
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Rajev memang minta dibuatkan ruang istirahat bagi Aurel, persiapan bila istrinya hamil nanti.
“Ada perlu apa Pak?” tanya Murti. Dibanding Wina, Murti lebih sering menemani Aurel bila kunjungan lapangan. Karena Murti bisa bela diri.
“Kita ada hot gosip. Barusan polisi menghubungi saya. Bisa ketemu big boss enggak?” tanya Reza.
“Saya lapor dulu ya Pak,” walau yang datang Reza, tetap saja sekarang Wina atau Murti wajib tanya ke Aurel dulu, boleh masuk atau tidak.
“Selamat siang Bu. Ada pak Reza ingin menghadap,” lapor Wina.
“Ada apa ya Win? Suruh masuk aja. Sekalian dengan Murti. Kita makan siang bareng. Udah lama kita enggak makan bareng kan?” Aurel mengizinkan Reza masuk.
“Mau pesan apa Bu? Atau mau keluar?” tanya Wina.
“Pesan aja lah di rumah makan Bali. Saya minta ayam betutu dan kangkung plecing. Kalian terserah. Minumnya lemon tea sedikit es.” Aurel minta mereka pesan makanan secara online saja agar tak membuang waktu untuk bertukar pikiran.
“Kalian mau pesan makan siang apa? Ibu minta pesan makanan di rumah makan Bali. Habis aku pesan makanan kita bertiga masuk ruangan ibu,” Wina memberitahu menu makan siang yang akan dipesan. Maka mereka segera memesan makanan dan memberitahu satpam untuk mengantar makanan ke ruang bu CEO.
***
“Jadi bagaimana mas Reza. Ada berita apa dari kantor polisi?” tanya Aurel penasaran
“Didu ingin memberi beberapa keterangan Bu,” Reza memberitahu polisi menghubunginya atas permintaan Didu.
“Keterangan apa dan mengapa dia tetiba ingin memberi keterangan Mas?” tentu Aurel terkejut bila Didu yang selama ini tak mau membuka suara sekarang setelah hampir satu tahun didalam penjara baru mau buka suara.
“Mungkin karena dia kecewa terhadap Eko dan Ifa istrinya Bu,” Reza memberi gambaran kemungkinan yang ada dalam pemikirannya.
“Saya makin enggak mengerti. Mbak Wina dan mbak Murti sudah tahu cerita ini?” tanya Aurel.
“Belum Bu. Kan pak Reza baru dapat teleponnya barusan,” Sahut Wina dan Murti hampir bersamaan.
“Ayok mas Reza, lagi lapar begini jangan tambah kami tersiksa,” Aurel meminta Reza segera memberitahu alasan Didu.
“Istri siri Didu baru melahirkan dan Didu berang Bu. Itu sebabnya dia akan bocorkan semua yang dia dengar mengenai Binsar, Yulia dan Eko serta Meylan.
“Udah Pak, jangan berbelit. Kenapa Didu malah ngamuk saat istrinya melahirkan?” tanya Wina.
“Kamu lupa Win kalau Didu sudah sebelas bulan berada di dalam bui? Mana mungkin dia bisa hamili istrinya?” Murti langsung bisa menangkap cerita Reza.
“Ya ampuuuun, serius saya enggak kepikiran sampai sana mbak Murti,” Aurel pun baru sadar hal itu.
“Ifa melahirkan anak Eko Bu. Dan Eko sangat senang karena Wiwin tak bisa memberinya anak padahal sudah menikah delapan tahun,” Reza memberitahu.
“Jadi selama ini uang yang diambil Eko tidak seluruhnya jatuh ke Wiwin. Tapi lebih banyak yang ke Ifa.” Reza menambah keterangan yang dia miliki.
“Astagfirullaaaah. Manusia pada keblinger ya? Pada gampang banget berzina sana sini tanpa mengingat dosa,” Aurel ingat dulu Ifa mudah menyerahkan diri pada Didu sebelum mereka menikah. Lalu saat masih menikah dengan Didu dia membuat anak dengan Eko.
Yulia juga seperti itu. Aira ada tanpa pernikahan. Lalu dia hidup bersama dengan Binsar sebelum akhirnya menikah siri.
“Dan ternyata Meylan adalah istri simpanan pak Wisnu Bu,” jelas Reza.
Aurel langsung berniat mengunjungi sang kakek melaporkan sepak terjang Binsar yang terus menyusup. Dia menjadwalkan lusa habis salat Jumat berangkat ke Cisarua dan menginap di rumah kakek bersama bu Tarida, anak-anak serta mbak Yuni dan mbak Nah. Agar saat dia diskusi dengan kakek, anak-anak ada yang mengawasi.
‘Siap-siap pakaian anak-anak dan pakaian Mbak ya. Jumat siang kita nginap di rumah Kakek uyut di Cisarua,’ Aurel langsung mengirim pesan pada mbak Nah dan mbak Yuni.
‘Honey, ada hal urgent. Aku harus laporan pada Kakek. Rencananya hari Jumat siang aku dan anak-anak mau berangkat untuk menginap di Cisarua,” Aurel sengaja tidak mengajak Rajev atau meminta izin. Dia hanya memberitahu.
Aurel sangat suka kalau Rajev ngambeg. Dan perkiraan Aurel terbukti. Rajev hanya membaca pesan tanpa meresponnya.
Team Aurel makan siang bersama ketika pesanan mereka datang. Hari ini pernikahan Aurel dan Rajev sudah tiga bulan, artinya Aurel sudah tidak lagi dalam perlindungan anti hamil. Aurel dan Rajev sejak bulan lalu pindah ke istana milik mereka. Dan rumah milik kakek dijual. Pembelinya adalah Mirna. Dia ingin hidup mandiri berpisah dengan kedua orang tuanya. Dan hasil penjualan dibagi rata untuk semua cucu akhirnya Mirna kembali dapat sedikit uang dari yang dia bayarkan.
Bu Tarida mulai bekerja, hanya tidak full seperti dulu dan selalu diantar sopir. Kalau di rumah dia akan semakin tidak baik pikirannya. Jadi Aurel memutuskan membolehkan ibu mertuanya terus berkarya.
***
“Umma, apa benar kita mau menginap di rumah Uyut?” baru saja turun dari mobil Aira langsung menyerbu Aurel dengan pertanyaannya. Dia melihat pengasuhnya dan pengasuh Darrel menyiapkan baju di koper kecil.
“Iya sayang. Tapi hari Jumat sesudah kamu pulang sekolah. Bukan hari ini atau besok,” jawab Aurel.
“Lusa?” Aira memastikan.
“Yes right,” balas Aurel capat. Dia segera menggandeng putrinya untuk masuk kedalam rumah.
Aurel bergegas masuk kamarnyaa, dia mandi lalu melaksanakan salat Ashar. Baru dia keluar untuk bicara pada bu Tarida.
“Enak Bu?” tanya Aurel melihat mertuanya sedang makan salad buah.
“Sepertinya perbandingan thousand island dan mayonaisenya kurang pas. Dan cream kejunya kurang banyak,” sahut bu Tarida yang sangat menyukai chess cream.
“Bu ambilkan thousand island dan chess cream biar ibu menambahi sesuai seleranya,” Aurel menyuruh bi Siti yang kebetulan dekat dengan mereka.
“Bu, Aku mau menginap di Cisarua besok Jumat siang sepulang Aira sekolah. Ibu ikut ya?” pinta Aurel.
“Kalian semua pergi?” tanya Tarida. Membayangkan rumah akan sepi karena anak dan menantu serta cucu-cucunya akan pergi menginap di Cisarua.
“Iya Bu,” sahut Aurel.
“Kalau kalian pergi, ya Ibu ikutlah,” bu Tarida pun setuju ikut menginap.
“Baik, Jumat malam kita bakar-bakar ikan ya Bu, bawa ikan yang sudah diberssihkan dan direndam bumbu. Nanti disana kita tinggal bakar serta bikin sambal,” Aurel sangat senang akan berkumpul keluarga besar. Dia pun mengajak Bagas dan Ayahnya untuk ikut ke Cisarua.
\===============================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : MELISA, DENGAN JUDUL NOVEL ANNISA ISTRI KECILKU YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta