh tingkat tinggi.
"Baiklah saya akan melakukannya" jawab tetua Yo sembari menerima kotak dari kevin dan ia pun pergi di ikuti oleh para guru dan tetua kecuali tetua yen.
"Tuan kenapa mereka hanya di lempar batu bukanya itu tak akan berpengaruh pada mereka karena mereka adalah kultivator" tanya tetua yen.
"Hukuman ini bernama rajam berasal dari hukum sebuah agama paling sempurna di alam semesta. Dan aku telah menyumbat meridian mereka jadi sekarang mereka bisa merasakan sakit dan mati" jawab kevin sembari duduk di atas tumpukan mayat.
"Lalu apa yang akan kita lakukan kepada mayat mayat ini?" tanya tetua yen sembari duduk di samping kevin.
"Aku akan membawa ini ke istana untuk ku berikan kepada kaisar sebagai hadiah sekaligus untuk mengetahui sifat aslinya" jawab kevin sembari menghancurkan kepala yang ada di bawah kaki nya.
"Jadi begitu" ucap tetua yen sembari mengangguk.
...****************...
Keesokan harinya terlihat para warga kota guang sedang membersihkan darah yang hampir membanjiri satu kota.
Kevin, tetua yen, tetua mo, dan murid, serta para guru dan tetua sedang menggali parit bersama.
"Kenapa kau tidak menggunakan jurus pedang gila mu untuk menggali seperti saat di tambang" tanya Red dalam fikiran kevin.
"Aku hanya ingin membiasakan gotong royong kepada para murid dan lainya" gumam kevin sembari terus menggali.
"Hahahaha" suara tawa para murid.
"Untung saja liona baik baik saja dia masih tersegel" gumam kevin sembari tersenyum.
...****************...
Bersambung.
Setiap senin up antara 3 atau lima episode.