
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Maksud saya jelas, anak saya adalah istri sah Radit, sehingga saya adalah mertuanya Radit,” Galih berkata dengan bangga.
“Sampai sini dulu, anda barusan bilang anak anda istri sah Radit, saya minta berikan bukti dulu baru kita putuskan pembicaraan kita bisa terus atau stop. Bila anda tak punya bukti maka pembicaraan kita stop sampai sini,” Wina segera memotong kalimat Galih di pokok bahasan itu.
“Saya tidak membawanya,” jawab Galih cepat. Lelaki ini tak mengira akan membuat kesalahan di awal pembicaraan. Karena sejak dulu mereka tak pernah punya copy surat nikah Yulia dan Radit. Bahkan melihat buku nikahnya saja belum pernah.
“Kalau begitu sekarang Bapak dan rombongan segera pulang. Bapak boleh kembali bila bisa membuktikan kalau yang Bapak katakan adalah benar dengan bukti yang kuat,” Wina segera berdiri hendak meninggalkan lobby.
“Kamu jangan sombong, anak yang kamu asuh adalah cucu saya, anak Radit dan Yulia,” pekik pak Galih. Dari kata-katanya jelas dia tidak tahu mana yang istri Radit. Dia mengira Aurel adalah bawahan Wina. Ini memang skenario Aurel. Untungnya Wina tahu sedikit masalah Yulia sehingga dia tak salah ucap.
“Saya punya bukti kalau anak yang Yulia serahkan pada Radit adalah 100% bukan anak Radit. Kalau Bapak bersikeras anak itu anak Radit, saya juga minta Bapak bawakan buktinya. Karena di pengadilan sudah terbukti, photo-photo tidur bersama adalah jebakan Yulia dan Binsar,” Wina tak mau kalah gertak.
Galih tentu tahu hal ini, dia pernah mendengar ketika Yulia bicara dengan Binsar masalah anak Yulia itu.
“Perempuan sombong, kamu hanya istri kedua,” bentak perempuan yang tadi di perkenalkan sebagai ibunya Latifa atau adik ipar Galih.
“Asal kamu tahu, saya saksi pernikahan Radit dan Yulia, saya hadir saat itu,” timpal perempuan yang disebut ibunya Meylan, dia adalah adik kandung Galih.
“Ibu, bisa buktikan saya adalah istri ke dua dari Radit? Kalau tidak bisa membuktikan, saya akan ajukan Ibu dengan tuduhan pencemaran nama baik,” balas Wina tenang. Perempuan ini sangat bisa mengatur intonasi kata-kata yang keluar dari bibir ranumnya. Ha ha ha, Wina malah bukan istri Radit ‘kan?
“Dan Ibu, apa ada bukti kalau saat itu terjadi pernikahan antara Yulia dan Radit? Ada photo? Ada copy buku nikah?” tantang Wina pada ibu Meylan.
“Sebaiknya kalian segera pergi dan bawa semua bukti bila masih ingin kita bertemu lagi. Dan saya beritahu, semua yang tadi kalian ucapkan sudah direkam, identitas kalian sudah di-copy dan yang duduk di kursi itu adalah pengacara kami. Silakan tunggu panggilan polisi karena kalian semua melakukan kebohongan publik,” Wina berdiri diikuti oleh Aurel.
“Bangsat kamu!” pekik ibu Meylan dan dia berupaya menyerang Wina. Aurel yang berjalan di belakang Wina tentu tak membiarkan perempuan itu melukai Wina. Dia memegang tangan ibunya Meylan dan membanting perempuan itu tanpa ampun.
Aurel memang berniat menghancurkan keluarga Yulia. Dan saat ini ada kesempatan. Tentu dia tak akan bisa diadukan melakukan kekerasan, karena yang dia lakukan adalah membalas serangan, bukan mendahului.
Ibu Meylan jatuh terbanting keras ke lantai dilihat banyak orang, termasuk Rajev yang baru datang langsung dari bandara. Galih kaget melihat adiknya terbaring tak berdaya.
“Saya peringatkan, kalau kalian tidak terima perlakuan saya, anda buat laporan ke polisi. Dan saya perkenalkan, saya adalah Aurel istri Radit yang sebenarnya!” Aurel mengibaskan tangannya lalu berlalu dari lobby diiringi pandangan mata para pegawainya yang kagum melihat ternyata boss besarnya ahli bela diri. Mereka tak akan percaya bila tak melihat dengan mata mereka langsung.
“Assalamu’alaykum Love,” sapa Rajev menghampiri calon istrinya. Perempuan yang sangat dia rindu.
“Wa’alaykum salam, hey Honey, kamu sudah pulang?” Aurel memeluk erat pria yang membuatnya sangat kangen itu. Aurel sudah tidak menutupi hubungannya dengan Rajev di hadapan semua pegawainya. Toh dia tidak sedang selingkuh.
“Kamu sangat luar biasa,” bisik Rajev saat Aurel memeluknya. Rajev langsung memberi kecupan manis di kening perempuan yang sangat dia rindu.
“Ha ha ha ha, dia membuatku marah, sehingga saat ada kesempatan, tak akan aku sia-siakan!” balas Aurel puas. Dia memang sangat ingin merobek mulut Galih ayahnya Yulia, tapi belum kesampaian. Eh malah ibunya Meylan beraksi, ya sudah langsung dia gunakan kesempatan itu.
Diperjalanan pulang Galih dan kedua adiknya super ketakutan akan nasib mereka yang malah membuat masalah baru. Tujuan mereka datang ke kantor ini adalah meminta agar Ifa dan Meylan dibebaskan, setidaknya diperingan hukumannya.
Namun kenyataannya malah mereka sekarang kena masalah, karena sebelum mereka meninggalkan kantor tersebut pengacara kantor memberi mereka kartu nama dan mengatakan akan menuntut ketiganya.
Belum lagi ibunya Meylan merasa semua badannya serasa hancur tak bertulang karena bantingan Aurel tadi.
Galih memikirkan siapa yang akan mengurus istrinya yang sudah tak dapat bangun bila dia ikut dipenjara bersama putri dan kedua keponakannya nanti? Sedang adik dan adik iparnya juga ikut terseret perkara, jadi kemungkinan akan di bui juga. Tak mungkin rasanya para suami mereka mau mengurus istrinya.
Ayah Meylan dan ayah Ifa tentu marah ketika istrinya mengatakan terlibat masalah akibat membela anak mereka. Karena menurut mereka anak perempuannya memang salah, sehingga tak perlu berkorban diri membelanya.
***
“Mengapa kamu pulang cepat? Bukankah seharusnya besok malam baru sampai sini?” bisik Aurel manja.
“Ada sosok yang aku kangeni, tapi dia tak mau mengakui kangen padaku, sehingga aku ngebut kerja biar bisa segera menemuinya,” jawab Rajev sambil mengecup bibir Aurel selintas.
“Kak, ini di kantor,” Aurel memperingatkan Rajev yang terlihat sangat merindukannya.
“Hanya sekilas, enggak aku ***** kan?” Rajev membalas teguran Aurel dengan kedip sebelah matanya.
Saat itu Wina sedang membeli makan, karena saat ada tamu tadi, Wina dan Aurel akan keluar makan. Aurel berpesan membeli makan siang untuk mereka berlima, karena Aurel menghitung ada Rajev dan sebentar lagi Reza dan Murti pasti tiba di kantor.
Tok … tok … tok.
“Masuk,” Aurel menjawab ketukan di pintu ruangannya. Reza masuk membawa box kue pesanan Aurel. Aurel memang meminta Reza mengambil kue di toko miliknya. Aurel membuka kotak kue, dan mempersilakan Reza untuk mencicipinya.
“Gimana hasil di kantor polisi hari ini mas Reza?” tanya Aurel sambil membuka plastik wajik yang dia inginkan.
\========================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : MOM AL , DENGAN JUDUL NOVEL JERAT CINTA SI KEMBAR YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta