
Singkat cerita.
Terlihat Kevin dan Dujuan tengah berpamitan dengan Luan sun dan juga para prajuritnya.
"Bu aku akan pergi, kau jaga kesehatan ya. Jangan terlalu keras dalam bekerja jika kau dalam masalah panggil saja aku aku pasti akan datang" ucap Dujuan sembari memeluk ibunya.
"Kau harus selalu mendengar apa yang di katakan tuan Kevin, kau harus berjanji pada ibu mu jangan pernah kau menyusahkan tuan Kevin. Ia sangat baik dan sangat memperdulikan mu berhati-hati, kau harus semangat, dan selalu kirim surat untuk ibu mu" jawab Luan sun.
"Jangan dengarkan apa kata ibu mu, Kevin ingin mengambil diri ku dari mu, ia iri karena dia tidak memiliki roh penjaga aku jamin dia pasti akan mengambil diri ku dari mu lebih baik kau membunuhnya saat ada kesempatan" ucap suara di dalam pikiran Dujuan.
Terlihat Kevin yang tengah duduk di atas kereta sedikit tersenyum sembari menghembuskan nafas.
"Tuan dia ingin mempermainkan mu, kita lihat saja bagaimana caranya untuk membunuh mu" ucap sun yang tengah berubah menjadi bayangan hitam seperti asap.
"Kau benar kita lihat saja nanti, aku pasti akan menyiksa roh penjaga tak tau diri itu hingga ia tidak ingin hidup di dunia lagi" gumam Kevin.
"Tenang saja aku pasti akan melakukan itu, tapi kah harus membantu diri ku" gumam Dujuan.
Kemudian mereka pun melakukan perjalanan.
...****************...
Saat di tengah perjalanan di hutan yang rimbun, hutan yang asri.
"Knp kita tidak mengambil kereta yang memiliki atap, malah mengambil kereta untuk mengangkat barang?" tanya Dujuan.
"Terkadang kau harus menikmati alam, saat kau telah memunculkan rasa cinta maka alam akan membalasnya" jawab Kevin yang tengah duduk sila menutup mata sembari menghirup nafas perlahan.
Tiba-tiba tangan Kevin di jatuhi buah yang datang entah dari mana.
"Alam adalah teman kita, alam adalah tempat untuk kita berlindung, untuk bertahan, dan untuk bahagia. Jagalah alam maka alam akan menjaga mu" ucap Kevin sembari membuka mata dan melempar apel ke arah Dujuan.
"Bukanya alam itu hanya sebuah benda tak bernyawa, mereka tidak bisa bergerak bahkan mengeluarkan suara?" ucap Dujuan yang terlihat kebingungan.
"Semua yang ada di alam semesta adalah mahkluk, mereka memiliki kekuatan, dapat berbicara, dan dapat melakukan apa yang mereka inginkan. Namun mereka tidak ingin karena sudah mendapatkan tugas dari sang pencipta. Layaknya matahari yang manjadi penerang" ucap Kevin.
"Lalu knp kau menumbangkan ratusan ribu pohon saat awal kita bertemu?" tanya Dujuan.
"Itu bukan kesalahan ku, dunia ini terlalu rapuh aku hanya mengeluarkan sedikit sangat sedikit kekuatan ku, namun memiliki dampak seperti ini" jawab Kevin.
"Aku ingin pedang baru, kita akan pergi ke mana sekarang?" tanya Dujuan.
"Ku ingin bertemu dengan orang yang hebat" jawab Kevin.
"Memang siapa yang hebat selain diri mu" tanya Dujuan.
"Aku tidak hebat, kau harus ingat kata-kata ku jangan pernah merasa jadi orang baik, atau hebat. Karena saat kita telah merasa seperti itu akan mudah mengatakan orang lain salah atau lemah. Muncul kesombongan adalah akhir dari perjalanan" jawab Kevin.
"Tapi aku tidak berpikir demikian, saat kita berada di atas wajar bagi kita merasa hebat dan sombong, yang salah saat kita masih di bawah telah menjadi sombong" ucap Dujuan.
"Di atas diri mu ada apa?" tanya Kevin.
"Langit" jawab Dujuan.
"Di atas langit masih ada langit, kau tidak bisa mengatakan kau berada di atas sebelum melihat atap, kau tidak bisa mengatakan berada di bawah sebelum kau melihat lantai" ucap Kevin.
"Siapa dia!" teriak Dujuan sembari menarik pedang.
"Ku beri tahu nak, bahkan jika kau menggunakan roh penjaga mu kau tidak akan bisa melukai ku. Bahkan pencipta teknik pedang yang kau gunakan sekarang hanya sampah bila di depan ku" ucap sun.
"Dia adalah sun pelayan ku, kau tidak perlu takut dia tidak akan melukai mu sebelum ku perintahkan" ucap Kevin.
"Saat kau telah merasa hebat maka di situ kau membuktikan bahwa diri mu adalah seorang sampah" ucap sun.
"Orang yang hebat tidak akan mengakui dirinya hebat karena dia memiliki mimpi yang tinggi tidak tidak ada batas, bahkan saat ia telah mengalahkan semua orang ia akan terus berlatih" ucap Kevin.
"Terbang lah sangat tinggi hingga kau tidak bisa kembali dan menemukan pembatas di langit, di sana kau telah menjadi dewa bukan manusia" ucap Kevin.
Tiba-tiba Dujuan melayang sangat cepat ke atas langit bahkan lebih cepat dari kecepatan cahaya.
"Apa yang terjadi!" teriak Dujuan yang berusaha menutup mulutnya.
"Sudah ku katakan Kevin akan mencelakai mu seharusnya kau bunuh saja dia saat tengah bersemedi tadi" ucap suara dalam pikiran Dujuan.
Tiba-tiba Dujuan berhenti saat hampir memasuki galaxy.
"Aku akan mengakui mu, jika kau bisa masuk ke sana" ucap Kevin yang tiba-tiba muncul di samping Dujuan.
"Lakukan, aku tidak melihat adanya penghalang" ucap suara dalam pikiran Dujuan.
Kemudian Dujuan memukul ke arah depannya.
dan saat tangan Dujuan mendekati seketika tangannya hancur dan seolah-olah terlihat sebuah penghalang transparan.
"Kau telah menyentuh penghalang yang muncul saat dunia ini terbentuk, dan di perkuat oleh raja bintang" ucap Kevin sembari menyentuh penghalang dengan santai.
"Saat kau berhasil melewati penghalang ini, kau berhak mengikuti perjalanan ku selanjutnya, ku beri waktu selama 1 tahun. Dan aku akan memberikan mu pedang yang memiliki tingkatan yang tidak ada di dunia ini" ucap Kevin.
"Jangan percaya, dia hanya membual lihat tangan mu. Bagaimana cara menumbuhkan nya lagi" ucap suara di dalam pikiran Dujuan.
Tiba-tiba mereka berpindah di atas kereta lagi dalam sekejap.
"Apa yang terjadi" ucap Dujuan sembari melihat tangannya yang awalnya buntung kini telah kembali normal.
"Kau di masukan ke dalam ilusi oleh Kevin, aku menyelamatkan mu karena saat itu Kevin hampir mengambil diri ku" ucap suara di dalam pikiran Dujuan.
Terlihat sedikit senyuman dari wajah Kevin yang tengah bermeditasi.
"Tuan ternyata benar, roh naga ingin mengambil alih tubuh Dujuan. Dia memfitnah anda biarkan saya mengurus cecunguk itu. Aku tidak bisa diam saja jika tua di permainkan seperti ini" ucap sun dalam pikiran Kevin.
Terlihat Kevin hanya tersenyum sembari membuka mata.
"Turun dan berlari, aku tidak ingin kau bermalas-malasan, cepat...!" ucap Kevin sembari menendang Dujuan hingga jatuh.
...****************...
Bersambung....