
"Bergerak secepat mungkin, ambil ini di dalam kantung ini ad 25 Pill naik ranah yang dapat menaikan satu ranah, tidak memiliki efek samping apapun dan dapat naik ranah secara permanen. Kau berikan kepada prajurit yang ingin menaiki ranah Mahayana atau naik ke ranah golden emperor, saat kita bertemu di kekaisaran Utara aku akan memberikan lagi pil ini" ucap Kevin sembari memberikan sekantung penuh pil baik ranah.
"Pill yang bisa menaikkan ranah tanpa efek samping, pil ini merupakan harta surgawi namun tuan Kevin memiliki banyak bahkan memberikan kepada kamu sebanyak 25 bahkan nyawa kami semua tidak sebanding dengan satu butir pil ini" gumam Gin pemimpin keluarga Oda.
"Terimakasih atas pemberian anda saya sangat senang dan merasa bersyukur. Saya akan menjamin dengan nyawa yang saya miliki jika misi yang anda berikan pasti akan berhasil kami akan bergerak layaknya bayangan, tak bersuara dan tak di sadari pergerakannya" ucap Gin pemimpin keluarga Oda sembari sujud ke arah Kevin.
"Jangan berlebihan seperti itu, aku hanya memberikan pil peningkat satu ranah saja. Benda itu tidak terlalu berharga. Sebenarnya pil tersebut adalah jalan pintas namun kebanyakan orang yang naik ranah menggunakan pil tersebut akan memiliki pondasi yang tidak sekuat orang lain yang lain ranah dengan usaha mereka sendiri" ucap Kevin.
"Namun kekurangan itu dapat di tutupi dengan jurus-jurus, teknik-teknik, serta latihan yang baik dan juga bagus. Jurus yang bagus akan menutupi kekurangan saat bertarung, teknik juga begitu. Oleh karena itu jika kalian berada di luar dunia ini kalian akan menemukan orang-orang yang memiliki fondasi lemah namun memiliki teknik dan jurus yang hebat" ucap Kevin.
"Hal ini dapat terjadi karena yang sebenarnya sangat di perlukan adalah pengalaman bertarung, kebanyakan dari kultivator speed run ini memilikinya pengalaman bertarung yang sangat banyak mereka dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dari musuh, serta dapat memanfaatkan medan pertempuran" ucap system.
"Walau begitu kebanyakan orang lebih memilih naik ranah dengan usaha tanpa menggunakan pil peningkat. Kecuali di saat mereka tak memiliki cara lain" ucap system.
"Namun aku ingin rencana ini cepat di selesaikan agar aku bisa lebih cepat keluar dari dunia ini" gumam Kevin sembari berjalan.
"Baiklah kau bisa pergi sekarang dan berikan pil itu kepada orang yang menurut mu layak, aku akan pergi ke suatu tempat, dan kau utus bawahan mu untuk menuntun jalan untuk yu Zhong dan yang lainya" ucap kevin.
"Siap yang mulia saya akan melakukan itu, anda jangan khawatir" jawab Gin pemimpin keluarga Oda sembari berlutut.
Seketika Kevin menghilang.
...****************...
Di pasar ibu kota kekaisaran.
Terlihat Kevin tiba-tiba muncul.
"Aku menemukan sesuatu yang menarik, seorang penempa yang sangat hebat, jika di latih ia bisa membuatkan ku senjata tingkat surgawi. Yang membuat ku sangat terkejut adalah orang tersebut merupakan seorang peri, peri adalah ras yang sangat langka memiliki kekuatan sihir seperti dewa namun memiliki tubuh selemah serangga" ucap Kevin sembari berjalan.
"Fakta tersebut tidak benar, kekuatan sihir dan Qi itu berbeda kekuatan sihir adalah kekuatan bawaan sejak lahir berbeda dengan Qi yang merupakan bahan bakar untuk semua jurus-jurus serta teknik dalam berkultivasi. Seorang yang memiliki ilmu sihir tidak akan bisa berkultivasi" ucap system.
"Memang benar kekuatan tubuh para peri seperti serangga namun pertahan peri seperti baja, pada masa kekacauan di mana tiga alam belum tersegel terdapat tiga orang peri yang mewakili tiga elemen sihir yaitu air, api, dan tanah. mereka memiliki kekuatan yang sangat dahsyat mereka memimpin tiga alam selama 5 miliar tahun bahkan para dewa tunduk saat itu" ucap system.
"Tiga peri itu membuat alam baru yang di sebut surga, mereka berada di sana tidak mempedulikan tiga alam lainya dan akhirnya tiba alam mengalami peperangan yang dalam masa peperangan itu di sebut masa kekacauan. Tiga peri mati karena termakan oleh sihir mereka sendiri saat mencoba menahan serangan para dewa" gumam Kevin.
"Alam surga hancur karena tiga peri telah mati. Sejak saat itu peri menjadi sangat langka bahkan kemungkinan besar hanya tersisa puluhan saja di alam semesta saat ini. Sejak dulu peri selalu di buru karena jika berhasil memakan mereka maka akan mendapatkan kekuatan sihir" ucap system.
"Apa anda berminat untuk memakan peri itu?" tanya system.
"Fondasi dan kekuatan ku telah cukup aku tidak memerlukan peri untuk di makan aku memerlukannya untuk membantu ku menguasai seluruh alam" jawab Kevin.
"Dia akan membantu layaknya seperti paman bog, dan Leonel, serta Las" gumam Kevin.
"Tang...! Tang...! Tang.." suara palu yang di pukul ke besi.
Dari kejauhan tercium bau besi panas serta aura panas dari sebuah toko.
Terlihat aura merah memancar dari pintu.
Kevin pun masuk ke dalam toko tersebut.
Terlihat seorang pria tua tengah tidur di meja, janggut yang panjang hingga melebihi dada, ia mengenakan topi yang menutupi matanya. Tubuhnya kecil namun memiliki tangan yang berotot.
"Apa yang kau inginkan datang ke sini" ucap pria itu.
"Aku ingin menemui penempa mu" jawab Kevin.
"Dia adalah budak ku, kau tidak bisa menemuinya sesuka mu" jawab pria itu sembari berdiri.
"Hmmmm... kau memiliki tubuh yang bagus terlihat kuat dan kokoh, aku memiliki pengecualian untuk mu" ucap pria itu sembari berjalan ke arah kevin dengan perlahan.
Gigi yang telah ompong serta terlihat berlubang membuat ia terlihat mengerikan saat tersenyum.
"Jika kau bisa menahan pukulan ku maka kau di perbolehkan menemuinya" ucap pria itu lalu ia tiba-tiba memukul kaki Kevin dengan sangat kuat.
"Duaaaang...! krek" suara pukulan pria itu serta terdengar suara tulang patah.
"Bajingan..! dia memiliki kekuatan di atas ku" gumam pria tdi sembari memegangi tangannya yang telah bengkok.
"Hei pak tua cepat bawa aku bertemu dengan penempa mu, jika tidak aku akan membuat tubuh mu menjadi bubur lalu akan ku berikan ke babi" ucap Kevin sembari jongkok.
"Baiklah aku akan mengantarkan kau menemui penempa ku, cepat lewat sini" jawab pria tdi sembari berjalan dan memasuki sebuah pintu.
"Apa anda yakin tidak akan di jebak jika masuk ke dalam ruangan yang mencurigakan itu?" tanya system.
"Belum di coba belum tau" jawab Kevin.
...****************...
Bersambung.....