
"Kevin yu, jangan-jangan dia berasal dari keluarga yu aku sudah tamat. anak ku telah mati namun aku masih memiliki satu putra yang berada di sekte Stone hammer. Aku pasti akan balas dendam atas apa yang terjadi kepada ku" gumam raja Lio sembari menatap langit tempat Kevin menghilang.
"Aku harus segera pergi kembali ke sekte Huantian, sebelum dia menangkap ku" gumam Luo yi.
"Yang mulia apa yang terjadi di sini?" ucap seorang pria memakai baju zirah lengkap berwarna perak, pria itu baru mendarat tepat di samping raja Lio.
"Perintahkan semua prajurit untuk mencarikan aku obat, sentoi untuk saat ini tubuh ku lumpuh dan hanya bisa berbicara dan juga berkedip. aku tidak peduli jika harus membayar dengan kota ku ini" ucap raja Lio.
"Siap yang mulia, aku jenderal go Han akan melakukan perintah mu dengan segera" jawab pria tersebut alias jenderal go Han bisa di panggil Han. ia merupakan jenderal yang memimpin seluruh prajurit milik kota longseng. Saat ini ia berada di ranah Silver emperor bintang dua.
"Saya izin undur diri" ucap Han.
"Baiklah" jawab raja Lio.
kemudian Han terbang untuk melaksanakan tugas dari raja Lio.
"Aku adalah salah satu pemimpin kota yang memiliki hubungan yang sangat baik dengan kaisar timur ini, dan aku akan membalas dendam berkali kali lipat kepada mu Kevin yu" gumam raja Lio.
...****************...
Di sebuah hutan yang lebat terlihat Kevin tengah duduk di dekat api unggun. Ia tengah memanggang daging ayah yang berukuran sangat besar hampir sama seperti kuda.
"Aku akan pergi ke kota Samanda. kota yang berada di pesisir pantai, tempat itu terkenal sangat berbahaya karena di jadikan tempat berkumpul para penjahat rahasia. Dan pemimpin kota itu adalah seorang buronan yang di buru satu kekaisaran" gumam Kevin sembari membalik ayam miliknya.
"Orang itu memiliki teknik iblis yang sangat di takuti di mana ia dapat menghisap darah dari lawannya yang berada di bawah ranah nya. Darah itu akan menjadi energi yang mengubahnya menjadi iblis dia memiliki darah iblis dan dia akan menjadi partner ku yang selanjutnya karena dia juga merupakan reinkarnasi dari pahlawan kuno" gumam Kevin sembari mengangkat ayah tersebut.
"Aku mendapatkan informasi ini dari seorang pedagang saat aku menangkap ayam ini" gumam Kevin sembari memakan ayam tersebut.
"Bruk" suara Kevin memegang kaki seorang seekor monster yang memiliki tubuh seperti burung unta, namun memiliki sayap serta buntut yang terlihat seperti buaya.
"Kejar kalkuan itu, tuan putri menginginkannya kita akan di berikan imbalan yang berlimpah jika membawakan monster tingkat atas itu!" terdengar teriakan seorang pria di ikuti suara kaki yang berlari.
"Aku hanya ingin makan, kenapa masalah selalu datang di saat-saat aku sedang santai" gumam Kevin yang terlihat marah.
Kemudian keluar segerombolan orang dari semak-semak belakang Kevin.
Kemudian segerombolan orang itu melingkar di samping Kevin sembari menodongkan senjata mereka ke arah Kevin.
"Serahkan kalkuan itu, kami adalah prajurit dari kerajaan hu an, jika kau memberikan nya maka kami akan melepaskan mu dan jika kau melawan kami akan membunuh mu" ucap seorang pria.
"Apa yang kalian lakukan, cepat tangkap kalkuan itu" suara pria yang sebelumnya datang dari belakang Kevin.
"Ambil saja jika kalian ingin, jangan ganggu aku makan aku sedang tidak mood untuk meladeni kalian" jawab Kevin sembari melepaskan kaki kalkuan yang ia pegang.
"Stur" suara angin yang di hasilkan dari kecepatan kalkuan yang terbang melesat sangat cepat saat Kevin melepaskan kaki kalkuan tersebut.
Terlihat seorang pemuda berambut panjang berwarna hitam, memiliki wajah yang tampan. pemuda itu berjalan ke arah para prajurit.
"Apa yang terjadi di sini?" tanya pemuda itu.
"Ketua, orang ini membuat kita gagal menangkap kalkuan yang di incar oleh tuan putri. dia menyombongkan kemampuan miliknya di hadapan kami" jawab salah satu prajurit.
"Ia telah menangkap kaki kalkuan bukanya memberikan kepada kami ia malah melepaskan kalkuan itu, dan alhasil kalkuan terbang dan hilang" ucap salah satu prajurit.
"Dia bukan orang sembarang, kalkuan adalah monster tingkat tinggi bahkan raja tidak mampu untuk menangkap kaki kalkuan yang tengah berlari dengan kecepatan tinggi. dan kelihatannya pemuda ini baik-baik saja seharusnya kalkuan itu mematuk kepala pemuda ini" gumam pemuda yang sebelumnya.
"Aku hanya ingin makan dengan tenang, tolong jangan ganggu aku, jika kalian tetap bersikeras aku akan membunuh kalian semua" ucap Kevin.
"Dasar kau sialan...! memang kau pikir kau siapa ingin membunuh kami, asal kau tau kami yang akan membunuh mu!" teriak para prajurit dengan serentak.
"Maaf telah mengganggu istirahat Anda master, bawahan saya memang bodoh mereka terlalu sombong dengan kemampuan rendahan ini mereka berani memfitnah anda. saya mohon maafkan kesalahan mereka" ucap pemuda yang sebelumnya.
Terlihat senyuman tari wajah Kevin.
"Dujuan sun anak dari jendral luan sun. komandan dari batalion kaveleri kerajaan Danbo memimpin regu ke tiga yang berjumlah 1500 personil yang berada di ranah master. kau memiliki dua orang adik perempuan dan satu Kaka laki-laki. Kau berada di ranah penguatan jiwa dan roh bintang dua" ucap Kevin.
Seketika semua orang di sana terkejut.
"Bagaimana dia bisa tau nama ku, aku bahkan tidak terkenal di ibu kota. Selain itu dia tau aku anak dari jenderal Luan sun" gumam pemuda tadi alias Dujuan sun.
"Ayah mu dulunya adalah pangeran kerajaan namun ia di fitnah oleh raja yang sekarang karena ayah ku di katakan sebagai anak haram nenek mu mati di gantung oleh permaisuri saat ia ketahuan memiliki hubungan dengan kakek mu" ucap Kevin.
"Ibu mu merupakan putri dari jenderal sebelumnya dan ayah mu di jodohkan namun saat kau terlahir ayah mu telah di hukum mati karena di cap sebagai penghianat. Saat ini kau di cap sebagai anak dari penghianat dan selalu di hina bahkan oleh bawahan mu saat di belakang" ucap Kevin.
Terlihat wajah Dujuan sun berubah menjadi marah saat mendengar kata-kata Kevin.
"Kau siapa..!" teriak Dujuan.
"Kau belum membangkitkan roh penjaga mu walau kau sudah berumur 21 tahun" ucap Kevin.
"Kau siapa...! kenapa kau mengetahui semua tentang hidup ku" teriak Dujuan sun sembari berjalan perlahan kebelakang.
"Kita adalah keluarga, kau belum menyadarinya nenek mu bukan seorang pelacur namun salah satu dari tuan putri keluarga yu" ucap Kevin.
...****************...
Bersambung...