
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Malam pertama aku entah mengapa tertidur, tapi dia bilang kami telah melakukan malam pertama sebelum aku tak sadar, dia juga memperlihatkan bercak darah di seprey yang kami tiduri. Malam kedua aku melakukannya dengan sadar, walau itu adalah pengalaman pertamaku, tapi aku tau itu bukan pengalaman kedua untuknya, karena dia tak merasakan kesakitan dan aku mudah saja menerobosnya tanpa ada hambatan apa pun” lanjut Rajev sambil menuang air putih dan diberikan pada Aurel.
Aurel jadi ingat malam pertamanya dengan Radit, sehabis itu dia libur dua hari karena masih merasakan sakit. Dan sehabis libur dua hari tetap saja dia masih merasa sedikit sakit. Maka dia bisa mengerti kecurigaan Rajev pada mantan istrinya.
“Sejak itu kami melakukannya setiap malam tapi aku makin ragu. Itu sebabnya dia tidak aku bawa ke Qatar. Aku pergi ke Qatar satu minggu setelah pernikahanku. Dan aku berpesan pada semua di rumah ini, dia tak boleh naik ke lantai dua” lanjut Rajev.
“Aku bisa kembali ke rumah lima bulan sejak pernikahan. Karena dia adalah wanita halalku tentu selama seminggu aku melakukan hubungan badan dengannya, tapi dia selalu mengeluh lelah, jadi hanya sekali setiap malam kami melakukannya. Hampir sebulan sejak aku meninggalkan rumah dia mengabarkan kehamilannya. Tentu aku senang, tapi tak bisa segera pulang. Kamu tahu, aku bisa pulang tiap enam bulan sekali. Namun karena aku sering tugas ke Indonesia, di bulan kelima aku bisa pulang, aku sengaja mencuri waktu disela waktu tugasku ke Bontang kala itu” Rajev berat untuk bercerita.
“Kalau kamu kesulitan, tak usah diteruskan ceritamu,” Aurel mencoba memutus cerita Rajev. Dia tak tega membuka luka lama milik calon suaminya itu.
“Enggak apa-apa love, kita harus mulai terbuka semua masa lalu kita agar tak ada lagi masalah antara kita nantinya,” Rajev menolak berhenti. Walau sakit, tapi cerita ini harus Aurel ketahui langsung dari mulutnya. Dia tak ingin Aurel mendengar dari orang lain yanag bisa saja sudah bertambah bumbu penyedap.
“Aku bahagia melihat ada perempuan hamil anakku, walau aku bingung mengapa perutnya sangat besar, sedang kalau menurut perhitunganku dia baru hamil lima bulan. Saat itu aku dirumah dua hari saja, dan aku pun tidak menyentuhnya, aku kasihan padanya.”
“Satu bulan kemudian dia melahirkan. Dia beragumen bayi lahir prematur tujuh bulan. Disitu aku naik pitam. Aku copy tiket pulang pertama sesudah pernikahanku, yaitulima bulan sejak menikah, artinya anak itu harusnya baru enam bulan. Bagaimana dia bisa bilang prematur tujuh bulan?” Rajev bercerita dengan suara mulai geram, dia paling marah bila dibohongi.
“Lalu aku meminta kak Vijay menghubungi rekannya di rumah sakit tempat persalinan dan meminta data bayi itu. Ternyata ditemukan data mantanku mulai periksa sejak kehamilan bulan pertama. Dan bayi tersebut lahir cukup umur diusia sembilan bulan!”
“Sejak keluar dari rumah sakit perempuan itu tidak boleh masuk rumah ini lagi. Uppa sangat marah. Barang-barangnya langsung dikirim ke rumah orang tuanya di desa. Orang tuanya datang marah-marah tak terima anaknya diusir.”
“Namun umma langsung mengeluarkan semua bukti yang aku kirim. Bahkan biaya rumah sakit sengaja umma tak mau bayar. Biaya rumah sakit di rumah sakit besar tentu sangat mahal untuk ukuran orang tuanya, tapi umma sengaja memberi pelajaran agar mereka tahu diri.”
“Rajev, kalian sudah ditunggu di meja makan,” panggil kak Amishaa didepan pintu kamar adiknya yang memang tidak ditutup.
“Astagaaaaaaa, kami malah asyik bercerita Kak, baik lima menit lagi kami ke bawah,” jawab Aurel sambil berlari masuk ke kamarnya. Dia mandi kilat lalu segera keluar kamar untuk bersama Rajev menuju meja makan.
“Maaf terlambat” sapa Aurel sopan.
“Kami asyik bercerita Umma,” Rajev melengkapi kata-kata Aurel. Semua di meja makan tidak kaget karena sudah diberitahu Amishaa , dan Amishaa memang bilang mereka bercerita dengan pintu terbuka lebar.
“Kami pernah muda dan tahu kalau sudah berdua semua dilupakan,” goda Uppa.
“Sudah jangan terus menggodanya, ayok kita mulai makan,” umma menjadi penengah bagi semuanya.
Aurel kembali ke rutinitas pekerjaannya di perusahaan dan di toko roti. Tiga hari setelah sampai di Jakarta Rajev dan Aurel segera mengabarkan pada Ayah kalau keluarga Rajev akan datang melamar Aurel bertepatan dengan ulang tahun Darrel.
Rajev dan Aurel juga sengaja datang ke Cisarua untuk bicara pada kakek dan meminta restunya.
Aurel juga mulai mempersiapkan ulang tahun Darrel, tentu saja menggunakan konsepnya, yaitu tanpa pesta, hanya memberi makanan dan bingkisan ke rumah anak yatim piatu dan panti jompo. Dia sudah belanja bingkisan juga memesan nasi box untuk dikirim ke panti. Semua toko kuenya juga diminta membuat kue untuk diantar dan tentunya untuk acara lamaran.
Tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat, besok sudah hari lamaran Aurel. Malam ini kakek sudah datang dan menginap di rumah bu Tarida. Keluarga Rajev sudah di Jakarta sejak satu minggu lalu. Umma sudah melihat 4 toko roti milik Aurel dan Uppa sudah datang ke perusahaan Aurel. Mereka kagum calon menantu mereka sangat pandai mengatur waktu kerja dan waktu untuk anaknya. Mereka juga sudah mengenal kedua anak Aurel karena sudah tiga kali bertemu.
Rajev selalu menjadi translatter bagi kedua orang tuanya dengan kedua anak sambungnya.
Darrel dan Zayn bisa main bersama walau sama-sama tak mengerti bahasa, toh bagi anak seusia mereka pembicaraan memang bukan hal utama. Mereka bermain dengan bahsa masing-masing.
“Kemejamu bagus,” puji kak Amishaa pada Rajev saat mereka bersiap menuju rumah Aurel sore ini. Rajev hanya tersenyum. Baju ini adalah baju yang dia inginkan begitu dia masuk ke toko Mirota batik di Malioboro Jogja ketika dia dan Aurel kesana beberapa bulan lalu.
Di rumah Aurel rombongan disambut dengan ramah oleh keluarga Aurel. Terlihat beberapa kerabat Aurel dari pihak ayah dan bunda nya hadir, begitu pun kerabat dari pihak ibu dan ayah Radit. Karena buat mereka Aurel adalah putri Tarida.
Amishaa tertegun melihat Aira dan Darrel mengenakan baju yang kembar dengan Rajev. Dia mencubit lengan adiknya dan berbisik dengan bahasa Malayalam “Kakak ingin baju seragam sepertimu, tentu dengan motiv berbeda.”
“Baik kak” balas Rajev sambil berbisik.
Semua tamu dan yang hadir sudah duduk rapih tapi tak terlihat Aurel disana. Bagas membuka sambutan dari pihak keluarga perempuan dengan bahasa inggris yang fasih.
“Assalamu’alaykum bagi semuanya. Saya atas nama keluarga Aurelia Putri Wicaksono mengucapkan selamat datang bagi keluarga besar Sebayang ( keluarga pihak ayah Radit ), keluarga besar Sulaeman ( keluarga pihak ibu Radit ) , keluarga besar Yusuf ( keluarga pihak ayah Aurel ), keluarga besar Winarno ( keluarga pihak ibu Aurel ) dan tentu saja keluarga besar Kumar ( keluarga pihak Rajev ).”
\======================================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta