
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Aurel melihat suaminya membawa tiga cup es krim. Dia angkat Darrel dan dia dudukkan di kursi, lelaki kecil itu sudah pegang cup sendiri. Satu ditangan Rajev tentu untuk Aira. Dan satu Aurel berikan untuk Murti.
“Enggak usah Bu, nanti saya ambil sendiri,” Murti tentu tak enak hati diambilkan pak Rajev.
“Santai aja, nanti kita akan ambil lagi berdua,” bisik Aurel.
“Lho Jeng, katanya mau maem?” Yon yang membawa dua piring dengan aneka makanan dengan porsi sangat sedikit untuk tiap jenis makanan. Yon bingung istrinya sedang asyik makan es cream.
“Udah Yon, taruh piring-piring itu disini dan kamu berdua pak Rajev makan sana,” Aurel meminta Yon menemani suaminya ambil makanan untuk mereka sendiri. Karena sejak tadi Rajev juga hanya memikirkan makanan untuk kedua anak mereka.
“Koq saya belum lihat pak Reza ya Bu,” Yon malah memikirkan rekan kerja mereka.
“Tadi saat akad saya lihat dia hadir sendiri. Mungkin sekarang kita belum lihat aja. Wong tamunya super banyak kayak gini,” sahut Aurel.
“Sudah sana kalian makan. Habis itu saya dan Murti juga mau hunting makanan,” Aurel memerintah Rajev dan Yon segera makan. Mumpung Aira dan Darrel anteng dengan es cream mereka.
Bu Tarida dan kakek tak datang ke hotel. Mereka hanya datang saat akad nikah tadi pagi. Akad nikah pun sudah super mewah. Rumah keluarga Dennis yang super besar penuh tamu. Kakek merasa cukup hadir di akad saja. Sedang bu Tarida kedatangan keluarganya dari Medan sehingga tak enak bila pergi meninggalkan semua di rumah.
Kakek sudah datang ke Jakarta sejak dua hari lalu dan akan terus disini karena banyak keluarga dari Medan mulai datang sehubungan dengan akan diselenggarakannya resepsi pernikahan cucunya.
***
Satu minggu lagi resepsi pernikahan Vino dan Myrna akan diadakan. Mereka melakukan akad nikah tiga bulan lalu. Banyak keluarga dari Medan sudah datang. Begitu pun keluarga Vino dari Padang ( asal mami Vino ) dan Madura ( asal papi Vino ).
“Papa aku enggak mau itu,” Xella menolak ketika disuruh mencoba kebaya yang akan dia gunakan saat resepsi pernikahan kedua orang tuanya.
”Ya enggak usah dipakai enggak apa-apa,” sahut Vino tenang.
“Nanti saat kita pesta, biar saja Xella di rumah. Kan dia enggak mau pakai baju pesta Ma. Nanti saat semua ngumpul di hotel, dia di rumah aja sama mbaknya,” sahut Vino sambil minum kopinya.
“Enggaaaaaaaaak. Aku ikut,” rengek Xella.
“Yang ke pesta semua pakai kebaya pesta sayang. Kalau Kakak enggak mau pakai ya enggak ikut. Dan baju itu harus dicoba dulu cukup atau enggak. Kebesaran atau enggak. Kalau Kakak emang mau di rumah ya enggak usah dicoba bajunya,” Vino berlalu dari hadapan Xella dan Myrna.
‘Ternyata dia punya jawaban lebih tepat daripada ngotot maksa Xella nyobain baju kebaya ini,’ Myrna tersenyum.
“Mbak, bawa baju ini. Kakak enggak mau nyoba,” Myrna menyuruh pembantu yang dekat dengannya untuk membawa kebaya Xella.
“Aku mau cobain baju itu. Aku mau pesta sama papa,” Xella langsung minta mencoba kebaya miliknya. Dan Myrna tersenyum makin lebar.
Cerita ini akan tamat beberapa hari lagi, sehingga bab nya juga bab pendek dan satu hari hanya eyank update satu bab. Kita bertemu di cerita eyank yang lain.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta