BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
LAMARAN



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Pertama-tama mari kita panjatkan syukur karena kita dapat bertemu dalam keadaan sehat” demikian Bagas terus memberikan beberapa kata lagi lalu dia memperkenalkan beberapa sesepuh yang hadir pada pihak tamu.


Selesai sambutan dari Bagas, MC pun memberi kesempatan keluarga Rajev untuk menjawab sambutan Bagas tersebut


Vijay yang kebagian tugas menjawab sambutan berbicara dari pihak laki-laki menjawab dengan sopan dan lembut, bahasanya sangat baik dan teratur.


Setelah kedua belah pihak saling berbalas kata, MC berbicara “Marilah kita masuk ke inti pertemuan kali ini yaitu acara lamaran dari pihak Mr Rajev Aakaanksha Kumar kepada Aurelia Putri Wicaksono. Saatnya kita panggilkan bintang utama kali ini :  Aurelia Putri Wicaksono!


Lalu terdengar alunan  lagu Marry Your Daughter dari Brian McKnight **. yang sengaja dosetel dengan volume pelan. Hanya sebagi pengiring langkah Aurel saja


I'm gonna marry your princess


And make her my queen


She'll be the most beautiful bride that I've ever seen


Degub jantung Rajev makin tak menentu menanti kekasih hatinya turun. dia sungguh tak percaya hari ini terjadi juga. hari yang dia dan Aurel sangat nantikan.


I can't wait to smile


As she walks down the aisle


On the arm of her father


On the day that I marry your daughter


Dari atas tangga terlihat Aurel turun perlahan menggunakan dress batik kembar dengan kedua anaknya dan Rajev, diiringi lagu manis tersebut.


Rajev maju kearah tangga dan menunggunya dibawah. Dia terpana dengan pengaturan lagu yang memang pernah dia ceritakan ke Aurel kalau dia ingin saat lamarannya ada lagu ini.


‘Kamu selalu penuh kejutan Love, kamu bahkan ingat angan-anganku ingin lagu ini menjadi kata-kata yang aku ucapkan ke ayahmu’ batin Rajev sambil mengikuti langkah kaki kekasihnya untuk sampai kesisinya dan berjalan bergandengan ketengah keluarga


“Thanks untuk lagunya” bisik Rajev ketika Aurel sampai disisinya dan dia memberikan lengannya untuk dipegang Aurel


Aurel hanya tersenyum manis tanpa menjawab. Sesungguhnya walau ini lamaran keduanya, tentu tentu nuansanya berbeda saat dia dilamar Radit dulu


Setelah Aurel duduk, maka pak Chander Kumar mengajukan lamaran atas nama anaknya kepada pak Wicak ayah Aurel. Seperti umumnya orang tua moderat, maka pak Wicak tidak langsung menerima lamaran yang diajukan oleh keluarga Rajev


“Saya sebagai ayah dari Aurelia, dengan senang hati menerima lamaran yang bapak Chander Kumar katakan. Namun kita harus ingat, yang akan menikah adalah nak Rajev dan Aurel. Maka sebaiknya yang melakukan permintaan adalah Rajev kepada Aurel” balas pak Wicak dengan bijaksana. Bukan tak menghormati permintaan pak Chander, tapi dia memang ingin Rajev lah yang meminta Aurel secara langsung.


Rajev tentu bingung karena dia tak siap menyampaikan kata-kata lamaran pada Aurel di forum seperti ini. Aurel mengerti ketidak siapan Rajev, dia melempar senyum pada kekasihnya agar membuat laki-laki tampan itu tenang dan percaya diri.


“Assalamu’alaykum saya sampaikan. Sebenarnya saya tidak tahu kalau saya harus mengajukan lamaran terbuka di depan semua yang hadir. Secara personal tentu saya sudah meminta Aurel menjadi pendamping saya dan mengisi kekosongan di jiwa saya. Oleh sebab itu saya berani meminta kedua orang tua saya untuk hadir disini. Namun baiklah saya akan mengulangnya,” Rajev membuka kata-katanya dengan sangat terbata


Aurel pun harus menjawab lamaran yang Rajev tujukan padanya. Dia menarik napas panjang dan tersenyum “Kak Rajev, anda tahu saya bukan seorang gadis bebas, anda tahu saya ibu dua orang anak tapi anda tetap dengan kesadaran mau menerima kondisi saya. Saya hanya yakin, tanpa adanya gelap, kehadiran cahaya tak akan pernah terlihat. Dengan kesadaran hati, saya terima permintaan anda untuk berjalan bersisian merajut bahagia”


“Alhamdulillaaaaaaaaaaaaah” seru mayoritas yang hadir disana


Akhirnya tanpa tukar cincin mereka men sah kan bahwa Rajev adalah calon suami Aurel, dan pernikahan akan diadakan paling cepat empat atau lima bulan lagi. Tentu keluarga Kumar ingin pernikahan pasangan ini di Indonesia tetap akan dibuat cukup mewah. Dan mereka juga akan mengadakan acara syukuran d Tirur setelah acara di Jakarta.


Mungkin kalau istilah Jawa acara ngunduh mantu. Jadi acara syukuran di rumah keluarga pengantin lelaki. Dan Aurel mau pun keluarga tak bisa menolaknya.


Acara dilanjut dengan makan bersama dan ramah tamah. “Love, kak Amishaa meminta kita belikan baju batik couple untuk keluarganya” kata Rajev saat melihat Amishaa sedang berbincang dengan Aurel.


“Iya, aku suka sekali gaya berpakaian kalian” celetuk Amishaa.


“Baik Kak, nanti aku akan ukur badan Bahiyaa dan Zayn dengan jengkalku. Biasanya untuk anak-anak aku beli dengan ukuran yang lebih besar, agar bisa dipakai lebih lama, mengingat mereka diusia pertumbuhan” jawab Aurel tak keberatan.


“Bulan depan aku akan ke Jogja, serah terima proyekku, aku akan belikan Kakak banyak motiv dan warna” janji Aurel. Kalau pun tidak ke Jogja, di Jakarta sini juga banyak toko batik asli Jogja dengan mutu terbaik.


“Love, kamu koq belum cerita tentang kepergianmu ke Jogja?” Rajev tentu kaget mendengar Aurel akan berangkat ke Jogja lagi.


“Aku baru tahu kemarin sore, dan kita belum ketemu kan sejak kemarin?” Aurel mengerti kalau Rajev tak suka bila dia tak tau kegiatan Aurel. Di usapnya pipi Rajev lembut, mengisyaratkan permohonan maaf. Rajev mengambil tangan Aurel dari pipinya dan mengecupnya


***


Esoknya Rajev dan Aurel membawa kedua anak mereka untuk pergi dengan kak Amishaa dan kak Vijay serta kedua anaknya. Mereka sepakat tak membawa asisten atau baby sitter. Rajev yang awalnya ingin pergi hanya berempat akhirnya mengalah dengan argumen Aurel yang meminta mereka pergi dengan keluarga kak Amishaa, mengingat besok mereka akan kembali ke India. Sedang kalau hanya pergi berempat, kapan waktu pun mereka bisa. Begitu alasan Aurel.


Mulai pagi tadi Rajev sering mengajarkan Aira memanggil Aurel dengan sebutan Umma, bukan mama. Aurel tidak protes, dia membiarkan saja. Bukan tak mencintai Radit lagi, tapi live must go on. Dia harus menatap kedepan. Toh sejak awal Rajev maupun Aurel tak pernah menyembunyikan Radit dari kedua anaknya.


“Uppa aku ingin ice cream,” pinta Aira pada Rajev.


“Tanya Umma, apa Kakak masih boleh beli ice cream,” jawab Rajev bijaksana.


“Mama aku ingin ice cream,” pinta Aira pada Aurel yang sedang mencuci tangan Darrel.


“Umma sayang, panggilnya UMMA,” pinta Rajev.


\=================================================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta