
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA
FLASH BACK ON
Radit sedang menemani Aurel di apotek menunggu vitamin dari dokter kandungan yang baru mereka kunjungi. Mereka baru melihat jenis kelamin calon anak mereka yang selama ini selalu gagal mereka lihat karena posisi calon anak mereka selalu sulit untuk melihatnya. “Mulai besok kita bisa mulai mendesign kamar jagoan kita ya Mam,” Radit senang karena akan punya jagoan setelah anak pertama mereka perempuan. Bagi Radit dan Aurel, Aira tetap anak pertama mereka. Tak pernah mereka menyangkal posisi anak sulung untuk Aira.
“Enggak usah terlalu berlebih Pap, barang-barang kak Aira kan masih ada,” cegah Aurel. Selalu saja walau tak kekurangan, Aurel tak ingin boros.
“Yang ada apanya? Lagian kalau pun masih ada kan warna serta gambar milik kakak kan buat perempuan, sedang dedek laki-laki. Masa mau pakai warna pink sih,” bantah Radit. Tentu dia ingin yang terbaik untuk Sebayang muda. The next Sebayang yang akan hadir.
“Ha ha haaa terserah Papap lah. Mama enggak bisa nolak kalau begitu,” mereka mengambil obat yang sudah siap lalu berjalan pelan menuju mobil.
“Mulai usia kehamilan tujuh bulan nanti Mama enggak boleh kerja kantor dan kunjungi toko ya. Biar urusan kantor Papap yang handle lagi dan toko kue biar diawasi ibu sesekali, tapi tetap staff datang ke rumah untuk konsultasi dan laporan rutin ke Mama,” Radit mulai mendoktrin keputusannya. Dia mulai mengantisipasi Aurel terlalu kelelahaan menjelang kelahiran putra mereka.
“Tapi Pap, setidaknya satu minggu sekali bolehlah Mama ke kantor atau ke toko,” rengek Aurel. Dia bisa membayangkan kebosanannya hanya didalam rumah saja tanpa berkegiatan keluar rumah.
“Mama enggak boleh keluar kemana pun tanpa Papap. Ke kantor boleh dua minggu sekali, demikian juga ke toko. Di luar urusan itu Mama boleh pergi dengan ibu atau di rumah aja.”
FLASH BACK OFF
Radit mulai menjalankan tugas sebagai pimpinan kantor lagi, dia bekerja tiga hari seminggu dari lima hari kerja. Bila harus keluar kantor maka Reza akan selalu menemani dan membantunya. Sedang Wina jaga gawang.
Radit tidak pernah bicara berdua saja dengan Wina atau karyawan wanita lain. Itu memang prinsip kerjanya sejak dia memimpin perusahaan ini. Bukan karena dia sudah menikah dengan Aurel.
“Mam. Papap koq suka minder kalau harus ketemu client baru diluar kantor,” keluh Radit saat mereka melakukan pillow talk malam ini.
“Kenapa Papap minder. Kan kemampuan Papap memimpin dan bernegosiasi enggak berkurang?” Aurel yang sudah mengantuk merespon obrolan suaminya dengan mata setengah terpejam.
“Papap kadang melihat tatapan enggak percaya dari client yang baru bertemu. Seakan mereka memandang rendah kondisi Papap saat ini,” suara Radit masih bernada mengeluh, sehingga membuat Aurel membuka matanya dan memandang wajah lelah suaminya.
“Enggak ada undang-undang yang melarang orang cacat jadi CEO. Apalagi Papap bukan cacat. Papap hanya belum pulih, jadi enggak usah gubris pandangan meremehkan mereka. Buat pandangan merendahkan mereka menjadi pemacu semangat Papap untuk membuktikan kalau Papap is the best!” Aurel langsung keqi mendengar suaminya di pandang rendah. Padahal mungkin itu hanya asumsi Radit saja. Tapi tetap saja Aurel tak suka.
Radit berupaya membuktikan ucapan Aurel. Dia mencoba bangkit dan memompa semangatnya. Dan sugesti istrinya memang yang terbaik. Dia banyak menarik rekan kerja sama saat kondisinya belum kembali pulih.
Saat ini dia mulai bisa berjalan beberapa langkah tanpa kruk. Atau selebihnya dia berjalan agak jauh dengan cara merambat memegang meja atau dinding dan benda lain untuk membantunya bertumpu.
Hari ini Radit sedang memimpin rapat staff marketing dan staff keuangan di kantornya. Dia melupakan ponselnya sedang di charge di ruangannya.
“Kenapa Win?” tanya Radit, dia kaget Wina menghampirinya tergesa-gesa. Tak biasanya asisiten Aurel berani seperti ini.
“Bu Aurel sudah dibawa ke rumah sakit karena hendak melahirkan. Sejak tadi ponsel Bapak dihubungi tidak diangkat,” bisik Wina hati-hati. Dia tak ingin disalahkan oleh Radit.
Perempuan ini tidak ragu karena masalah yang terjadi saat ini sangat perlu diketahui Raditya Putra Sebayang. Malah bila info ini dia tunda, dia bisa kena masalah besar.
“Reza tolong lanjutkan atau bubarkan rapat!” perintah Radit pada sekretarisnya lalu dia mengambil kruknya agar bisa berjalan lebih cepat. Dia bergegas menuju ruangannya untuk mengambil handphonenya. Dia langsung menelepon sopirnya dan meminta sopirnya untuk standby di lobby.
***
“Sakiiiiiiiiiiit Bang,” rengek Aurel. Barusan dokter bilang bayinya masih agak lama keluar karena baru pembukaan lima. Proses yang harus Aurel jalani masih panjang.
“Iya sayang, sabar ya. Kan barusan dokter bilang belum waktunya Dedek keluar. Jangan buang energi. Sekarang makan dulu ya,” bujuk Radit sabar. Radit sengaja meminta Aurel makan agar istrinya tidak kekurangan energi.
Disuapinya istrinya. Sejak pagi Aurel belum makan, demikian laporan orang dirumah yang Radit dengar. Nasi uduk dengan lauk ayam bakar yang dibelikan oleh ibu, dia suapi perlahan. Diseling ringis kesakitan dari mulut Aurel yang jarang mengeluh. Diluar Bagas, ayah Wicak, ibu Tarida serta Vino menunggu dengan sabar.
Yang membawa Aurel ke rumah sakit adalah Bagas saat kebetulan datang menengok mbaknya. Vino ada disini karena ketemu diparkiran rumah sakit. Vino sedang menengok teman kerjanya yang sakit saat Aurel baru saja tiba.
Malamnya jagoan Radit lahir setelah Aurel berjuang didampingi Radit yang tak pernah bergeser dari sisinya. Perjuangan Radit dan Aurel bercocok tanam akhirnya tiba kemasa panen!
DARREL SETYA SEBAYANG demikian nama yang Radit berikan pada putranya. Menurutnya Darrel adalah gabungan dari namanya dengan nama sang istri. Radit sangat bahagia atas kelahiran penerus Sebayang. Jadi bukan hanya Aira saja yang gabungan Radit dan Aurel. Darrel pun singkatan nama mereka berdua. Sebagai wujud rasa cinta mereka.
Rajev langsung memberi ucapan selamat pada Radit saat tahu Aurel sudah melahirkan putra mereka. Memang sekarang yang bertukar cerita adalah Rajev dengan Radit. Bukan Rajev dengan Aurel lagi.
Sejak perkenalan di rumah sakit ketika Radit sakit dulu, Aurel menarik diri dari interaksi dengan Rajev. Dia pikir tak patut seorang perempuan bersuami ngobrol dengan lelaki lain. Terlebih lelaki itu pernah punya hubungan special dengannya.
Tentu saja kelahiran Darrel juga sangat membahagiakan bagi kakek Ikhlas Sebayang. Tiga hari sesudah kelahiran Darrel, semua harta kakek yang masih atas namanya langsung berganti atas nama Darrel. Pergantian itu resmi melalui kuasa hukum kakek, dan di sebutkan selama Darrel belum dewasa semua aset dibawah pengawasan firma hukum.
===========================================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta