
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Hari ini Aurel fitting baju bersama ibu dan ayah serta Bagas di rumah, empat hari sebelum pernikahannya. Kakek hanya diperkirakan saja, karena tak bisa datang hari ini. Sehabis dari rumah Aurel, orang WO akan menemui keluarga Rajev di hotel untuk fitting di sana. Kemarin Aurel sudah mencoba baju India yang akan digunakannya saat ijab nanti.
Aurel masih tak percaya dia akan menikah kembali. Jangan ragukan kesetiaannya pada Radit. Radit tetap ada di dalam hatinya, tapi hidup harus terus berjalan. Dan dia tidak selingkuh atau meninggalkan Radit.
Salah satu pertimbangan dia menikah dengan Rajev adalah membahagiakan anak-anak Radit karena mereka butuh figur ayah. Ibu Tarida saja yang ibu kandungnya Radit mendorong dia untuk bisa segera menata hidup, mengapa dia harus terus menangisi kepergian Radit yang tak akan mungkin kembali?
H-2
Sejak pagi rumah keluarga Sebayang sudah mulai ramai. Tukang untuk memasang tenda sudah datang karena memang Bagas meminta siang hari sudah siap rapih terpasang. Akad nikah dan pesta memang bukan diadakan di rumah ini. Tetapi nanti malam akan ada pengajian bapak-bapak dan ibu- ibu secara berbarengan. Walau pengajian bukan dilakukan di bawah tenda, tetap saja sebagai antisipasi tetap ada tenda yang dipasang di depan rumah.
Para bapak duduk di karpet yang sengaja di gelar di bagian teras dan garasi, sedang para ibu duduk di karpet bagian dalam ruang tamu dan ruang tengah.
Ayah dan Kakek yang menjadi tuan rumah pengajian malam ini. Seperti biasa semua makanan disiapkan oleh cattering sedang kue dari toko milik Aurel sendiri.
Semua memohon agar pernikahan Aurel dan Rajev selalu bahagia dan tak ada gangguan bencana mau pun orang ke tiga.
Bagi keluarga Sebayang, sosok Aurel adalah bagian dari keluarga besar mereka. Seperti bu Tarida yang sudah menganggap Aurel adalah putrinya, bukan menantunya, demikian pula keluarga besar Sebayang.
Pukul sepuluh malam, pengajian telah usai sejak tadi. Team bersih-bersih segera melakukan tugasnya karena esok pagi akan dimulai ritual lain. Semua harus siap tanpa hambatan.
“Pak Ujang, tolong kopi dan rokok buat semua yang kerja jangan sampai kurang ya,” Bagas sebagai komandan di rumah itu selalu mengawasi semua hal. Dia tak ingin nama ibu dan kakek rusak karena ada kekurangan dalam melayani pekerja.
H-1
Kesibukan di rumah keluarga Sebayang semakin terlihat karena siang nanti akan di adakan acara siraman bagi calon pengantin perempuan.
Pagi ini semua keluarga yang menginap sibuk sarapan sendiri-sendiri. Maksudnya tidak bersamaan seperti biasa. Siapa yang mau makan silakan. Makanan sudah tersedia di meja. Semua bisa langsung mengambilnya. Tentu saja karena banyak orang, maka banyak yang makan bersamaan waktunya.
“Mbak Yun dan Mbak Nah tugas utama perhatikan anak-anak ya. Urusan lain kalau ade-ade lebih perlu diurus, ya nomor duakan urusan lainnya. Nomor satu tetap anak-anak.” Aurel selalu mengingatkan dua pengasuh anaknya. Dia tak ingin anak-anak terlupakan.
***
Siraman mengandung arti membersihkan diri agar menjadi suci lahir batin. Prosesi yang berasal dari kata siram ini dilaksanakan satu hari sebelum pernikahan. Memandikan calon pengantin wanita ini dilakukan oleh orangtua dan para pinisepuh yang dianggap berhasil dalam pernikahan. Maksudnya agar pasangan pengantin mendapatkan berkah kebahagian dalam kehidupan pernikahan yang langgeng, seperti halnya orangtua dan pinisepuh. Pada dasarnyanya jumlah penyiram tidak dibatasi asalkan ganjil. Namun agar calon pengantin tidak kedinginan, orang yang melakukan siraman dibatasi tujuh sampai sembilan orang.
Upacara ini biasa dilangsungkan untuk melepas status lajang seorang wanita, sehingga perlu dilakukan penyucian diri sebelum menempuh jenjang pernikahan.
Pada saat upacara adat ini dilangsungkan, seorang wanita calon mempelai pengantin akan mengenakan pakaian adat Yogyakarta yang bernama baju basahan. Pakaian basahan terdiri dari kain batik khas Yogyakarta yang hanya menutup dada, kemben, dan stagen.
Biasanya bukan hanya calon pengantin wanita, calon pengantin pria pun mengadakan prosesi siraman di kediamannya. Biasanya akan ada utusan dari pihak keluarga calon pengantin wanita yang membawakan air siraman; banyu perwitasari untuk dicampur ke dalam air siraman calon pengantin pria. Tapi keluarga Wicaksono tidak meminta keluarga Kumar untuk melakukannya.
Aurel terharu merasakan cinta kasih dari seluruh keluarga besarnya. Selesai ritual adat siraman Aurel segera minum jahe panas agar tidak demam. Dia pun berupaya untuk tidur siang agar tidak sakit saat acara pernikahannya esok pagi.
Rajev dan keluarga melihat acara siraman yang memang dikirim live oleh petugas dokumentasi ke hotel tempat keluarga Rajev berkumpul.
***
Malamnya keluarga Wicaksono melakukan ritual acara MIDODARENI. Berasal dari kata widodari atau bidadari. Prosesi ini merupakan laku prihatin calon mempelai wanita dalam menghadapi pernikahannya esok pagi. Calon pengantin wanita hanya duduk tenang di kamar ditemani ibu dan kerabat dekat yang semuanya wanita, hingga tengah malam. Itu sebabnya malam ini Aurel tidak bisa menginap di hotel tempat ijab kabul akan dilaksanankan esok hari.
Midodareni juga dikaitkan dengan legenda Dewi Nawang Wulan, bidadari khayangan yang yang berjanji turun ke bumi mengunjungi putrinya, malam sebelum melangsungkan pernikahan. Sang Dewi ingin memberikan restu untuk putrinya, serta menganugrahkan kecantikan hingga calon pengantin wanita terlihat berbeda dari biasanya.
***
Sehabis sholat Subuh Aurel langsung berangkat ke hotel di temani seorang budenya. Yang lain bisa agak santai berangkat agak siang. Aurel harus pagi sekali karena dia akan di rias mulai jam tujuh pagi ini. Aurel sarapan di kamar hotel yang akan di jadikan ruang rias baginya. Sesudah sarapan dia mulai dirias. Saat itulah calon kakak iparnya masuk ke ruangan itu.
“Assalamu’alaykum adik ipar, apa kamu sudah sarapan?” tanya kak Amishaa lembut.
“Wa’alaykum salam Kak, aku sudah sarapan. Apa Kakak sudah?” tanya Aurel sambil menerima kecupan di pipi dari calon kakak iparnya itu.
“Ini Kakak ingin menuju ruang makan hotel, tapi sengaja belok ke kamarmu lebih dulu. Aku ingin melihatmu. Juga aku ingin berpesan pada para periasmu agar membuatmu semakin cantik,” kak Amishaa kemudian bercakap-cakap dengan para perias dengan bahasa Malayalam. Karena perias memang di bawa khusus dari India.
“Kakak tinggal dulu ya, calon suamimu sudah cerewet memanggil Kakak, Kakak tahu pasti dia ingin bicara denganmu, tapi Kakak tak akan biarkan itu terjadi he he he,” kak Amishaa sengaja tidak membiarkan Rajev bicara dengan Aurel sebelum mereka bertemu di depan penghulu nanti. Biar Rajev merasakan apa yang dulu dia dan Vijay rasakan.
\================================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : TIE TIK, DENGAN JUDUL NOVEL SOSIALITA YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta