BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
SAMA-SAMA KERAS



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


 Walau mengatakan akan melepas Aurel, Rajev tetap melaksanakan tugasnya sebagai ayah yang baik bagi Darrel dan Aira. Tiap pagi dia akan mengantar Aira sekolah dan sebisa mungkin bila sore dia akan bermain dengan Darrel. Bedanya Rajev jarang ikut sarapan atau makan malam di rumah Aurel.


“Sudah selesai sarapannya?” tanya Rajev yang baru datang ketika Aira hendak keluar. Dan Aurel tak pernah mengantar Aira kedepan agar tak bertemu dengan Rajev.


“Sudah Uppa. Ayok berangkat,” ajak Aira. Dia mulai terbiasa kalau Rajev hanya menunggunya diteras rumah. Tidak masuk seperti dulu lagi.


Sore kalau Aurel pulang, dia akan menyapa Darrel sebentar lalu langsung masuk kamarnya, karena dia yakin tak lama lagi Rajev akan bermain dengan putranya hingga menjelang maghrib. Saat maghrib Rajev langsung pamit pulang tanpa salat berjamah di rumah itu.


Saat itulah Aurel turun untuk salat dan beraktivitas seperti biasa hingga esok pagi.


‘Kalian memang sama-sama keras. Yang satu keras tak ingin melanjutkan hubungan, yang satu keras ingin bertahan. Sampai kapan hal ini akan berlangsung?’ bu Tarida kadang sedih melihat pasangan yang sama-sama dia cintai ini.


Bu Tarida memang sosok yang mudah jatuh cinta. Sejak melihat Aurel pertama kali dia jatuh cinta pada sosok menantunya itu. Demikian sejak dia kenal Bagas, dia jatuh cinta dan menganggap Bagas adalah adiknya Radit. Dan terakhir dia jatuh cinta pada Rajev yang dia anggap menggantikan sosok Radit baginya.


***


Satu bulan sudah Aurel diam. Tak pernah mau bicara dengan Rajev. Bahkan beberapa kali ada dalam ruangan yang sama sekali pun Aurel tetap diam. Bagas dan Wicak pernah melihat hal itu. Dan mereka tak mampu berbuat apa pun.


Watak keras Aurel tak ada yang bisa melunakkannya. Kalau dilawan dengan ikut keras maka lebih bahaya. Maka Bagas dan Wicak merasa jalan yang ditempuh Rajev sudah merupakan jalan terbaik. Dari pada ada yang kembali terluka.


Aurel masih berkomunikasi dengan baik dan lancar dengan Amishaa kakak perempuan Rajev dan Ahisma yaitu um’manya Rajev. Tak pernah satu kali pun dia menjelekkan Rajev atau melaporkan hal buruk tentang tunangannya itu.


Biasanya pembicaraan dengan Amishaa tentang anak-anak. Dan pembicaraan dengan Ahisma adalah tentang resep masakan.


Dan Ahisma dan Amishaa yang sudah tahu tentang keretakan hubungan Rajev dengan Aurel pun tak pernah memancing pembicaraan tentang Rajev. Kedua kerabat Rajev itu hanya ingin komunikasi mereka tetap lancar saat komunikasi Aurel dan Rajev sedang tidak baik-baik saja.


***


Saat ini Aurel sedang mencoba tiga resep baru yang dia dapat dari Ahisma. Dia ingin menjadikannya kue andalan di tokonya. Dia minta dua chef terbaik untuk datang di cabang ketiga miliknya. Di sana dia dan dua orang chef itu masing-masing mencoba ketiga resep. Mereka akan mencoba tingkat kegagalan.


Setelah itu mereka juga akan membuat modif resep sesuai lidah Indonesia. Tak terasa sudah hampir maghrib. Dan Aurel berserta dua chef sangat puas akan uji coba mereka. Akhirnya diputuskan dua resep mulai besok siap rilis. Yang satu resep masih harus diutak atik takarannya agar bisa sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia.


“Kalian kirim resep komplit ke dua cabang yang lain ya. Ini sudah pasti tak akan gagal koq,” perintah Aurel pada dua chef itu. Lalu Aurel bersiap membersihkan diri untuk salat lalu pulang ke rumah.


Dari toko kue Aurel membawa kue hasil uji cobanya untuk dia bawa pulang. Dia bergegas masuk mobilnya setelah selesai salat Maghrib.


***


“Apa hari ini dia ke lapangan berkaitan pekerjaan kantornya?” tanya Rajev pada bu Tarida. Rajev tahu beberapa kali Aurel harus mendatangi lokasi proyek yang sedang digarapnya.


“Hari ini dia enggak ke kantor. Dia ke toko kue miliknya,” sahut mertua Aurel. Mereka baru selesai salat Maghrib berjamaah.


“Mungkin dia sedang asyik bereksperimen Bu. Sabar saja dulu. Kalau sampai Isya belum ada khabar baru Ibu hubungi ponselnya,” dengan enteng Rajev memberikan saran. Padahal dalam hatinya dia lebih khawatir daripada bu Tarida.


“Baiklah,” sahut bu Tarida. Sejak Aurel menarik diri dari Rajev, bu Tarida memang tak terlalu berani mengajak bicara dengan anak perempuannya itu. Dia takut bila emosi Aurel meledak lalu perempuan itu memutuskan membawa cucu-cucunya dari rumah. Biar bagaimana pun hak asuh Aira sudah 100% ada ditangan Aurel. Dia tak berhak menahan bila memang Aurel ingin pergi menjauh.


“Saya pulang dulu Bu, saya tunggu khabarnya saja,” Rajev tak ingin membuat Aurel marah bila perempuan itu pulang masih melihatnya di rumah itu. Dia ingin Aurel tetap tenang walau tak bertegur sapa dengannya.


Mobil Rajev berpapasan dengan mobil Aurel di gerbang rumah. Dengan manis Rajev memberi klakson satu kali pengganti salam. Tapi Aurel tak menggubrisnya. Perempuan itu langsung memasukkan mobil ke garasi dan turun tanpa peduli pada Rajev.


‘Alhamdulillaaah, dia sudah tiba di rumah,’ Rajev langsung membatin dengan mengucap syukur melihat perempuan yang dia kasihi sudah kembali tiba di rumah dengan selamat. Dengan santai Rajev melajukan mobilnya menuju apartemennya. Tak lupa dia akan mampir membeli makan malam lebih dulu agar tak perlu masak ketika tiba di apartemennya nanti. Dia juga mampir ke minimarket untuk membeli buah dan kopi instant kesukaannya.


Malam ini Rajev membeli sate kambing dengan lontong. Karena malas, dia makan ditempat. Rajev tak sadar sejak tadi ada dua pasang mata mengawasinya.


“Serius itu calon pengganti pak Radit?” tanya seorang lelaki muda kurus dan berkaca mata.


“Buat apa aku bohong? Dia dulu memang teman dekatnya bu Aurel sebelum menikah dengan pak Radit. Lalu sebelum pak Radit meninggal pak Radit menitipkan istri dan anaknya pada pak Rajev,” sahut istri lelaki itu.


“Sama-sama ganteng dengan dua sudut pandabf berbeda ya. Pak Radit kan khas Indonesia. Pak siapa ini gantinya, khas India banget,” sahut si lelaki sambil mengambil sate ayam di piring istrinya. Dia sekedar mencicipi saja. Karena istrinya tak suka sate kambing seperti yang dipesannya.


“Iya kalau wajah ya relative. Tapi kalau cinta, kelembutan dan kesabaran terhadap anak istri, mereka sama,” sahut si istri dengan yakin.


“Kamu kayak tahu besarnya cinta pak Radit dan pria India itu pada bu Aurel. Juga kayak tahu bagaimana lembut dan sabarnya mereka aja,” sang suami gemas dan mengacak-acak rambut istrinya.


\===================================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL WANT TO MARRY YOU   YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta