BETWEEN QATAR AND JOGJA

BETWEEN QATAR AND JOGJA
SAYA AKAN SELALU KEJAM PADA PENCURI



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Dan saya tidak memberinya pinjaman satu rupiah pun padanya,” cerita Aurel sengaja ia hentikan sampai sini untuk melihat reaksi para pekerjanya.


“Saya membiayai seluruh biaya rumah sakit selama enam hari sejumlah 23 juta rupiah tanpa minta dia mengembalikan. Syarat pemberian itu hanya satu : jangan ceritakan pada orang lain soal itu. Saya tak ingin bantuan saya tak berguna. Kalau saat ini saya beritahu kalian itu karena ada kasus pencurian ini,”


“Kalian bisa cek orang di perusahaan yang saya penjarakan karena dia mencuri uang proyek untuk pengobatan anaknya. Saya tak peduli. Yang salah tetap tak akan ada ampun. Tapi saya tak tutup mata membantu pengobatan bahkan biaya sekolah anaknya karena si ayah dipenjara,”


“Jadi sebagai penutup. Saya ingin kalian tekankan kejujuran pada semua karyawan. Saya tak bisa tiap hari di toko, karena ada empat toko. Belum lagi saya harus memimpin perusahaan milik Darrel anak saya. Padahal saya adalah juga seorang istri dan ibu yang harus memperhatikan suami dan anak-anak saya.”


“Mohon maaf kalau saya akan selalu kejam pada pencuri,” Aurel menutup pembicaraan itu. Lalu mengajak semuanya makan malam bersama.


***


Akhirnya tiba juga hari Kamis, team plus Rajev sudah bersiap menuju tempat pertemuan dengan Dennis dan teamnya. Tentu tak lupa semua berkas yang dibutuhkan mereka bawa.


‘Perempuan ini ayu dan keibuan. Aku ingin mengenalnya lebih dekat. Walau sejak dulu aku tahu dia bernama Wina dan merupakan sekretaris Aurel,’ Dennis makin mengamati Wina yang dia rasa makin hari makin menarik hatinya setelah dia sadar tak bisa meraih Aurel.


“Wooow, apa khabar Yon?” Dennis telah menyalami semua dan terakhir pada Yon mantan drivernya yang sekarang telah menjadi manager keuangan perusahaan Aurel.


“Alhamdulillah baik Pak. Pangestunipun,” sahut Yon dengan sangat sopannya pada mantan bossnya sebelum kerja kantoran.


“Bekerja lah dengan baik dimana pun kamu berada. Karena kerajinan dan kejujuran itu kunci sukses dalam hidup kita,” Dennis menasihati Yon yang sejak dulu dia suka karakternya.


Sejak Yon mendaftar kerja, Dennis tahu kalau Yon bukan dari orang tak mampu. Keluarganya cukup mapan dan dia juga mahasiswa. Yon bekerja karena memang tak ingin bergantung pada orang tuanya.


“Aku enggak bisa ninjau langsung lho mas Dennis. Lagi ada satpam nih karena ada babies yang harus dijaga,” Aurel memberitahu kalau proyek nanti langsung ditangani oleh Reza dan Wina seperti proyek Lampung.


“Kamu hamil?” tanya Dennis. Dan Aurel mengangguk dengan senyum manis.


“Congratulation,” dengan tulus Dennis menyalami Aurel dan Rajev.


“Thanks,” jawab Rajev. Dia tak menyangka istrinya memamerkan kehamilannya pada Dennis.


“Tadi kamu bilang babies Rel? It means …” Dennis menggantung kalimatnya.


“Bener banget. Dan mereka bikin aku banyak makan serta sering cape. Seperti bukan diriku yang biasanya,” sahut Aurel dengan wajah bahagia.


“Sekali lagi selamat ya Rel. Semoga selalu sehat hingga melahirkan nanti,” Dennis langsung membayangkan akan memberi hadiah bagi kedua calon keponakannya itu. Dia akan memberi tahu triple R berita bahagia ini.


***


Di semua toko kue milik Aurel sekarang semua pegawai yang terhitung baru bekerja, baru mengetahui siapa Aurel yang mereka lihat selama ini sebagai pemilik toko. Mereka mengira toko ini bisa ada karena uang dari Radit yang anak tunggal dan pemilik perusahaan dan dilanjut dengan Rajev yang memang jauh lebih kaya dari Radit berkali lipat.


Mereka juga masih bertanya-tanya siapa orang yang pernah dibantu Aurel tanpa pernah bercerita pada siapa pun. Semua pegawai empat toko sudah tahu siapa pencuri di store satu yang mengambil bahan baku lalu dia jual lagi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tak mau kalah dengan siapa pun.


Semua tahu oknum itu karena sang oknum diciduk di rumahnya saat hendak kabur. Orang tua pencuri datang menemui Ridwan untuk bertanya dimana rumah pemilik toko. Tapi Ridwan bilang tak perlu mengemis maaf, karena tak akan pernah ada kata maaf dari pemilik toko. Terlebih mencurinya untuk hura-hura.


***


“Kamu enggak tambah makannya Win?” Reza menawarkan  Wina. Mereka sedang makan malam dengan semua pekerja. Besok siang Reza, Yon dan dua orang staff akan kembali ke Jakarta.


“Cukup Pak,” sahut Wina.


“Dia lagi deg-deg an menunggu kekasih hati Mas,” Yon menggoda Wina. Semua tahu Wina memang akan tambah dua hari tinggal di Lampung untuk berlibur dengan suaminya.


“Ha ha ha, dia sudah tiba di Metro lho. Lagi on the way kesini,” jawab Wina yang baru saja mendapat khabar dari Ahmad kalau suaminya itu sudah sampai di Metro.


Wina tak perlu takut ditinggal oleh semua rekan kerjanya. Karena mereka makan malam di seberang losmen tempat mereka menginap. Reza memang memilih penginapan ini karena terkesan lebih homey daripada tinggal di hotel. Saat ini dia sendirian di rumah makan itu.


“Lho Yank, loq sendirian?” Ahmad melihat istrinya duduk sambil ngemil keripik pisang khas kota Metro Lampung.


“Eh Mas, udah sampai. Teman-teman sudah pada balik ke penginapan. Tadi aku share lock disini takut Mas nyasar kalau aku pindah lokasi. Lagian kan Mas belum makan malam,” jawab Wina.


“Mau pesan apa?” tanya Wina sambil memberikan daftar menu pada suaminya.


***


“Pak Reza jadi berangkat jam berapa?” tanya Wina saat mereka sarapan bareng di lobby penginapan. Tiap pagi ada banyak penjual makanan matang yang datang ke penginapan. Semua penginap tinggal membeli apa yang diinginkannya karena penginapan hanya memberikan teh panas saja bagi penginap.


“Jam sepuluhan kita ke Bakauheni,” jawab Reza.


“Kalau begitu saya duluan ya Pak. Habis sarapan kami akan keliling daerah wisata sekitaran Metro sini,” Wina pamit karena dia juga hanya satu hari tambahan menginapnya. Esok malam dia dia juga akan pulang ke Jakarta.


“Iya nikmati waktu liburanmu. Lagian kamu bukan perpanjang tiga atau empat hari, malah hanya tambah satu hari aja,” sahut Reza.


“Saya sih mau Pak, tapi suami saya enggak bisa,” sahut Wina sambil mengembalikan piring pada penjual makanan yang dia beli tadi.


***


“Wah keren ya Mas,” dari losmen Wina dan Ahmad mengunjungi JEMBATAN GANTUNG PELITA yang terletak di daerah Sumbersari, Metro Lampung. Jembatan satu ini memiliki warna yang nyentrik dan menawan. Banyak wisatawan yang datang untuk sekadar foto-foto.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  TELL LAURA I LOVE HER  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta