
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI. JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Tie, coba lihat dari siapa? Aku enggak pesan apa pun,” Wina meminta Murti yang melihat isi paket itu.
‘Ha ha ha … so sweet,” Murti memberikan satu buah amplop kecil berwarna silver pada Wina.
‘Selamat makan siang ya sayankku. DSP’ Wina membaca tulisan tangan itu.
“Siapa DSP Ti?” tanya Wina bingung.
“Bukannya yang lebih dulu ngetik MOU tu mbak dari aku? Masa DSP enggak inget,” goda Murti.
“Ih, apa hubungannya ama MOU?” tanya Wina penasaran.
“Cek aja, nama pemimpin perusahaan yang namanya DSP,” sahut Murti. Dia lihat ada nasi goreng sea food dan me goreng ayam dari sebuah mie GM.
Wina penasaran, dia cari file MOU karena memang dia sedang memasukkan data di computer mejanya.
“Astagaaaaaaaa. Jadi DSP itu Dennis Surya Pranata?” tanya Wina.
“Ya iyalah, siapa lagi yang nyebut mbak Wina dengan kata sayankku?” goda Murti.
“Tapi Ti. Kenapa bisa ada amplop ini. Bukannya kalau kita pesan makanan via ojek online, enggak bisa ada amplop seperti ini?” tanya Wina.
“Kalau udah urusan cinta emang otak jadi agak lemot ya Mbak?” goda Murti lagi.
“Jadi pacarmu itu pesan makanan di bakmi GM untuk dia makan siang juga. Titik pertama adalah kantornya. Dia ambil yang dia pesan, lalu titik kedua dia kirim kesini ditambah dengan amplop itu. Masa gitu aja enggak kepikiran?” tanpa menunggu Wina, Murti membuka satu sterofoam uang berisi mie goreng.
“Ayo kita makan berdua aja. Yang nasi goreng nanti kalau masih kurang kenyang. Taapi kalau sudah kenyang ya bawa pulang saja,” jelas Murti.
“Eh Mbak, bilang terima kasih dulu,” saran Murti. Saat bersamaan ponsel Wina bergetar.
“Panjang umur kan?” goda Murti.
‘Jangan telat makan ya sayankku,’ demikian pesan yang belum Wina buka. Dia hanya baca melalui top up pesan saja.
Karena tak enak bila dianggap tak tahu terima kasih maka kali ini Wina menjawab pesan Dennis.
‘Terima kasih Pak. Mohon untuk selanjutnya tak perlu berbuat seperti ini,’ balas Wina.
‘Aku tahu kalian hanya berdua di kantor, dan kalian sedang super sibuk. Jadi aku sengaja kirim sebelum kalian keluar makan siang,’ balas Dennis cepat.
“Ti, siapa informan dia? Dia tahu kita hanya berdua dan kita sedang sibuk,” Wina malah bingung membaca pesan Dennis.
“Mungkin mas Yon atau pak Reza enggak sadar kalau dipancing dia. Bisa jadi dia awalnya tanya tentang Ibu, lalu merembet tanya soal kita, khususnya mbak Wina,” sahut Murti. Perempuan ini memang paling jitu kalau disuruh berpikir dengan logika.
“Ya wis lah, kita makan aja,” Wina pun malas memperpanjang soal itu. Dia segera ikut makan bersama Murti. Satu porsi mie goreng ayam itu cukup mengenyangkan mereka berdua.
***
“Love, minggu depan aku boleh pulang ke Tirur?” tanya Rajev.
“Mengapa aku harus melarangmu? Tapi boleh aku tahu ada urusan apa sehingga harus pulang kesana?” tanya Aurel.
“Ada pertemuan dengan empat rekanan. Aku ingin jadikan dua hari kerja saja disana, itu kalau kamu mengizinkan,” sahut Rajev. Lelaki tampan ini takut Aurel melahirkan saat dia jauh dari istrinya.
“Kehamilanku baru enam bulan, pergilah. Dua hari kerja dan dua hari perjalanan, jadi kau aku izinkan satu minggu,” jawab Aurel.
‘Terima kasih Love. Besok aku atur waktu pertemuan dulu. Tadi belum aku beri kepastian karena istri tercintaku belum memberiku izin,” Rajev tentu tak mau dia pergi tanpa izin istrinya.
‘Um’maaaaa …,” Darrel menyambut kedatangan Aurel dan Rajev. Tadi mereka memang pergi ke rumah sakit dulu. Lalu ke toko roti mengambil pesanan Aurel. Acara pengajian akan diadakan ba’da Maghrib. Jadi Aurel datang saat Ashar tidak terlambat.
‘Hallo bumil,” sapa Myrna pada adik sepupunya itu.
“Hallo Kak. Kehamilan ini aku engap Kak,” Aurel segera duduk sehabis mencium pipi Myrna.
“Karena isinya dua baby kali ya? Bukan karena kehamilan kedua. Karena waktu aku hamil Axel, aku malah lebih lincah daripada kehamilan Xella,” balas Myrna.
“Bisa jadi gitu. Aku sering bernapas pendek-pendek seperti habis lari jauh. Itu yang bikin Rajev taakut kalau aku jauh dari dia,” sahut Aurel.
“Itu aku bawa aneka kue, kamu yang atur ya,” Aurel menunjuk dus besar-besar yang Rajev turunkan dari mobilnya.
“Siap. Terima kasih ya,” sahut Myrna lalu memanggil dua asisten rumah tangganya untuk menerima dus kue yang Rajev turunkan.
“Lho, kenapa Eda ( panggilan untuk kakak perempuan dalam bahasa Medan ) digendong om Vino gitu?” tanya Aurel pada Xella yang berada dalam gendongan Vino yang masih pakai baju kerja.
“Aku enggak ngerti deh. Sejak A’im meninggal dia bilang Vino adalah papanya. Dan dia bisa demam bila Vino enggak segera datang saat dia minta ketemu. Itu Vino kepaksa datang siang saat lagi pimpin rapat Xella nelepon minta dia datang,” jelas Myrna.
Aurel bingung. Karena sejak Myrna menikah dia sudah tidak tinggal di rumah Radit. Artinya Vino dan Xella tidak berdekatan. Vino, Radit dan Myrna memang bersahabat dekat karena rumah mereka hanya selisih dua rumah sejak mereka masih SD.
Tapi kalau Vino dan Xella kan jarang bertemu. Ada apa? Apa Xella seperti Aira yang membutuhkan Rajev sebagai pengganti Radit?
“Turun sayang, Eda sudah besar lho,” Aurel menegur keponakannya.
“Ini bukan om Vino. Ini papa Vino. Papanya Eda sama Abang Axel,” sahut Xella.
“Oh iya, mama Aurel lupa. Papa Vino ya sayang? Tapi kan Eda udah besar. Masa digendong?” tanya Aurel.
“Xella tadi lihat anaknya uni Bah digendong ayahnya. Lalu dia nangis dan minta dipanggilkan Vino,” bisik bu Tarida yang mendekat ke Aurel.
“Sama ama kakak ya Bu. Sampai dibully disekolah karena enggak punya papa,”Aurel ingat saat Aira menangis minta diantar ke sekolah oleh Rajev.
“Papaaaaaaaaa,” sekarang Axel pun minta gendong Vino. Padahal saat ada Baim mereka tak pernah rebutan seperti ini.
“Papa gendong kalian berdua, tapi habis itu Papa duduk ya. Kalau berdiri terus Papa cape lalu pingsan, nanti kalian berdua jatuh,” Vino mengangkat Axel dengan tangan kirinya dan Xella ditangan kanannya.
Dan kedua anak Myrna pun menurut pada keputusan papa mereka.
“Itu ada kue enak, kita makan kue yok,” ajak Vino melihat kue yang baru Myrna letakkan di meja.
Rajev mengambil piring berisi kue dan menyodorkan pada Vino yang kesulitan hendak mengambil kue dengan dua anak dipangkuannya.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL UNCOMPLETED STORY YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL UNCOMPLETED STORY ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta