
HALLO SEMUA. SEMOGA SELALU SEHAT YAAAAA
YANKTIE ENGGAK BOSAN MENYAMPAIKAN TERIMA KASIH BANYAK SUDAH BACA CERITA SEDERHANA INI.
SELAMAT MEMBACA
Rajev bangun dari tidurnya karena disentuh pramugari untuk memakai sabuk pengamannya karena pesawat hendak mendarat di Jakarta. Minggu lalu dia bertukar khabar dengan Radit. Radit mengundangnya main ke rumahnya bila Rajev kembali datang ke Indonesia.
Radit bercerita dia sudah bisa berjalan normal seperti dulu. Dia banyak bercerita tentang putrinya yang berusia hampir empat tahun serta jagoannya yang berusia enam bulan.
‘Untuk kali ini mungkin saya enggak bisa bertemu dengan keluargamu, saya harus langsung berangkat ke Cilacap sore ini,’ Rajev mengirim pesan pada Radit
‘Peluk cium untuk kedua keponakanku. Oleh-oleh untuk mereka terpaksa diantar oleh pegawai kantor karena aku enggak sempat datang ke rumahmu.’ demikian lanjutan pesan Rajev.
Sejak perkenalan mereka memang Rajev sudah tidak berkomunikasi langsung dengan Aurel. Dia dan Aurel sama-sama menghormati lembaga pernikahan. Itulah sebabnya Rajev hanya berkomunikasi dengan Radit.
‘Semoga kedatanganku ke Indonesia enam bulan lagi aku bisa bertemu denganmu dan anak-anakmu,’ lanjut Rajev.
‘Aku berharap di kunjungan berikut kau datang dengan pasanganmu,’ goda Radit pada sahabat barunya itu.
‘Aaamiiin,’ balas Rajev cepat. Dia juga berharap segera menemukan tambatan hati.
***
Saat ini Darrel sudah berusia sembilan bulan, dia sudah mulai belajar jalan. Radit sang papap sangat bahagia melihat kemajuan perkembangan anaknya yang makin menggemaskan. Sore ini dia tiba di rumah lebih dulu dari Aurel.
Sejak Darrel berusia enam bulan Aurel mulai rutin bekerja walau tidak penuh waktu. Dia berangkat kerja bila anak-anaknya sudah kenyang, sudah rapih dan siap ditinggal. Lalu akan tiba di rumah menjelang sore terkecuali saat ada pesanan untuk party besar seperti saat ini.
“Assalamu’alaykum gantengnya Mama,” sapa Aurel saat tiba di rumah dan melihat Darrel sedang dalam gendongan suaminya.
“Wa’alaykum salam cantiknya Papap,” jawab Radit penuh cinta. Dilihatnya istrinya yang sudah sangat lelah tapi masih berupaya memberi senyum pada semua penghuni rumah.
‘Dia memang yang terbaik untuk kami,’ pikir Radit penuh syukur.
“Papap sudah lama sampai di rumah?” Aurel mencium punggung tangan serta pipi suaminya.
“Lumayan, sudah hampir dua jam,” jawab Radit, dia membalas mencium kening istrinya. Kegiatan ini memang selalu rutin mereka lakukan saat pagi akan berangkat kerja mau pun sore saat pulang kerja.
“Ma, ibu barusan pergi ke Cisarua, karena kakek sakit,” Radit memberitahu istrinya. Dia takut Aurel akan kesal karena pulang kerja tak melihat putri sulung mereka.
“Kenapa Papap enggak temani ibu. Kasihan kan ibu pergi sendiri,” Aurel tak marah karena bu Tarida memabawa Aira, dia malah menyesalkan mengapa suaminya tidak mengantar mertuanya. Dia selalu khawatir akan ibu mertuanya.
“Ibu bilang enggak usah. Tapi dia izin bawa Aira ditemani mbak Nah. Enggak sempat izin ke kamu karena HP mu enggak bisa dihubungi,” balas Radit.
“Iya Pap, teleponku habis batere saat mau pulang. Jadi aku malas nge charge di toko, milih langsung pulang aja. Maaf ya Pap,” Aurel segera menuju kamar tidurnya untuk mengisi daya ponselnya.
“Kakek sakit apa?” tanya Aurel sambil mengambil baju ganti untuknya di lemari pakaian. Seperti biasa dia ingin segera mandi sepulang dari bepergian, karena badannya lengket oleh keringat.
“Ibu bilang hanya diberitahu kakek enggak enak badan. Walau enggak diminta datang ibu tetap aja segera meluncur,” balas Radit. Mereka tahu, walau kakek adalah mertuanya, bagi bu Tarida kakek Ikhlas Sebayang adalah ayahnya.
***
Binsar sangat marah, dia tahu kalau semua harta milik mantan mertuanya sudah resmi secara hukum beralih menjadi milik Darrel, anak Radit. Dia merasa hak nya sebagai menantu tertua dilangkahi .
Sejak istrinya meninggal memang Binsar tidak ingin menikah lagi agar dia tetap dianggap sebagai menantu sah oleh Ikhlas Sebayang. Dia masih berharap bisa mendapat semua harta Ikhlas Sebayang yang tersisa.
Binsar benar-benar kacang lupa pada kulitnya. Dia tidak pernah bersyukur, dari pekerja kebun sawit miskin yang tak punya apa pun, lalu bisa mendapat banyak harta berupa kebun sawit luas karena berhasil menikahi putri sulung pemilik kebun sawit.
Dia malah serakah ingin memiliki perusahaan yang dipegang Radit. Dan sekarang dia juga ingin harta milik Darrel. Binsar berencana melenyapkan Radit serta Darrel agar sebagai suami dari almarhum anak tertua dia bisa menguasai harta milik Radit dan Darrel bila mereka tidak ada.
Lawan Binsar bila Radit tak ada hanya mantan adik iparnya. Suami mama Mirna. Dan lelaki itu Binsar anggap lelaki lemah. Oleh karena itu Binsar tak pernah memandang sebelah mata pada adik iparnya itu.
Sekarang fokus utamanya adalah Radit. Sudah satu bulan dia memerintah anak buahnya untuk bergerilya disemua sektor usaha yang dipegang Radit. Dia ingin membuat Radit jatuh dan juga lenyap.
***
Seminggu lagi Darrel akan ulang tahun pertama. Radit meminta Aurel membuatkan pesta besar “Ma, ulang tahun pertama Abang Darrel harus dibikin sangat meriah agar Abang Darrel punya banyak kenangan dengan Papap,” pinta Radit malam ini.
Entah mengapa Radit mulai memanggil Darrel dengan sebutan ABANG.
“Enggak usah lah Pap. Kita enggak perlu bikin pesta, kita hanya buat ucapan syukur. Itu sudah lebih dari cukup,” seperti biasa Aurel tidak ingin bermewah-mewah. Lebih-lebih ulang tahun bagi anak berusia satu tahun yang belum mengerti apa arti sebuah pesta.
“Enggak bisa Mam, ulang tahun Abang Darrel harus super mewah. Karena itu akan menjadi kenangan bagi Darrel dari Papap. Papap berharap Abang Darrel bersyukur akan permintaan Papap kali ini,” bantah Radit yang tak mau mengalah.
Biasanya dia akan selalu setuju dengan pendapat dan saran istrinya. Atau kalau ingin bersikeras, tentu dia akan mengajak istrinya diskusi mencari kesepakatan. Tidak seperti kali ini.
“Papap sudah undang Rajev juga, dia pas mau ke Cilacap,” Radit memberitahu Aurel pembicaraannya dengan Rajev, teman istrinya yang sekarang menjadi temannya karena Aurel malah tak pernah berkomunikasi secara langsung dengan Rajev.
“Apa dia akan mengenalkan calon istrinya?” tanya Aurel tanpa punya maksud apa pun.
“Sepertinya dia masih sulit mencari penggantimu Mam. Papap sudah berkali-kali menyarankan dia untuk move on tapi tetap saja dia belum berhasil. Terakhir dia mau move on malah akan dijebak karena ternyata perempuan itu sedang hamil.” Radit memberitahu Aurel tentang info yang dia dapat dari Rajev.
“Keqinya Papap, perempuan itu berasal dari Indonesia. Rupanya Rajev memang tergila-gila dengan perempuan Indonesia,” kelakar Radit santai. Aurel malah taak taahu semua ceritaa ini. Karena memang dia sama sekali tak pernah ngobrol dengan Rajev lagi.
\==============================================================
SAMBIL NUNGGU BAB SELANJUTNYA, MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL I MARRIED MY DAUGHTER YAAA
TENTUNYA HANYA DI NOVELTOON/MANGAATOON SAJA
===========================================================
YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.
Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta