
Singkat cerita satu minggu kemudian...
Di pagi hari yang cerah terlihat Kevin tengah berdiri di atas atap rumah yang setengah jadi.
"Kediaman Keluarga Wei telah terbangun hampir 25 persen, lebih lambat dari perkiraan ku ku pikir dalam satu minggu akan selesai ternyata memerlukan waktu yg lebih lama, karena yang lainya mabuk selama 4 hari tidak berhenti bahkan mereka tidak tidur" gumam Kevin sembari memperhatikan para prajurit bekerja membangun rumah-rumah dan bangunan-bangunan lainya sembari ia menghisap cerutu.
"Itu semua karena perbuatan anda tubuh mereka tidak akan kuat menahan kerasnya arak tersebut, namun Wei dong terlihat mengalami banyak peningkatan setelah mencicipi arak nya" ucap system yang tiba-tiba muncul di samping Kevin.
"Dia akan naik ke ranah Mahayana" ucap Kevin sembari tersenyum dan ia melangkah lalu perlahan menjatuhkan diri nya ke bawah.
"Tap!" suara kaki Kevin yang mendarat.
"Bagaimana bisa..?" tanya sun yang muncul tiba-tiba.
"Kau tahu roh penjaga milik Wei dong adalah kera emas sang pemabuk" gumam Kevin.
"Tentu aku mengetahuinya" jawab sun.
"Arak yang ku berikan berada di tingkat surga arak ini di buat selama satu juta tahun dan setiap prosesnya memerlukan ketelitian yang super, bahkan jika kita membayar menggunakan satu planet kita tidak akan bisa mendapatkan satu tetes arak ini" ucap Kevin sembari mengeluarkan satu kendi arak.
"Jangan-jangan arak yang anda maksud adalah arak persik raja kera di gunung persik" ucap sun.
"Kau benar" ucap Kevin sembari meneguk arak tersebut.
"Arak ini hanya pernah di produksi satu kali namun dengan jumlah yang banyak di alam semesta ini tersebar 400 kendi, dan kendi-kendi ini di sembunyikan di tempat yang berbahaya" ucap sun.
"Aku masih ada 238 kendi, aku memenangkan arak ini saat bermain judi" gumam Kevin sembari terus berjalan.
"Arak ini memiliki manfaat yang sangat besar, namun juga mematikan jika tubuh kita tidak bisa menahannya" gumam Kevin.
Singkat cerita sampailah Kevin di tanah yang lapang.
"Aku akan mengorbankan semua arak persik raja kera untuk kesuburan tanah ini" ucap Kevin sembari menuangkan arak tersebut ke dalam lubang yang cukup dalam dan lebar terlihat seperti kolam.
"Bukankah ini sangat boros?" tanya sun.
"Tidak ada yang namanya boros jika itu untuk investasi jangan pernah takut untuk memulai investasi" ucap Kevin.
Terlihat dua orang prajurit tengah berjalan jongkok ke arah kevin.
"Salam yang mulia kaisar" ucap dua prajurit tersebut sembari bersujud ke arah Kevin.
"Apa yang kalian inginkan?" tanya Kevin sembari berbalik.
"Yang mulia bangunan tempat tinggal di bagian barat telah selesai di bangun" jawab salah satu prajurit.
"Hmm.. baiklah" ucap Kevin sembari melirik ke arah barat terlihat bangunan-bangunan rumah telah berdiri dengan megah dan rapi.
"Berapa banyak orang dalam kelompok kalian?" tanya Kevin.
"Siap kami ada 120 orang" jawab prajurit itu.
"Berikan mereka minuman ini kalian boleh berisitirahat hari ini dan aku akan memberikan tugas baru besok untuk kelompok mu" ucap Kevin sembari mengeluarkan satu kotak penuh ramuan berwarna hijau.
"Siap yang mulia terimakasih atas pemberian anda, kami mohon undur diri" jawab prajurit tersebut.
"Baiklah silahkan pergi" jawab Kevin sembari berbalik dan melanjutkan pekerjaannya.
Terlihat dua prajurit tadi berjalan jongkok pergi meninggalkan Kevin.
"Apa yang kau berikan?" tanya sun.
"Ohw.. itu adalah obat penguat aku melihat hampir semua prajurit yang di bawa jenderal yu Bai memiliki penyakit kelamin yang membuatnya lemah saat berhubungan, ini semau berhubungan dengan teknik yang mereka pelajari, namun hal ini tidak berbahaya dengan obat yang ku berikan maka mereka akan menjadi perkasa baik itu di medan perang atau di dalam ranjang" jawab Kevin sembari menyalakan cerutu.
"Teknik yang di gunakan oleh prajurit jenderal yu Bai sangat buruk, memang benar mereka akan memiliki tangan serta kaki yang kuat namun mereka lemah di bagian perut hingga ke biji, jadi kelemahan pasukan yu Bai adalah perut dan burung. Aku melihat dari baju zirah yang di kenakan oleh pasukan yu Bai. Hanya di bagian perut dan burung saja yang material nya terbuat dari bahan keras sisanya hanya kain saja" ucap Kevin.
"Bukankah ini kejam mempertaruhkan kejantanan hanya untuk kekuatan" ucap sun.
"Ya mereka belum pernah merasakan yang namanya adegan penggenjotan oleh karena itu mereka tidak mempedulikannya" ucap Kevin.
"**** itu sangat berbahaya karena sekali kau mencoba maka kau tidak akan bisa kembali, oleh karena itu di dunia ini banyak anak-anak muda yang memiliki tingkat kultivasi rendah bahkan anak-anak tuan muda saja mereka tidak memiliki fondasi yang kuat karena mereka terlalu fokus di hal duniawi" ucap Kevin.
Perlahan tanah yang awalnya tandus perlahan-lahan mulai di tumbuhi rumput yang berwarna-warni dominan hijau.
"Baru saja di ruang dua kendi tanah ini telah menunjukan hasil" ucap Kevin sembari terus menuangkan arak persik raja kera ke dalam kolam
...****************...
Singkat cerita saat malam hari.
Terlihat Kevin tengah minum teh di atas atap.
"Aku merindukan Razin dan juga niana" gumam Kevin.
"Kau rindu naina apa lubang nya?" tanya sun.
"Dua-duanya" jawab Kevin.
"Terkadang aku bingung hingga saat ini aku belum menemukan jawabannya?" ucap sun.
"Apa yang kau cari?" tanya Kevin.
"Kenapa kita bisa rindu" ucap sun.
"Hmm... rindu itu muncul saat kita tidak bisa bertemu orang lain entah itu karena terpisah dunia atau telah mati atau berpisah jarak, rindu bisa muncul bukan karena jarak atau waktu bukan seberapa lama kita tidak bertemu atau seberapa jauh kita berpisah, rindu akan muncul karena orang yang kita rindukan berada di dalam hati kita" jawab Kevin.
"Jadi rindu muncul karena orang yang kita rindukan berada dalam hati kita?" tanya sun.
"Benar" jawab Kevin.
"Aku mencintai Razin dan juga niana mereka selalu ada di hati ku oleh karena itu aku bisa merindukan mereka" ucap Kevin.
"Sepertinya saat aku hidup kembali dan kita tidak bisa bertemu aku pasti akan merindukanmu" ucap sun.
"Aku tidak ingin di rindukan dengan seorang kera homo" ucap Kevin.
Siapa yang kau panggil homo..!" teriak sun.
"Kau memiliki otak seharusnya kau gunakan" ucap kevin
Terlihat dari kejauhan Yu Zhong tengah berjalan dengan sangat pelan.
"Wah dia telah sadar sudah berhari-hari" ucap Kevin sembari turun dari rumah dan berjalan menghampiri Yu Zhong.
"Apa kau baik-baik saja?"tanya Kevin.
"Ini malam apa?" tanya Yu Zhong.
"Jumat" jawab Kevin.
"Aku ingin pergi dengan istri ku" ucap Yu Zhong kemudian ia terjatuh.
...****************...
Bersambung.....