BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
UNDANGAN NONTON VERSI FIDHYA



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


Di kantor Rajev ngebut mengerjakan semuanya agar jam makan siang dia bisa pergi ke cafe yang alamatnya sudah di SMS oleh Gulika.


Pukul 12.15 Rajev baru bisa meninggalkan kantornya, untungnya alamat yang dituju tak terlalu jauh dari lokasi kantornya. Di cafe Rajev melihat Gulika dan kak Fidhya sudah datang. Disana juga ada sepasang suami istri yang belum Rajev kenal.


“Rajev, perkenalkan, ini kakak iparku kak Jayoti dan ini suaminya kak Hanan, kakak kandungku” demikian kak Fidhya memperkenalkan kakak dan kakak iparnya pada Rajev. “Kak Hanan adalah Paman Aashita” lanjut kak Fidhya memperjelas hubungan mereka dengan Aashita.


“Apa maksudmu mengundang kami ke sini Fi?” tanya kak Jayoti lembut.


“Aku ingin Kakak dan Kak Hanan melihat sebuah pertunjukan. Aku hanya memberikan tiketnya saja karena aku tak berniat menonton. Kita tunggu seorang lagi datang baru tiket bisa kuberikan ya,” jawab kak Fidhya santai tanpa beban.


“Kamu jangan main-main denganku Fi, waktuku lebih berguna untuk bekerja daripada hanya untuk menonton sandiwara,” tekan kak Hanan.


“Sabar Kak, karena Gulika dan Rajev juga kerja koq, mereka menyempatkan waktu kumpul disini karena menghormati kakak berdua. Nah itu tamu yang kita tunggu,” Fidhya melihat Kadir sopir suaminya datang tergopoh-gopoh menyebrangi jalan raya dari hotel ke cafe.


“Di kamar 307 Bu,” beritahu pak Kadir lirih pada Fidhya, dia sangat takut melihat boss besar nya berada disana, Kadir tahu Hazen hanya pekerja di usaha kakak iparnya yaitu pak Hanan.


“Pak Kadir bawa mobil saya itu ke rumah saya dan kunci serahkan pada satpam di rumah. Sejak hari ini mobil itu tak boleh dipakai laki-laki itu lagi. Besok kamu ke kantor saya untuk membahas pekerjaanmu,” perintah Fidhya untuk pada driver suaminya untuk membawa mobil miliknya yang biasa digunakan oleh suaminya.


“Ayok Kak, pertunjukan ada di kamar 307. Kak Jayoti dan kak Hanan saja yang mengetuk pintunya,” ajak Fidhya tak sabar.


 Hubungan Jayoti dengan Hazen hanya sepupu jauh. Hazen suami Fidhya dulunya bekerja di toko kak Hanan sebagai pekerja kasar, bagian angkat barang. Namun karena menikah dengan Fidhya maka Hazen diangkat menjadi bagian keuangan oleh kakak iparnya, sedang manager keuangan adalah Fidhya. Namun bodohnya sejak Hazen suaminya mendampinginya, Fidhya malas kerja, dia sangat percaya pada suaminya.


Mereka menaiki lift hingga lantai tiga. Didepan kamar 307 kak Hanan dan kak Jayoti mengetuk pintunya. Ketukan pertama dan kedua tidak dibukakan pintu. Maka ketukan ketiga kak Hanan sengaja mengetuk semakin kencang. Tak lama pintu dibuka oleh Hazen yang terlihat  wajahnya tak suka karena diganggu. Hazen hanya menggunakan kimono mandi yang sepertinya asal saja dia pakai.


Kak Jayoti kaget melihat adik iparnya di hotel dalam satu kota. Buat apa siang-siang adik iparnya ke hotel? Dia langsung menerobos masuk dan menjerit ketika melihat Aashita terbaring hanya menggunakan selimut. Sepertinya keponakannya tanpa busana karena dia melihat pakaian Aashita dan Hazen berantakan dilantai.


Kak Hanan yang mendengar istrinya memekik segera ikut menerobos ke dalam, dan betapa kagetnya dia melihat keponakannya didalam kamar itu.


Hanan langsung memberi pukulan bertubi-tubi pada Hazen. Diseling dengan teriakan Aashita yang takut melihat kelakuan pamannya. Rajev menahan kak Hanan agar Hazen tidak tambah parah.


Saat itu Fidhya masuk dengan tenang. “Sampah ketemunya dengan sampah! Kak Hanan, aku ingin pengemis ini mengembalikan semua uang yang dia berikan pada pelacur ini atau penjarakan keduanya seumur hidup karena uang perusahaan juga dipakai oleh pelacur itu. Aku sebagai manager keuangan akan menuntutnya,” Fidhya menunjuk Hazen saat mengatakan pengemis dan menunjuk Aashita saat mengatakan pelacur. Rupanya dia sudah enggan menyebut nama keduanya.


Jayoti tak bisa membela keponakannya. Karena memang Hazen sangat bersalah. Rajev yang ada didalam kamar karena memisahkan kak Hanan langsung berkata “Aashita, ini baru permulaan. Karena keluargamu di Tirur akan semakin kubuat terpuruk!” lalu Rajev keluar meninggalkan kamar itu.


 “Fidhya aku pamit.”  Lalu Gulika juga meninggalkaan kamar hotel itu dan kembali ke kantornya.


Mendengar kata-kata Rajev dan Gulika pada Aashita, Fidhya dan Hanan tak percaya ternyata keponakan mereka sangat kotor dan tega menyakiti hati banyak orang.


“Kak Hanan aku pamit, aku punya semua bukti transfer pencuri ini, aku juga punya beberapa bon pembelian perhiasan dan pakaian branded dari pencuri ini untuk pelacur menjijikan itu. Aku akan buat laporannya. Dan kamu laki-laki sampah, jangan pernah kamu masuki rumahku lagi,” Fidhya mengambil celana panjang suaminya, untuk mengambil dompetnya lalu mengambil semua ATM dan kartu kredit yang ada disana, juga uang cash yang ada. Dia hanya menyisakan KTP lelaki yang pernah menjadi suaminya itu. Sejak hari ini tentu dia akan urus surat cerai mereka. Dia akan mengirim berkas ke pengadilan agama.


“Aku ingin tahu, kalau sampah ini menjadi miskin, apa pelacur itu masih mau berada dalam dekapannya,” dengan santai Fidhya keluar kamar tersebut.


Masih di kamar hotel, Hanan langsung menghubungi kakak perempuannya, ibunya Aashita. Hanan menceritakan kejadian yang dia lihat secara langsung, dan dia meminta kakaknya menyiapkan ganti rugi yang akan Fidhya tuntut karena ketegasan adik bungsu mereka tak ada yang bisa bantah. Tentu saja ibu Aashita bingung karena usaha suaminya sedang terpuruk dan kalau dia harus mengganti kerugian usaha Hanan berarti dia harus menjual semua tanah yang dimilikinya.


“Sejak dulu kamu memang trouble maker Aashita, aku tak menyangka kau berani membuat Rajev Kumar marah sehingga semua kebusukanmu terbongkar dan keluargamu harus menopangmu dengan susah payah,” keluh Jayoti sambil meninggalkan kamar tersebut.


Sehabis menghubungi ibunya Aashita di Tirur, Hanan dan Jayoti meninggalkan kamar hotel yang telah memberi mereka tontonan drama secara live itu.


***


“Pa, kita harus minta maaf pada Rajev secara personal, karena tadi kulihat dia sangat marah pada keponakanmu itu. Aku takut Rajev juga membuat usaha kita hancur,” nasehat Jayoti pada suaminya.


“Benar Ma, aku juga berpikir begitu. Coba kau cari tau apa yang dilakukan Aashita sehingga membuat Rajev marah sehingga dia menyelidiki kehidupan Aashita serta sengaja mempermalukan seperti ini,” balas Hanan, dia tentu tahu siapa ayah Rajev di Tirur.


Jayoti dan Hanan tahu siapa Chander Kumar di Tirur kota kecil kelahiran mereka. Dan mereka jelas tahu siapa Rajev Kumar yang cengkeramannya lebih kuat dari Chander walau dia belum terjun langsung di bisnis keluarga miliknya di India.


\===============================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL  TELL LAURA I LOVE HER   YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta