BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
JENDERAL



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA


\~\~\~\~\~


 “Sabar ya sayang,” Didu menuntaskan permainan mereka kala itu. Selanjutnya mereka terus bermain tanpa jeda hingga keesokan harinya.


Mereka tidak sadar obat yang diberikan Yulia adalah penyebab mereka berpacu tanpa henti. Yulia memang yang membawa Ifa ke lokasi proyek. Dari Yulia pula Ifa mendapat uang sebagai modal kerja samanya.


Yulia memberi Ifa tiga juta rupiah bila Ifa mau nginap semalam di rumah Didu dan mencampur obat yang Yulia berikan pada minuman untuk mereka berdua. Obat itu dosis rendah, hanya berguna merangsang awal saja. Tentu saja Ifa tak menolak uang sebesar tiga juta rupiah. Saat itu tiga juta merupakan jumlah yang cukup besar.


Sejak saat itulah Didu mulai melupakan keluarganya. Dia pulang ke kampung hanya satu bulan sekali,  itu pun tidak menginap, dan hanya memberikan uang bulanan saja. Dia bilang pada istrinya kalau proyek yang dipegangnya sekarang jauh sehingga tak bisa pulang tiap minggu seperti biasa.


Memang dihari kedua bercumbu dengan Ifa, Didu langsung menikah siri. Dia tak mau terlalu lama berzina.


FLASH BACK OFF


Aurel meminta Reza memproses data istri siri Didu agar semua berkas tuntutan bisa segera di proses. Ifa memang harus diproses hukum karena dia penyebab Didu menggelapkan uang perusahaan.


Selain itu Aurel juga akan memberi ‘pesangon’ tiga bulan gaji untuk istri sah Didu. “Apa kedua anak pak Didu bisa kita usulkan pengajuan dana bantuan sekolah Bu?” tanya Reza hati-hati.


“Panggil saja istri sahnya untuk menemui saya di kantor guna menerima pesangonnya. Kamu tahu sendiri seharusnya tak ada pesangon bagi orang yang merugikan perusahaan. Malah Didu harus membayar kerugian 1,8 M kan?” balas Aurel kesal.


Bukan kesal pada Reza. Tapi pada Didu, lelaki yang sudah sangat mudah menyakiti istrinya demi perempuan lain.


Author yakin Aurel  akan makin kesal kalau tahu, awal kasus Didu adalah rencana Yulia dan Binsar. Tapi yang ini Aurel belum tahu.


“Baik Bu, sekalian saya lapor yang menyuruh enam orang yang menyerang Ibu sudah tertangkap. Dia adalah kakak dari istri siri pak Didu, Bu,” jawab Reza sambil focus pada jalan raya.


Saat ini mereka didalam mobil akan kembali ke kantor. Jadi dalang dari penyerangan Aurel adalah kakaknya Ifa. Tentu saja semua atas rencana busuk Binsar dan Yulia.


“Mas Reza, mampir toko kue saya ya,” pinta Aurel, karena untuk menuju kantor akan melewati satu cabang toko miliknya.


“Baik Bu,” Reza tak membantah perintah pimpinannya itu.


Sesampainya di kantor Aurel meminta Murti dan Reza membagikan box kue yang dibawa Aurel.


“Mbak Murti tolong bagikan box sesuai nama atau divisinya ya?” Aurel turun dari mobil Reza sambil membawa satu box besar untuk dia bawa pulang ke rumah nanti. Tentu dia harus bawa box itu, karena tadi mereka pergi bukan dengan mobil miliknya.


Reza dan Murti melihat ada box besar dan kecil di jok belakang. Box kecil ternyata untuk personal karena tertulis nama Reza, Murti dan Wina. Sedang box besar tertulis nama divisi seperti satpam dan resepsionis, keuangan, marketing, administrasi dan lain-lain.


Saat tadi mampir ke toko kue memang Reza dan Murti tak ikut turun. Mereka hanya melihat Aurel memerintah pegawai toko kue memasukkan banyak dus kedalam jok belakang bersama Aurel.


Tadi pagi saat Reza bilang akan menjemput untuk berangkat ke proyek Aurel langsung menghubungi tokonya dan meminta hari ini mereka mengerjakan tugas khusus darinya. Dia pesan kue, dan berkata akan dia ambil segera. Maka begitu dia turun semua kue sudah siap. Ini adalah hanya sekedar ucapan syukur Aurel, karena Aira tak celaka akibat penculikan yang dialaminya.


***


“Saya minta maaf Bu. Apa bisa saya bekerja disini karena saya butuh untuk menghidupi anak-anak saya,” pinta istri resmi pak Didu saat dia mendatangi Aurel di kantornya.


“Ibu ‘kan tidak bersalah, buat apa Ibu minta maaf? Saya yang seharusnya minta maaf, karena saya terpaksa mempidanakan suami Ibu,” balas Aurel.


Aurel serba salah. Ada keluarga terutama anak-anak yang kena imbas dari tindakan yang dia ambil. Tapi kasus seperti Didu juga tak bisa dibiarkan begitu saja.


“Walau saya miskin dan bodoh tapi saya tak ingin dibodohi bu. Saya sudah mengajukan gugatan cerai pada laki-laki itu,” jelas istri sah pak Didu.


“Saya tidak menyangka dia bisa tergoda perempuan lain saat saya berjuang mengurus anak-anaknya. Mungkin para lelaki berasumsi anak tak perlu dibimbing dan dididik dengan baik. Cukup dikasih makan aja,” keluhnya lagi.


“Ibu tahu, tuntutan kami pak Didu harus mengembalikan uang perusahaan 1M serta ganti rugi keterlambatan proyek 800 juta?” tanya Aurel pelan.


“Mengapa bisa sampai 1 M Bu?” tanya perempuan lugu didepan Aurel.


“Mungkin tak terlihat secara kasat mata. Namun pak Didu banyak beli tanah atas nama istri barunya Bu. Mereka menggunakan uang kantor untuk investasi, selain buat jalan-jalan dan berlibur. Jadi nanti semua aset yang pak Didu miliki akan kami sita, dikurangi aset, itu yang harus pak Didu dan istrinya bayar selain kurungan penjara,” jelas Aurel lebih rinci.


Rupanya walau sebentar Ifa pernah merasakan jadi nyonya karena bisa berlibur semaunya, belanja suka-suka dan bisa beli tanah sebagai infestasi masa depan.


“Sebagai sesama perempuan dan seorang ibu, saya memberikan Ibu tanda kasih saja ya. Bukan saya tidak menerima bila Ibu bekerja disini. Namun nanti siapa yang akan mengawasi anak-anak bila Ibu bekerja?” tanya Aurel dengan bijak.


“Saya sarankan Ibu membuka toko sembako, atau menerima pesanan makanan, atau terima jahitan, atau apa pun yang Ibu bisa. Saya berikan cuma-cuma sedikit modal awal bagi Ibu,” Aurel memberikan amplop pada istri sah Didu.


“Ini hanya tanda kasih dari saya sebagai sesama perempuan. Karena kalau dari kantor, pak Didu sudah tak akan mendapat satu rupiah pun. Malah dia harus membayar seperti yang saya katakan tadi. 1,8M.”


***


“Sudah sampai mana penyelidikan tentang dalang penyelewengan Didu?” tanya seseorang di ujung sana pada Reza.


“Sepertinya dalangnya sama Jendral. Karena istri siri Didu dan yang membayar para preman itu adalah kakak adik,” jawab Reza pelan tapi tegas. Sepertinya lelaki itu sedang bicara pada tokoh rahasia.


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta