
"Lebih baik kita jalan lebih cepat, karena hari sudah semakin panas, kita perlu jalan beberapa kilo lagi" ucap Tiger sembari berjalan lebih cepat.
"Cepat jalan jangan banyak bicara, simpan tenaga kalian untuk berjalan jangan bertanya lagi" ucap Mugi sembari berjalan lebih cepat.
...****************...
Sementara itu di depan pintu gerbang.
"Tunjukan surat izin petarung atau surat izin dari walikota tempat kalian" ucap penjaga raksasa.
"Salam penjaga aku adalah sekertaris walikota Hanggo dari kota batu, aku membawa para pedagang ini yang ingin menawarkan barang-barang berkualitasnya tinggi namun dengan harga pasaran" ucap Emon sembari berjalan ke arah penjaga yang memiliki tinggi hampir menyamai dinding benteng tersebut.
"Siapa nama mu" ucap penjaga sembari mengeluarkan sebuah kertas,
"Emon Yoda, kau adalah anak dari sang legenda pertarung raksasa Yoda, apa itu benar?" tanya sang penjaga.
"Kau benar" jawab Emon.
"Baiklah kalian boleh masuk, aku akan segera memberi tahu master Yoda tentang kedatangan mu" ucap penjaga.
"Nanti akan datang rombongan kami yang tertinggal, mereka berjumlah delapan orang enam siluman dan dua elf" ucap Emon.
"Baiklah kau tenang saja aku akan membiarkan mereka masuk dan aku akan mengantarkan mereka ke kediaman master Yoda" jawab penjaga sembari membukakan pintu gerbang yang sangat besar dan juga tinggi.
"Wah ini terlihat lebih mudah dari pada di kota yang pertama, aku harus melawan telur busuk bajing*n itu. Sungguh aku masih kesal rasanya aku ingin merebus nya lalu ku berikan tubuh nya ke pada babi" ucap Qi yu yang terlihat sangat kesal hingga urat di kepalanya menonjol.
"Lupakan masa lalu lihat masa depan" ucap paman Bog sembari merangkul paman Qiu.
"Emon, memang siapa ayah mu hingga mereka menyebutnya dengan sebutan master?" tanya Huang sembari berjalan mengikuti Emon dari belakang.
"Ayah ku adalah mantan gladiator yang telah bertarung selama 45 tahun dan selama ia bertarung ia hanya pernah kalah sekali yaitu saat melawan raja Bull, akibatnya dia berhenti menjadi gladiator dan hari itu bertepatan dengan kelahiran ku" jawab Emon.
"Pantas saja kau memiliki postur tubuh yang sangat tinggi ternyata kau adalah setengah raksasa" ucap Huang.
"Menurut mu apa ayah mu akan menerima kami dan membawa kami untuk bertemu dengan raja Bull, dan apa raja Bull mau menemui kita?" tanya Putih.
"Raja Bull pasti akan menurutinya karena baru ayah ku saja yang berhasil melukai kulitnya yang keras layaknya baja yang di lapisi oleh besi dan semua material keras di dunia ini" jawab Emon.
"Jalan menuju kesuksesan telah terbuka, dan sebentar lagi kita akan berkumpul di benua selanjutnya seharusnya kita senang" ucap paman Bog.
"Kota ini sangat sepi, dari tadi aku tidak melihat satu orang pun yang berjalan di sini" ucap putih.
"Mereka sedang berada di arena gladiator, karena sekarang sedang ada final ada orang yang berhasil memiliki skor tanpa kalah dan dia akan melawan raja Bull hari ini" jawab Emon.
"Oh jadi begitu, lebih baik kita pergi ke sana saja siapa tau ayah mu juga ikut menonton" ucap paman Bog.
"Itu tidak akan terjadi karena di sudah meninggal dunia gladiator dan sekarang sedang fokus di tempat menempa yang ia buat beberapa tahun yang lalu" jawab Emon.
"Tang..! Tang... Tang..!" terdengar suara besi yang di pukul.
"Aroma besi yang di panaskan mengairahkan dan membangkitkan jiwa penempa ku, suara dari palu yang memukul besi panas terdengar bagaikan lantunan musik yang menyejukkan hati dan menjernihkan pikiran" ucap paman Qiu yang terlihat sangat bahagia.
"Kau benar tuan Kevin pernah mengajarkan kalau asap yang berasal dari pembakaran besi atau timah itu mengandung zat yang sangat berbahaya bagi tubuh, dapat mengakibatkan infeksi paru-paru" ucap paman Qiu.
"Dengan mengatakan itu sama saja kalian sedang menghina pekerjaan ku yang paling aku cintai" ucap paman Bog yang tiba-tiba jongkok sembari memainkan pasir, dan ia terlihat sedih dan juga kecewa.
"Kalian sangat kejam memberitahu kebenaran di depan orang yang menyukai hal itu, selain dapat menginfeksi paru-paru asapnya juga dapat membuat kita kecanduan" ucap Huang.
"Huh... ku kira kau akan membela ku tapi kau malah ikut menghina pekerjaan ku, kalian telah mengecewakan ku aku ingin pulang dan memeluk palu kesayangan ku" ucap paman Bog sembari berjalan ke arah gerbang kota.
"Hei kami hanya bercanda, kita ini kultivator yang kebal terhadap efek samping dari asap pembakaran itu, jangan jadi seperti ini" ucap paman Qiu sembari berjalan mendekati paman Bog.
"Toko ayah ku ada di depan sana, kita hanya perlu berjalan melewati beberapa bangunan lagi dan kita akan sampai" ucap Emon sembari menunjuk ke arah depan.
"Apa kau tidak tertarik jika master Yoda memiliki teknik baru yang lebih hebat dan efisien, apa kau tidak ingin belajar" ucap paman Qiu.
"Ayo kita pergi jangan buang-buang waktu, kita hanya memiliki sisa waktu satu bulan sebelum pergi ke benua selanjutnya" ucap paman Bog yang tiba-tiba bersemangat dan berjalan lebih cepat ke arah tempat yang di tunjuk oleh Emon sebelumnya.
"Jika soal membuat senjata atau yang lainya dia pasti akan sangat bersemangat, bahkan ia lebih semangat dari pada pasangan LDR yang baru bertemu setelah beberapa bulan" ucap paman Qiu.
"Kau benar dia itu gila dengan pengetahuan menempa" ucap Huang.
...****************...
Di depan gerbang.
"Enam siluman dan juga dua elf, mereka adalah orang yang di katakan anak master Yoda" gumam penjaga gerbang.
"Tadi teman kami telah masuk duluan, aku tertinggal karena harus menjaga dua elf ini" ucap Mugi.
"Teman mu telah mengatakan hal itu, mari ikuti aku, aku akan mengantar kalian ke tempat teman kalian pergi sekarang" ucap penjaga gerbang sembari membuka gerbang yang sangat besar.
"Mereka sangat besar lebih besar dari pada raksasa yang pernah aku lihat" ucap Tiger.
"Kau benar mereka memiliki tinggi dua kali lipat dari pada raksasa yang pernah kita temui sebelumnya" ucap Mugi.
...****************...
"Tang..! Tang...! Tang.." suara besi yang di tempa berasal dari rumah yang berada di depan paman Qiu dan yang lainya.
"Ayah aku pulang" ucap Emon sembari membuka pintu.
"Bruk!" suara pintu yang hancur akibat terkena tubuh Emon yang terhempas karena di lempar menggunakan palu oleh orang yang berada di ruangan itu.
"Kau pergi meninggalkanku kota ini dan membawa satu-satunya kristal sihir tingkat tinggi milik ku dan kau baru kembali setelah lima tahun" ucap seorang pria yang memiliki suara besar dan juga serak.
...****************...
Bersambung.