
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Aku belum tahu Love. Kalau kamu sudah selesai sarapan kita langsung ke rumah sakit saja biar lebih jelas ya,” jawab Rajev dengan diplomatis. Rajev tak ingin salah memberi informasi. Bisa fatal akibatnya untuk jiwa Aurel.
Tanpa diminta dua kali Aurel langsung turun dan bergegas ke kamar mandi. Dia tentu ingin segera melihat kondisi putranya. Dia tak ingin membayangkan hal baik atau buruk. Aurel takut bayangannya tak sesuai kenyataan.
“Lho Mbak, sejak kapan ada sampai sini?” tanya Aurel ketika melihat Wina dan Murti ada di rumahnya.
“Baru Bu. Mas Reza bilang kami standby di sini,” jawab Murti cepat. Dia tak ingin Aurel merasa bersalah karena membuat dirinya dan Wina harus kerumah ini sejak jam enam pagi.
“Sarapan yok,” ajak Aurel pada Wina dan Murti.
“Kami baru saja selesai sarapan. Saat tiba bik Eneng menyuruh kami sarapan,” Wina yang sekarang menjawab.
“Baiklah, saya sarapan dulu ya,” Aurel pun menuju ruang makan.
“Honey, kamu sudah minum kopi pagi ini?” tanya Aurel dengan rasa bersalah.
“Sudah, tadi bersama kakek dan Bagas,” sahut Rajev. Dia memang minum kopi saat semua sarapan sehabis salat Subuh tadi.
“Jadi sekarang kamu sarapan saja ya,” Aurel lalu mengambilkan Rajev lontong opor karena selain roti sarapan hanya ada itu. Dan Rajev menolak sarapan roti untuk hari ini.
“Love, kamu harus siap bawa baju ganti kita. Aku yakin kamu pasti ingin menginap di rumah sakit ‘kan?” Rajev mengingatkan istrinya agar tidak repot bolak balik. Karena kamar mereka selalu dikunci sehingga akan sulit minta orang untuk mengambilkan baju ganti.
“Ah benar, untung kamu ingatkan,” Aurel senang karena diingatkan oleh Rajev tentang baju ganti untuk dia dan suaminya.
***
Aurel membawa satu koper kecil baju untuk dia dan Rajev, dan satu koper cadangan sudah dia siapkan di luar kamar bila baju yang di koper pertama sudah kotor semua. Dia tak perlu pulang, tinggal menyuruh seseorang menukar koper saja. Bila pakaian koper kedua kotor, akan kembali ditukar dengan koper pertama yang pasti isinya sudah kembali bersih karena dicuci dan setrika di rumah.
***
Sesudah Darrel ditangani, Vino pulang untuk tidur sebentar juga mandi. Biar bagaimana pun Darrel adalah ‘anaknya’. Sebagai pengganti sosok Radit bagi Vino. Sementara Bagas menunggu Aurel, baru dia dan ayahnya akan pulang untuk beristirahat juga.
Sementara baju ganti kakek tadi dibawakan oleh mang Engkus sekalian bawa baju bu Tarida dan Minah atau mbak Nah.
“Bagaimana Darrel?” Aurel langsung berlari ke ruangan tempat Darrel dirawat.
“Sabar Mbak. Kondisi Darrel stabil. Ada luka di lengan atas dan bahu. Dia sudah dapat tranfusi darah dua botol. Tunggu dia sadar baru bisa tahu bagaimana kondisi Darrel sesungguhnya,” Bagas memeluk Aurel dan membisiki Aurel sebelum kakaknya masuk ruangan Darrel.
Aurel masuk ruang rawat Darrel dengan dipeluk Bagas. Dia serasa ingin pingsan melihat anaknya diberi bantuan oksigen dan ada selang tranfusi darah juga infus dilengan putranya yang masih sangat kecil. Dia melihat pergelangan kaki Darrel ada kasa.
Soal luka di kaki Bagas tadi lupa memberitahunya.
\==========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : DTYAS, DENGAN JUDUL NOVEL KUKIRA KAU CINTA YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta