BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
MENGENAL BECAK DAN ANDONG



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


Sampai malam mereka bercerita, lumayan sedikit menghibur Rajev melupakan kepergian Aurel.


Di apartemen Rajev segera merebahkan badannya dan mencoba beristirahat saat dering ponselnya membuatnya bingung karena ada sambungan telepon tanpa caller id ( tanpa nama ). Dia penasaran dan mengangkatnya.


“Assalamu’alaykum,” sapa Rajev saat menerima panggilan gelap itu.


“Uppa,” lirih didengarnya suara Aira.


“Cantiknya Uppa, kamu dimana sayang?” Rajev kaget karena yang menghubunginya adalah Aira, dan terdengar sepertinya anak ini habis menangis “Kenapa menangis?”


Rajev menunggu jawaban Aira tapi gadis kecil itu masih diam. Seakan enggan untuk bercerita atau bicara.


“Uppa,” suara Darrel didengarnya seperti sudah sangat mengantuk. Rajev tau pasti ponsel di load speaker agar kedua anaknya bisa mendengar suaranya.


“Ya Bang Darrel,” jawab Rajev lirih. Dia tak ingin kedua buah hatinya sedih.


“Kakak dan Dede mau bobo? Uppa nyanyikan ya?” Rajev tahu Aira tak mampu berkata-kata. Rajev langsung sedikit bercerita dan mulai menyenandungkan shalawat dan sebelumnya dia meminta Aira berbaring dan memejamkan matanya.


Sambil bershalawat tak terasa air mata Rajev menetes. Dia merasakan cinta Aira padanya sebesar cintanya pada Aira dan Darrel. Hayoooooo yang baca jangan baper, author aja ikut sedih nih nulis Rajev nangis.


***


Kemarin saat di pesawat tanpa sengaja Dennis duduk di kursi seberang Aurel. Dia kaget Aurel pergi liburan ke Jogja hanya dengan dua anak tanpa membawa baby sitter. Dennis ingin mencoba peruntungan tapi ragu. Dia ingat pria sukses sekelas Rangga saja ditolak oleh Aurel, apalagi dirinya.


Dennis tahu, Aurel bukan perempuan yang ber orientasi pada harta, bila dia tak tahu itu, tentu dia berani bertindak lebih nyata untuk mengejar cinta perempuan yang sejak mereka kuliah menjadi incaran banyak pria termasuk dirinya dan Rangga.


“Kamu nginep dimana? Ke rumahku aja yok,” Dennis mencoba menawarkan jasa pada Aurel.


“Aku sudah sewa satu paviliun karena aku tak ingin anak-anakku terkukung dikamar hotel,” balas Aurel.


“Kalau begitu kamu enggak boleh menolak, aku sediakan satu mobil dan driver untuk kau gunakan selama kamu di Jogja,” Dennis mengultimatum Aurel untuk menerima bantuannya.


Walau Denis tak bisa mengharapkan cinta jandanya Radit ini, tapi setidaknya dia akan selalu memberi sedikit kemudahan bagi perempuan yang sejak dia kuliah sudah menempati relung hatinya yang paling dalam.


“Baiklah, akan aku SMS alamat tempat tinggalku, tapi aku baru butuh kendaraan besok.  Hari ini aku akan istirahat dan mengajak anak-anak naik becak serta naik andong,” jelas Aurel tak bisa menolak kebaikan kakak seniornya saat mereka kuliah dulu.


Aurel sama sekali tak tahu kalau Denis juga mencintainya karena Denis tak pernah memperlihatkannya. Beda dengan Rangga yang memang menyatakan secara langsung.


Ketika datang di rumah kostnya Aurel ditangisi ibu kostnya yang tak menyangka suami Aurel sudah meninggal dan meninggalkan Aurel bersama dua balita. Setelah beramah tamah dan membereskan pakaiannya Aurel berkata, “Aurel enggak apa-apa Bu, doakan Aurel selalu kuat,” demikian tadi yang Aurel katakan pada ibu kostnya sebelum sang ibu kost meninggalkan kamarnya.


Siang ini Aurel memasak nasi dan hanya menggoreng nugget serta sosis yang dia bawa dari Jakarta. Di dapur kamar kost ini peralatan masak minimalis sudah lengkap tersedia maka diam-diam Aurel membawa sedikit beras agar tak repot berbelanja ketika baru tiba di Jogja.


Sehabis anak-anak makan Aurel meminta mereka cuci tangan dan kaki lalu mengajaknya tidur siang. Aira sangat senang bisa seharian dengan mama dan adiknya. Aurel tidur ditengah kedua anaknya, dia menepuk-nepuk keduanya mengantarkan mereka untuk terlelap.


Sorenya Aurel mengajak kedua permata hatinya jalan-jalan. Dia memperkenalkan becak, mereka berkeliling daerah sekitar rumah kostnya dengan becak. Aira dan Darrel tentu sangat suka menaiki kendaraan itu pertama kalinya. Pulangnya Aurel sengaja pesan andong atau delman.


“Kakak nyanyi dong Kak, gimana lagu naik delmannya?” pancing Aurel agar Aira mengeluarkan kemampuannya.


Pada hari Minggu kuturut ayah ke kota


Kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja


Mengendali kuda supaya baik jalannyaTuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk


Demikian Aira bernyanyi dengan semangat. Sesampai di kamar kost Aurel kembali masak, masakan sederhana yang penting sehat agar anak-anaknya tetap sehat. Dia tadi membeli seikat kangkung dan telur puyuh. Dia ingin membuat tumis kangkung saos tiram. Dilibatkannya anak-anak untuk masak.


“Kakak potong daunnya ya, taruh sini,” Aurel mencontohkan Aira memetik daun kangkung. Dia segera mengungkep ayam agar nanti siap digoreng untuk makan malam. Mungkin banyak yang berpikir ngapain liburan malah repot masak? Tapi tidak bagi Aurel. Dia memang ingin berinteraksi dengan putra dan putrinya dengan kegiatan keseharian.


“Wah Kakak hebat bisa bantu Mama masak ya?” puji Aurel pada putri kecilnya, sedang Darrel sejak tadi mengupas telur puyuh dengan cara diremasnya hingga hancur.


“Ha ha ha, jangan dimakan kulitnya bang Darrel,” Aurel tertawa melihat Darrel yang melepeh kulit telur dari mulutnya. Kegiatan ini tak mudah dia dapatkan kalau dia tak sengaja berlibur seperti ini. Karena kalau di rumah, selalu ada orang lain yang akan membuat konsentrasi kedua anaknya akan beralih.


“Dede jorok, kulitnya kenapa dimaem?” Aira akhirnya membantu Darrel dan menyuapi adiknya telur puyuh yang sudah dia kupas.


“Kak, coba nyanyikan lagu becak yang tadi mama ajarkan,” pinta Aurel saat anak-anak akan tidur.


Melihat dengan asyik, kekanan dan kekiri


Lihat becakku lari


Bagaikan tak berhenti


Becak…becak jalan hati-hati


Aurel mengajak Aira dan Darrel bersenandung bersama. Saat itulah Aira ingat Rajev yang selalu bernyanyi bila dia tak bisa tidur. Gadis kecil itu menangis minta pulang dan ingin bertemu Rajev.


“Uppa kan kerja? Sudah pamit ke Kakak kan?” bujuk Aurel saat mendengar Aira menangis ingin bertemu Rajev. Namun Aurel ingat janjinya pada Rajev saat lelaki itu memintanya dengan tulus : Bila dia mencari papapnya, mohon hubungi aku, aku akan membujuknya seperti yang biasa Radit lakukan untuknya.


Aira ingat Rajev memang sudah berpesan tak akan bisa mengantarnya ke sekolah, maka ketika mamanya mengingatkan pesan Rajev dia mengangguk-angguk.


Aurel tahu provider yang dia gunakan sebagai pengganti nomor aslinya punya fitur untuk memanggil tanpa caller id dengan memencet kode khusus di depan dan belakang nomor telepon yang dituju. Dia lalu mencobanya pada nomor Bagas, ternyata berhasil.


“Mama akan telepon uppa, tapi kalian langsung bobo sehabis telepon uppa ya, dan jangan menangis,” Aurel berpesan pada Aira sebelum dia men dial nomor Rajev dengan fitur sembunyikan nomor.


“Assalamu’alaykum,” sapa Rajev saat menerima panggilan dari Aurel.


 ==============================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL   UNREQUITED LOVE  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta